ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 52


__ADS_3

tak berselang lama Gavin dan Grace kembali turun dan bergabung dengan yang lainnya di ruang keluarga, Gavin maupun Grace duduk dengan tenang seolah tidak terjadi sesuatu. Jovinka terus memperhatikan ekspresi wajah kedua anak nya yang sedang duduk di dekat nya.


Gavin yang melihat sang mommy terus melihatnya, berjalan ke arah mommy Jovinka dan berjongkok di depan nya. Alvin menatapnya wajah sang mommy cukup lama, ia sudah lama tidak bersikap manja dengan sang mommy seperti dulu.


"ada apa mom?." tanya Gavin dengan lembut dan mengusap wajah mommy Jovinka dengan pelan yang sedang menatap nya, Gavin sesekali mencium tangan sang mommy yang dulu sering menarik telinga nya sewaktu kecil.


"apa adik kamu baik-baik saja sayang?." bukannya menjawab pertanyaan dari sang putra, justru mommy Jovinka kembali menanyakan tentang keadaan putri nya.


"adik baik-baik saja mom!" jawab Alvin dengan tenang dan tersenyum lembut ke arah sang mommy.


"kamu sedang tidak berbohong kepada mommy kan sayang!." ujar Jovinka entah mengapa ia merasa jika putranya sedang menyembunyikan sesuatu dari nya, dari tatapan matanya saja sudah sangat jelas jika dia terlihat khawatir.

__ADS_1


"sejak kapan Gavin berbohong kepada mommy?." jawab gavin setenang mungkin agar sang mommy tidak curiga terhadap nya. "adik sedang main game sekarang mom." kilah nya yang tidak ingin sang mommy mengetahui kondisi Chaterine saat ini.


"lalu kenapa Julio dan Kim sangat panik tadi?." tanya mommy Jovinka yang mencoba untuk mencari kebohongan dari mata sang putra, namun sayangnya yang ia lihat hanyalah kesedihan di mata nya.


"kak Sam mempunyai tugas untuk Kim, mom. ada masalah besar di markas, maka dari itu kak Julio sangat panik tadi!." jawab gavin berbohong, Jovinka melihat ke arah sang putri namun sayangnya seperti nya putri nya Grace tidak menyadari nya.


Grace yang melihat handphone menyadari jika sang mommy terus melihatnya namun ia memilih untuk tidak menatap kembali sang mommy. Gavin tersenyum kecil melihat sang mommy yang seperti nya masih tidak mempercayai nya.


Chaterine tidak bisa tenang jika dia belum mengerjai kakak-kakaknya mom." ujar Gavin mencoba untuk menyakinkan sang mommy, Jovinka yang mendengar nya tersenyum lebar. memang putri nya yang satu itu tidak akan bisa diam jika belum menjahili sang kakak, bahkan sebelum tidur pun putri nya itu juga masih sempat-sempatnya menjahili sang kakak. setelah itu ia baru bisa tidur dengan tenang.


"iya kamu benar, gadis kecil itu tidak akan bisa diam sebelum menjahili kita semua." jawab mommy Jovinka dan tersenyum kecil, ia kembali menatap wajah putra nya yang masih berjongkok di depan nya. mommy Jovinka mengusap kepala Gavin dengan lembut seperti ia sering lakukan saat putranya masih kecil.

__ADS_1


setelah selesai berbicara dengan mommy Jovinka, Gavin kembali duduk di samping Grace yang tengah sibuk dengan handphone miliknya. Grace merekam semua pembicaraan Gavin dengan mommy dan mengirimkan nya ke pada kakak mereka, jika saat mereka turun tidak pusing dengan alasan yang akan mereka berikan kepada mommy mereka, terutama sang adik yang saat ini masih belum juga sadarkan diri.


Grace tersenyum kecil saat melihat foto-foto nya saat bersama dengan Chaterine, adiknya itu seperti obat untuk mereka semua. saat mereka merasa lelah saat bekerja, mereka menjadi sangat senang dan rasa lelah mereka seketika hilang tanpa sisa saat melihat Chaterine menyambut kedatangan mereka saat pulang kerja.


Gavin yang melihat Grace sedang tersenyum menjadi sangat penasaran akan apa yang sedang di lihat sang kakak di handphone miliknya itu, Gavin ikut tersenyum saat melihat foto kebersamaan mereka saat berlibur bersama terakhir kalinya.


Gavin merasa jika sudah lama mereka tidak berlibur kembali dengan sang adik, Gavin sangat senang saat berlibur bersama dengan keluarga besar nya, terlebih lagi sang adik yang saat itu sangat senang saat berpergian ke Korea yang mana tempat yang selalu ia kunjungi.


Gavin semakin tersenyum lebar sesekali ia terkekeh kecil saat mengingat tingkah sang adik yang selalu saja bisa membuat mereka semua tertawa bersama, walau Chaterine selalu bersikap manja kepada kakak-kakaknya dan kedua orang tua mereka, Gavin tidak mempermasalahkan hal itu. justru ia sangat senang dengan sikap manja sang adiknya.


Axel yang melihat tingkah kedua anak nya yang tengah asyik dengan dunia nya sendiri merasa heran, apa yang sedang di lihat kedua anak nya sampai mereka cekikikan seperti itu. bahkan mereka sampai tidak sadar jika mereka sedang di perhatikan oleh semua orang yang berada di sana.

__ADS_1


Grace yang telah selesai melihat foto sang adik mengernyitkan keningnya saat menyadari tatapan semua orang, Grace berdehem untuk menghilangkan tawa nya yang entak mengapa tidak bisa ia berhenti kan. butuh beberapa kali Grace menarik nafas dalam-dalam agar lebih Rileks, Gavin yang juga sadar akan tatapan mereka mengubah kembali ekspresi wajah nya. begitu juga dengan Grace yang kembali berwajah datar.


__ADS_2