
"Chaterine berhenti, atau kakak akan mematahkan kaki mu?." ancam julio kepada Chaterine, sedangkan Chaterine masih berlari-lari sambil tertawa.
"tidak mau.jawab Chaterine dengan tertawa, Samuel yang sudah pusing melihat kedua adik nya pun, segera menarik Chaterine ke dalam pelukan nya.
Chaterine yang tiba-tiba di tarik pun terkejut, namun beberapa detik kemudian Chaterine membalas pelukan hangat dari sang kakak. samuel menarik telinga adik nya dengan pelan, ia sendiri sudah sangat kesal dengan kejahilannya Chaterine selama ini.
"gadis nakal, baru bangun sudah menjahili kakak-kakak kamu hmmm, bagaimana kakak harus menghukum sekarang?." ujar Samuel dengan menjajarkan tubuh nya dengan sang adik, dan menatap dalam mata sang adik.
"karena Chaterine sangat rindu menjahili kakak." jawab Chaterine dengan kembali memeluk tubuh Samuel dengan erat.
"bisa-bisa nya kamu mencari alasan seperti itu hmm." ujar Julio yang ingin sekali menarik telinga adiknya itu, sebelum terkena cubitan dari sang kakak, Chaterine bersembunyi di belakang tubuh Samuel dan mengerucutkan bibirnya.
"kakak! lihatlah kak Julio dia terus saja mengganggu ku." adu Chaterine dengan bersembunyi, dan hanya wajah nya yang kelihatan. sedangkan Julio tersenyum kecil, adiknya ini benar-benar bisa membalikkan keadaan nya.
Julio pun berjalan menjauh dari sang kakak dan adiknya, namun sebelum benar-benar jauh, Chaterine segera berlari ke arah nya dan memeluk nya dengan erat.
"maafin Chaterine ya kak!." ujar Chaterine dengan memeluk tubuh Julio dengan sangat erat, Julio melepaskan pelukannya dan menatap wajah Chaterine cukup lama, setelah itu ia mengusap kepala Chaterine dengan tersenyum lebar. dan mengangguk kan kepala nya.
"apa kamu sedang sakit sayang?." tanya Julio yang memperhatikan tubuh adiknya dengan seksama.
__ADS_1
"tidak kak, Chaterine hanya merasa mengantuk saja." jawab Chaterine jujur dan mencium pipi sang kakak, dan berjalan menuju kedua kakak nya yang tengah menatapnya begitu juga dengan kedua orang tua nya.
"pagi kak Gavin, kak grace!." panggil Chaterine dan berhamburan ke dalam pelukan mereka.
"pagi sayang, kamu ini ya hmm... keterlaluan." jawab gavin dan Grace mereka sangat kompak menarik telinga adik nya yang suka jahil itu.
"maaf kak Chaterine salah, tolong lepaskan kak, telinga Chaterine sakit. ini karena Chaterine yang terlalu nakal." ujar Chaterine dengan meringis saat merasakan tarikan di kedua telinga nya, Grace dan Gavin yang mendengar nya segera melepaskan telinga Chaterine yang merah karena mereka.
"sekarang kamu sudah sadar jika kamu ini sangat nakal hmm." ujar Dady Axel dengan menarik hidung putrinya, ia sudah terlalu lama merindukan sosok putri nya yang sekarang.
"Dady, sakit." keluh Chaterine saat sang Dady menarik hidung nya, "mom, Dady menindas ku." adu Chaterine kepada mommy Jovinka yang tengah duduk sambil memperhatikan nya.
"kalian ini benar-benar membuat malu saja, apa kalian lupa jika disini sedang ada tamu hah" seru mommy Jovinka dan berhasil membuat mereka terdiam, mereka memang lebih menurut jika sang mommy sudah berbicara seperti itu.
"dad, nanti Chaterine mau pergi jalan-jalan bersama beberapa anak-anak kampus ya" ujar Chaterine yang masih memeluk mommy nya, bahkan Chaterine menyembunyikan kepalanya di bahu sang mommy.
sedangkan Leon tersenyum kecil melihat tingkah calon tunangannya itu, menurutnya sangat lucu melihat Chaterine yang tengah bertingkah seperti anak kecil.
"apa ada pria nanti nya sayang?." tanya Samuel dengan nada tidak suka, saat mendengar perkataan dari adik nya itu.
__ADS_1
"tentu saja ada kak, bahkan dosen killer juga ikut dengan kami nanti." jawab Chaterine dengan tenang dan jujur
"memang nya mau jalan-jalan kemana sayang? kok sampai dosen kamu ikut." tanya Dady Axel dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut,
"eumm seperti ke tempat permainan di outdoor dad, Chaterine kurang tahu sih." jawab Chaterine yang menyudahi kegiatan nya tadi.
"boleh ya Dady, kak." izin Chaterine dengan memelas menatap wajah Dady Axel dan kakaknya Secara bergantian.sedangkan itu Dady Axel mengangguk kan kepala sebagai jawaban nya, Chaterine yang mendengar nya pun tersenyum lebar dan mencium pipi sang Dady nya.
"terima kasih Dady." ujar Chaterine dengan memeluk tubuh sang Dady dengan erat.
"sama-sama sayang."ujar Dady Axel dengan lembut, sedangkan kakak-kakaknya terkekeh kecil melihat reaksi dari sang adik.
"berangkat jam berapa nanti!." tanya Dady Axel, dan Chaterine menatap kearah jam tangan nya dan ia terkejut saat melihat jam berapa saat ini, ia harus segera bersiap atau akan tertinggal nantinya.
Chaterine segera berlari menuju kamarnya, ia tidak peduli dengan panggilan dari sang Dady yang saat ini sedang memanggil nya. saat Chaterine hampir sampai di kamar nya ia kembali turun dengan wajah yang cemberut.
Dady Axel yang melihat putri nya yang sedang cemberut pun terkekeh kecil, ia mengusap kepala Chaterine dengan lembut. ia bertanya kepada Chaterine, ia penasaran apa yang membuat putri nya cemberut seperti ini.
"ada apa sayang? kok tidak jadi siap-siap"ujar Dady yang bingung dengan putri nya ini.
__ADS_1
"batal dad, tidak jadi pergi "jawab Chaterine dengan memanyunkan bibirnya, ia baru dapat notifikasi dari teman kampus nya jika acara mereka di tunda untuk sementara.
"kok bisa." tanya Dady Axel dengan lembut, sedangkan Chaterine mengedikkan bahu nya tanda tak tahu. ia kembali fokus dengan handphone yang berada di tangan mya