ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 161


__ADS_3

"saat mereka membunuh kakek, mereka bahkan tidak memikirkan tentang perasaan ku, kenapa sekarang aku harus memikirkan tentang perasaan mereka."ujar Chaterine dengan marah, Leon segera membawa Chaterine ke dalam pelukannya.


"tenanglah sayang, angel hanya tidak ingin kamu menjadi pembunuh."ujar Leon mencoba untuk menenangkan Chaterine.


cukup lama Leon memeluk sang istri hingga Chaterine Lebih tenang, Chaterine melonggarkan sedikit pelukannya dan melihat ke arah Leon yang masih memeluknya.


"aku ingin ke rumah Hayden, bunny"ujar Chaterine dengan pelan.


"apa kamu ingin pergi sekarang?"tanya Leon.


"iya, ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kak Hayden."jawab Chaterine, Leon melepaskan pelukannya dan mencium kening Chaterine cukup lama.


"aku akan siapkan mobil untukmu."ujar Leon, dia tahu istrinya butuh waktu untuk sendiri saat ini.


"tidak perlu, aku akan mengirim kan pesan kepada kak Hayden saja."


"baiklah."


saat Leon melepaskan pelukannya, Chaterine menatap ke arah meja yang tadinya berisi makanan miliknya dan sekarang makanan itu justru sudah habis tak tersisa.


"kenapa kamu menghabiskan nya?"tanya Chaterine dengan kesal.


"siapa suruh kamu marah - marah tadi."jawab angel dengan enteng nya.


"angel percaya atau tidak aku akan memberikan mu racun suatu saat nanti."ancam Chaterine yang kembali kesal terhadap dengan angel.


"lakukan saja, kalau bisa sekarang saja biar aku tidak menikah sama buaya satu itu."ujar angel dengan menunjuk ke arah Dion.


Chaterine malas meladeni perdebatan kecil dengan angel, kini ia memilih untuk diam dan tidak berbicara.


"dari mana kamu tahu soal racun?" tanya Reynald sambil mengangkat sebelah alisnya saat melihat tingkah laku istri teman nya itu.


"kakek yang mengajari ku tentang jenis-jenis racun, kenapa?"


"kakek kamu!"


"Reynald, dia cucu dari kakek wilson." Reynald yang mendengar nya membelalakkan matanya lebar-lebar.


"bunny, kenapa semua teman kamu aneh semua, hanya kak Alvin saja yang tidak?"tanya Chaterine dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh mereka semua.


"kami mendengar nya Chaterine." ujar mereka bersamaan.


"mau berapa lama di sana?"tanya Leon, kali ini dia tidak akan ikut bersama dengan sang istri pergi.


"tergantung kak Hayden, mau melepaskan ku tidak nantinya."jawab Chaterine, di antara kakak angkatnya yang lainnya hanya Hayden yang paling susah untuk di ajak bernegosiasi, tidak seperti kakak-kakaknya yang mudah untuk di bujuk.


"kamu tidak ikut bunny?"


"tidak sayang, kamu bisa menghabiskan waktu mu bersama dengan mereka."


"yah, padahal aku ingin kamu ikut bunny."

__ADS_1


"lain kali saja sayang, bukan nya kamu juga ingin ke Jerman."


"iya tapi kan masih lama!"ujar Chaterine dengan malas, Leon terkekeh kecil melihat tingkah istrinya itu.


"setelah kamu pulang, kita akan langsung pergi ke Jerman sayang, aku tidak ingin Markus menemukan mu lagi." ujar Leon, Chaterine menyipitkan matanya saat mendengar perkataan leon


"kamu tidak akan membunuh kak Markus kan bunny?"tanya Chaterine penuh selidik.


"tidak sayang, aku hanya akan memberikan nya pelajaran sedikit karena sudah melukai mu."jawab Leon walau sebenarnya ia ingin sekali membunuh Markus saat ini.


"tapi bunny"


"tidak ada tapi-tapian sayang, aku hanya akan memukulnya sebentar saja dan tidak akan membunuh nya." ujar Leon dengan tersenyum paksa.


"baiklah, benar ya tidak membunuh nya."


"iya sayang, aku janji tidak akan membunuh nya."jawab Leon, Chaterine merasa lega mendengarnya.


"maaf tuan ada tamu."ujar kepala pelayan.


"bawa masuk."


"baik tuan." jawab kepala pelayan dan segera menghampiri tamu tuanya.


Chaterine yang mendengar langkah kaki menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum senang saat melihat siapa yang datang.


"kak Hayden."panggil Chaterine dan berlari untuk memeluk kakak angkatnya.


"hai sayang, kakak merindukan mu."ujar Hayden dengan membalas pelukan sang adik yang selama ini dia rindukan.


"apa kabar tuan muda Hayden?"tanya Leon sambil mengulurkan tangannya.


"tuan muda apanya, sekarang kamu sudah menikah dengan adik saya, bagaimana bisa kamu memanggil ku seperti itu."jawab Hayden dengan memeluk Leon dengan sekilas.


"panggil saja seperti Chaterine,"timpalnya


"kakak tidak kerja!"seru Chaterine sambil duduk di samping Hayden dan mengabaikan keberadaan Leon.


"kakak pulang cepat untuk menjemput adik kecil kakak."ujar Hayden sambil mencubit dagu Chaterine dengan gemas.


"apa kamu sudah bertemu dengan yang lainnya?"tanya Hayden kepada Leon.


"iya, tadi pagi kami bertemu dengan mereka semua."


"sayang, apa kamu tidak ingin ambil barang-barang mu yang akan kamu bawa?."


"ah aku lupa, aku mau ambil tas dulu." jawab Chaterine dan segera berlalu pergi.


"Markus sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang sedang mencari keberadaan Chaterine, dia juga sudah tahu jika Chaterine sudah menikah." ujar Hayden dan seperti tebakan nya jika mereka belum tahu kabar ini.


"untuk sementara waktu aku titipkan Chaterine kepada kakak ipar."ujar Leon, Hayden menghela nafas saat sadar apa yang akan di lakukan oleh suami adiknya ini.

__ADS_1


"berhati-hatilah saat berurusan dengan nya, Markus bukan orang yang sederhana dia memiliki banyak trik licik, hanya itu yang bisa aku katakan kepada mu."


"apakah Markus terluka ada hubungan nya dengan mereka?"tanya Leon, Hayden yang tahu arah pembicaraan Leon mengangguk kan kepala nya.


"iya, Nile bersama dengan yang lainnya yang melakukannya, sejak kecil mereka paling tidak suka melihat Chaterine sakit ataupun menangis. saat mereka mengetahui jika Markus menculik Chaterine dan membuat Chaterine trauma, mereka menyalahkan diri mereka sendiri dan bahkan mereka melukai diri mereka sendiri."


"sekarang aku tahu kenapa mereka bisa bersikap tegas saat ada yang melukai Chaterine."


"apa kamu tidak cemburu saat Chaterine bermanja-manja dengan mereka?"tanya Hayden dengan penasaran.


"tentu saja cemburu, bahkan dengan kakak kandung nya saja terkadang merasa cemburu."jawab Leon dengan jujur, angel menggelengkan kepalanya mendengar nya.


"hahaha..... Chaterine memang manja dengan kami dari kecil, terlebih lagi dengan Nile. tapi tenanglah mereka menyayangi Chaterine sebagai adik mereka saja tidak lebih.


mereka memang akan memasang wajah tidak suka terhadap orang yang baru mereka temui, terlebih lagi kamu mengambil adik kesayangannya mereka begitu saja itu membuat mereka kesal dan marah."


"kak Hayden"panggil Chaterine dengan berlari kecil menuruni anak tangga.


"jangan berlarian sayang, nanti kamu bisa terjatuh."ujar Leon, Chaterine menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal saat mendengar Leon menegur nya.


"hehe... maaf bunny."ujar Chaterine dengan cengengesan. kini tatapan nya beralih menatap ke arah dion.


"kak Dion bisa kita berbicara sebentar."ujar Chaterine, Dion mengangguk kan kepalanya, sebelum pergi Chaterine berbalik dan sudah melihat angel dan Hans berdiri.


"jangan ada yang mengikuti kami."timpalnya dengan tatapan tajam,


mereka berdua akhirnya pergi mencari tempat yang sepi dan tanpa gangguan karena ada yang ingin di bahas oleh Chaterine kepada Dion.


"kak Dion tahu kan apa yang ingin aku sampaikan kepada kakak?"tanya Chaterine setelah merasa cukup aman dan tidak ada gangguan sama sekali.


"aku masih tidak percaya, anak kecil itu adalah kamu. jika aku tidak sengaja melihat foto masa kecil mu mungkin aku tidak akan pernah mengenali mu lagi."ujar Dion dengan menatap wajah Chaterine dengan seksama. ya Dion sebenarnya sudah pernah bertemu dengan Chaterine waktu usia sebelas tahun di London.


flashback saat Chaterine berusia sebelas tahun.


.


.


.


.


.


.


.


seorang anak laki-laki yang menghampiri seorang gadis kecil yang berjongkok di taman sendirian. karena merasa kasihan akhirnya Dion menghampiri gadis kecil itu.


"kenapa kamu duduk di sini?"tanya Dion yang waktu itu baru berusia enam belas tahun.

__ADS_1


"kakak aku ke tinggalan bus sekolah, aku di sini sedang tour dan barang-barang ku ketinggalan di dalam bus."ujar Chaterine kecil dengan sedih.


"apa kamu masih ingat dengan ciri-ciri bus itu?"tanya dion, Chaterine mengangguk kan kepalanya dan menceritakan sedetail itu kepada Dion.


__ADS_2