ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 128


__ADS_3

angel yang membuka dompet Chaterine membelalakkan matanya lebar-lebar, salah satu dari black card itu dia sih tahu dari siapa tapi yang dua lainnya.


"ini punya siapa?"tanya Angel dengan memegang tiga black card di tangan nya, Dion bahkan tersedak saat melihat istri kecil nya Leon memiliki tiga black card di dompetnya.


"yang ini dari kak Hayden dengan yang lainnya, dan yang ini dari Dady dan para kakak, dan yang satunya ini punya ku sendiri."jawab Chaterine dengan mengambil ketiga black card itu dari tangan angel, angel juga mengambil beberapa card lagi.


"lalu yang ini."


"ini punya ku, aku malas menggunakan black card, jadi tiap Minggu akan ada uang masuk ke sini. sedangkan yang punyaku yang ini uang dari perusahaan dan ada yang lainnya lagi."jawab nya dengan jujur, angel tercengang mendengar nya.


"setiap Minggu akan ada uang masuk ke sini."


"iya, udah lah jangan membahas nya lagi. ayo pergi sebelum tutup toko nya."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar dan memperhatikan wajah angel yang masih shock itu.


saat ingin pergi tiba-tiba Chaterine menghentikan langkahnya dan terdiam di tempatnya, angel yang melihat nya menepuk pundak Chaterine dengan kuat tapi sayang nya Chaterine masih saja diam.


"eumm, kita tidak jadi pergi saja. aku akan meminta Zee untuk membelikan nya saja."ujar Chaterine dengan kembali duduk di samping Leon, sedangkan mereka hanya saling pandang satu sama lainnya dan sesekali memperhatikan ekspresi wajah Chaterine yang terlihat seperti orang yang ketakutan.


"ada apa dengan mu?"tanya Dion


Chaterine tidak menjawab perkataan dari Dion, ia menghubungi seseorang dan memintanya untuk membelanjakan bahan masakan yang akan di masak besok.


"Zee, tolong kamu pergi ke supermarket dan beli semua bahan yang aku butuhkan. dan Zee berhati-hati lah, jangan sampai ada yang mengetahui identitas mu dan awasi dia untukku"ujar Chaterine dengan cepat, Zee yang mendengar suara Chaterine yang sedang ketakutan pun mengernyitkan keningnya. sekarang Zee tahu kenapa nona nya bisa takut seperti itu.


"baik Nona." setelah selesai Chaterine mengakhiri panggilan telepon nya dan memejamkan matanya sambil mengatur nafas.


"Chaterine are you okay?"


"aku baik-baik saja."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar,

__ADS_1


"kamu yakin?"tanya Angel dan mendapatkan anggukan kecil dari Chaterine, sepertinya ada sesuatu yang di rahasiakan oleh Chaterine dari mereka semua, Leon mengirimkan pesan kepada Alvin untuk meminta anggota Kings mencari tahu yang sebenarnya, dan ada apa di supermarket.


Chaterine menyadari jika saat ini dia sedang di lihatin banyak orang tetapi ia memilih untuk cuek saja dan berpura-pura sibuk dengan handphone nya.


setelah hampir satu jam Zee datang dengan pesanan Chaterine, Chaterine mengangkat sebelah alisnya saat melihat ada luka di wajah Zee saat ini.


"ada apa Dengan mu Zee?" tanya Chaterine dengan mengambil alih belanjanya.


"tidak ada apa-apa nona, ini hanya luka kecil saja."jawab Zee dengan sopan. angel yang baru melihat bawahan Chaterine tanpa topeng mengedipkan matanya beberapa kali, ia takut melihat wajah itu.


Leon yang melihat Zee tanpa topeng merasa cemburu dengan kedekatan antara Chaterine dengan zee, ia pikir anggota Chaterine orang yang sudah tua ternyata dia salah. bahkan yang nama nya Zee juga lumayan tampan.


"Chaterine, kamu ngambil di mana orang seperti dia?"tanya Angel, bahkan pandangan nya tidak lepas dari Zee. Chaterine yang melihat tatapan angel tertuju ke arah siapa dengan cepat menghalangi nya, apa sepupunya itu tidak sadar jika tunangan nya ingin menelan nya hidup-hidup.


"jangan menatap Zee ku seperti itu angel, atau ku Cong*Kel kedua matamu itu." ancam Chaterine, angel yang mendengar perkataan Chaterine yang sedikit mengganjal di pendengaran nya memilih untuk mengulang nya lagi.


"potong gaji, sana pulang. lain kali harus pakai topeng kalau mau kesini!"seru Chaterine dengan mendorong tubuh Zee agar segera keluar dari rumah.


"baik nona."


Chaterine tidak menanggapi perkataan dari angel tadi, ia lebih memilih untuk memeriksa belanjaannya dari pada menjawab pertanyaan dari angel


Chaterine mengambil setiap belanjaan nya di atas meja dan memastikan bahwa tidak ada belanjaan yang berkurang.


Chaterine terdiam saat melihat foto dirinya saat masih kecil bersama dengan sang kakek dan asisten pribadi sang kakek yang sudah ia anggap sebagai kakek kedua untuk nya.


Leon yang merasa ada hal janggal pada istrinya segera melihat apa yang ada di dalam tas tersebut, dan betapa terkejutnya saat melihat foto itu dengan penuh darah di wajah kedua kakek tersebut.


dan masih ada satu foto lagi, yaitu foto keluarga nya yang sudah di potong-potong tidak jelas bentuk nya.

__ADS_1


sepertinya Zee melupakan membereskan nya tadi.


Chaterine mengambil foto dirinya waktu kecil bersama dengan sang kakek dan membersihkan foto tersebut, Chaterine tersenyum kecil saat mengingat momen-momen saat mereka sedang asyik mengambil foto-foto itu.


setelah selesai, Chaterine memasukkan belanjaan nya kembali dan segera berjalan menuju dapur untuk menata kembalian belanjaan nya tadi.


"Chaterine, aku balik dulu ya!"seru angel sambil membereskan laptop miliknya.


"iya hati-hati di jalan." ujar Chaterine,


kini mereka sudah kembali di kamar mereka masing-masing, Leon yang baru masuk ke dalam kamar nya tersenyum lebar saat melihat sang istri sudah terlelap dalam tidur nya, Leon membaringkan tubuhnya di samping Chaterine dan menarik Chaterine ke dalam pelukannya, dan tidak butuh waktu lama Leon pun tertidur.


pagi harinya Chaterine terbangun terlebih dahulu dan merasakan berat di bagian perut nya, apa mungkin suaminya memeluk diri nya sepanjang malam tadi malam.


Chaterine dengan pelan-pelan melepaskan tangan Leon yang melingkar di perutnya, bukannya terlepas justru pelukannya semakin erat saja


"mau kemana sayang?"tanya Leon yang masih memejamkan matanya dan menarik Chaterine ke dalam pelukannya lagi.


"ke kamar mandi."jawab Chaterine dengan menggigit bibir bawahnya, Leon membuka matanya dan mendapati Chaterine yang tengah menunduk malu.


"morning kiss sayang."ujar Leon dengan mendekatkan bibirnya, Chaterine terdiam sesaat dan tiba-tiba saja.


cup


justru kini Leon yang terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang istri, Chaterine yang mendapatkan kesempatan segera melepaskan pelukannya dan berlari kecil menuju kamar mandi.


Leon tersenyum lebar melihat reaksi Chaterine yang tengah malu seperti tadi, setelah selesai Chaterine keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang sudah fress. Leon terus memperhatikan gerak-gerik yang dilakukan oleh Chaterine di depan nya.


"

__ADS_1


__ADS_2