
di saat mereka dengan kondisi Chaterine yang saat ini mereka masih belum bisa mendapatkan penawar racun itu membuat mereka semua khawatir, dan tanpa mereka sadari jika saat ini Chaterine sudah sadar dari pingsannya.
Chaterine menatap ke sekeliling nya dan mencium aroma obat-obatan di ruangan itu membuatnya sedikit tidak nyaman, ia segera bangun dan melepaskan selang infus yang berada di tangannya, ia berjalan perlahan menuju pintu keluar dari ruangan itu.
"sepertinya dia berhasil memberikan ku penawar racun itu, semoga saja racun itu benar-benar hilang."gumam Chaterine pelan dan berjalan dengan tertatih-tatih, ia memegang gagang pintu dan membuka pintunya membuat semua orang yang berada di luar terkejut dengan kemunculan dari Chaterine.
"sayang kamu sudah sadar, apa ada yang sakit sayang?." tanya Dady Axel dengan memeluk tubuh Chaterine ia juga mencium kening putri nya.
"tidak dad, Chaterine baik-baik saja. ayo pulang Dady, Chaterine tidak suka di sini."jawab Chaterine dengan pelan.
"tapi sayang keadaan kamu belum benar-benar pulih lho." seru mommy Jovinka saat mendengar keinginan putrinya, putri nya yang satu ini selalu membuat nya khawatir.
"Chaterine sudah lebih baik mom, mom kan tahu Chaterine tidak suka di rumah sakit." ujar Chaterine dengan lembut dan memanyunkan bibirnya saat keinginan tidak segera di penuhi oleh orang tua nya.
"baiklah kakak akan mengurus administrasi nya dulu,"seru Samuel dengan kekehan kecil saat melihat wajah Chaterine yang tengah cemberut.
"iya"jawab Chaterine dengan antusias, sedang kan yang lainnya menggelengkan kepalanya saat melihat raut bahagia di wajah Chaterine.
"ayo masuk ke dalam lagi sayang,"ujar mommy Jovinka dengan menarik pelan tangan Chaterine yang masih berdiri di ambang pintu.
"tidak mom, Chaterine tidak suka dengan baunya." secepat kilat Chaterine? segera duduk di kursi tunggu di depan ruangan nya, dan ia duduk di samping Julio.
mommy Jovinka hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Putri nya yang susah di atur itu, ia ikut duduk di samping putri nya dan mengusap kepala Chaterine dengan kasih sayang.
Chaterine memejamkan mata nya dengan menyenderkan kepalanya di bahu sang kakak, detik kemudian Chaterine membuka matanya saat merasakan seperti ada seseorang yang tengah mengawasi mereka dari kejauhan.
__ADS_1
Chaterine menatap ke sekeliling nya dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan, mungkin semua orang tidak terlalu memperhatikan ekspresi wajah Chaterine yang tiba-tiba berubah, tapi sayang nya justru angel, Leon dan Alvin melihat itu dan membuat mereka saling pandang.
saat tengah sibuk mencari-cari, tiba-tiba tatapan nya menangkap seseorang yang tengah melihat ke arah nya dari ujung lorong, Chaterine menyipitkan matanya dan melihat ada senjata juga di tangan orang itu.
"eum mom, Chaterine ke toilet dulu ya." izin Chaterine tatapan mata nya yang masih fokus kepada orang yang tengah menatap keluarga. tanpa Chaterine sadari angel dan Leon dkk sudah pergi terlebih dahulu,
"hati-hati ya sayang,"ujar mommy Jovinka yang masih mengkhawatirkan keadaan putrinya saat ini.
"iya mom"jawab Chaterine dengan tersenyum, setelah itu Chaterine berjalan menuju ke arah orang yang tengah bersembunyi di balik tembok rumah sakit itu.
Chaterine berjalan pelan-pelan dan seolah-olah tidak mengetahui keberadaan orang itu, dari kejauhan angel terus menatap Chaterine dengan serius begitu juga dengan yang lainnya.
setelah melewati orang itu, Chaterine segera menendang orang itu agar lebih ke dalam lagi, angel dengan yang lainnya terkejut melihat apa yang tengah di lakukan oleh Chaterine, ia segera berlari ke arah Chaterine dengan keadaan cemas.
"Chaterine,apa yang sedang kamu lakukan?." tanya Angel saat di dekat Chaterine, ia menatap ke bawah untuk memastikan orang itu tidak terluka parah.
"kamu akan mengetahui nya suatu saat nanti, siapa yang meminta ku datang ke sini dan jangan harap aku mengatakan nya?" jawab pria misterius itu dengan menatap sinis ke arah Chaterine.
Chaterine melepaskan orang itu dan membiarkan nya berdiri, tapi tiba-tiba Chaterine kembali memukul nya dengan sangat brutal dan bahkan membuat, angel, Leon, Alvin, Dion, Hans, dan david menganga di buatnya.
"apa menurutmu aku akan membiarkan mu pergi begitu saja hmm?" seru Chaterine menyeringai menatap ke arah lawannya, ia merasa tertantang jika ada yang berani berbicara dengan nya dengan nada seperti orang itu.
"aku juga tidak akan membiarkan kalian semua keluar dari sini dalam keadaan utuh."bentak pria itu saat melihat melihat Chaterine memandang rendah diri nya.
"hahah, uhh aku takut, apa aku harus menangis sekarang ini." ujar Chaterine dengan tertawa kecil, ia kembali menatap wajah pria itu dengan tajam dan kembali memukul orang itu sampai tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Chaterine menuju pria itu yang sudah tidak sadarkan diri, ia mencari sesuatu di dalam saku baju nya. untuk mengetahui siapa yang sudah meminta pria itu untuk mengawasi keluarganya. tapi sayang tidak ada bukti dan bahkan hanya ada nomer ponsel yang di private yang menelepon orang itu.
Chaterine menghancurkan handphonenya itu dengan membanting dan menginjak nya, lalu ia mencari sesuatu di saku bajunya dan memberikan nya kepada orang itu.
"kalau aku sedang tidak terburu-buru, tentu aku bermain-main dengan mu terlebih dahulu."gumam Chaterine kecil dengan nada datar nya.
Chaterine membalikkan badannya menghadap sepupunya yang tengah berdiri mematung di depan nya, Chaterine bersikap acuh seperti tidak ada yang terjadi tadi.
"kamu baik-baik saja Chaterine?"tanya Leon, ia menarik tangan Chaterine dan membawanya ke dalam pelukan nya. ia benar-benar khawatir dengan keadaan Chaterine tadi.
"ka ka kamu be be benar-benar bi bi bisa be be bela di di diri Cha Chaterine,"tanya Chaterine dengan gagap, Chaterine yang mendengar nya melepaskan pelukan Leon kepada nya,
"bukan kah aku sudah mengatakan nya tadi pagi di kampus angel,"jawab Chaterine dengan lembut, ia kembali menatap ke arah Leon yang masih memeluk tubuh nya dari belakang.
"aku pikir kamu bercanda saja tadi pagi!" seru angel yang benar-benar tidak menyangka jika Chaterine bisa bela diri, sepertinya ia benar-benar masih belum mengenal baik sepupunya.
"aku tidak bercanda, dan kamu cepat lepaskan tangan mu dari ku!" ujar Chaterine dengan menunjuk tangan Leon yang masih melingkar di perut nya.
Leon hanya tersenyum saat mendengar perkataan dari Chaterine, ia tidak peduli lagi jika Chaterine masih marah kepada nya.
Chaterine yang melihat Leon tak segera melepaskan pelukannya, ia mencubit perut Leon dengan cukup kuat, dan membuat sang empu nya meringis kesakitan.
"apa kamu tahu sayang? ini namanya kekerasan dalam rumah tangga sayang" ujar Leon dengan mengusap perut yang di cubit oleh Chaterine.
"tolong di garis bawahi tuan muda Leon, kita belum menikah dan ingat itu baik-baik." jawab Chaterine dengan tersenyum kemenangan.
__ADS_1