ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 104


__ADS_3

"Dady, mommy, kakak.... aku pulang."teriak Chaterine, Leon menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Chaterine yang seperti anak kecil.


"kenapa Dady seperti mendengar suara adik kalian?" tanya Axel dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan nya, Samuel berpikir jika tidak mungkin bagi mereka mendengar kan suara Chaterine secara bersamaan.


"seperti nya telinga angel rusak, bisa-bisa nya aku mendengar suara Chaterine." keluh angel, tapi lagi-lagi mereka di kejutkan dengan suara Chaterine dari arah belakang mereka semua.


"Dady." teriak Chaterine dan berlari kecil ke arah sang dady, Axel yang melihat putri kecilnya pulang tentu saja bahagia, tapi juga masih merasa marah kepada putri nya yang nekat pergi malam itu.


Chaterine berhamburan memeluk tubuh sang Dady, Axel membalas pelukan dari putri kecilnya yang ia rindukan.


"anak nakal."ujar nya setelah melepaskan pelukannya dan menarik telinga putri nya bentuk dari kekesalan nya selama enam bulan ini.


"sakit dad.... telinga Chaterine bisa putus nanti." keluh Chaterine dengan memegangi tangan sang Dady yang masih menarik telinga nya.


"bagaimana dengan kabar kamu sayang?"


"Chaterine baik-baik saja dad, maaf... Chaterine pergi tanpa pamit. tapi jika pamit pun Dady pasti memberikan izin dan terpaksa deh Chaterine kabur." jawab nya dengan cengengesan, ingin rasanya kakak-kakaknya memukul kepala sang adik, bisa-bisa nya dia berbicara seperti itu dengan santainya.apa dia tidak tahu kalau selama ini mereka mencari dan mengkhawatirkan nya di luar sana.


"sayang, kamu benar-benar pulang." ujar mommy Jovinka dengan senang, Axel dan anak-anaknya saling pandang satu sama lainnya.

__ADS_1


"tentu saja, sesuai janji Chaterine sama mommy." jawab Chaterine yang keceplosan dan dengan cepat ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat


"kamu tahu dari awal jika putri kita pergi dari rumah sayang?" tanya Axel dengan menatap tajam ke arah sang istri, walau dari obrolan mereka sudah bisa di simpulkan jika selama ini istrinya tahu tentang ini semua.


"tentu saja aku tahu, bahkan para bodyguard juga tahu dan membiarkan nya pergi malam itu." jawab mommy Jovinka dengan santai dan menarik tangan putri nya. Axel yang mendengar perkataan dari sang istri tentu saja marah dan menatap tajam ke arah putri dan istrinya yang tengah asyik mengobrol sendiri.


"bukan hanya mommy saja yang tahu, aku juga tahu!" seru Yura dari arah dapur, memang benar ia tahu malam itu dan memilih diam. dia ingin suami nya tahu jika Chaterine juga bisa nekat.


"kak Yura, aku kangen!" seru Chaterine dan berhambur memeluk tubuh kakak iparnya,Yura membalas pelukan nya dengan erat. walau malam itu dia merindukan sang adik tapi ia membiarkan sang adik memilih jalan nya sendiri.


"kakak pikir kamu akan kabur selama satu tahun sayang."ujar Yura sedangkan sang suami melotot kearah nya, Yura mengabaikan tatapan dari sang suami.


"apa perlu kita menikah kan Chaterine sekarang juga dad,?"tanya Samuel dengan dingin, Chaterine yang mendengar nya memberikan tatapan tajam kepada sang kakak.


"ide yang bagus son."timpal Dady Axel dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari putri nya.


"huh... nyesel Chaterine pulang, lebih baik tetap di sana, setidaknya di sana Chaterine bisa bersenang-senang bersama laki-laki yang tidak berwajah datar dan dingin seperti kakak dan Dady."ujar Chaterine dengan sengaja, memang benar selama di sana dia selalu berjalan-jalan di pantai dan banyak sekali turis mancanegara.


Samuel yang mendengar perkataan dari sang adik berjalan dengan cepat ke arah sang adik, lihat bagaimana dia akan membereskan adik nya yang susah di atur itu, Chaterine yang melihat sang kakak berjalan ke arah nya mengambil langkah seribu.

__ADS_1


"berhenti di tempat mu atau kakak akan mematahkan kaki kamu nanti."perintah Sam dengan nada dingin, ia berlari ke arah manapun adiknya pergi.


"tidak mau, kakak nyebelin. bleeeer," ujar Chaterine sambil menjulurkan lidahnya dan terus berlari ke sana kemari untuk menghindari sang kakak.


Samuel yang melihat adiknya tengah mengejek nya, menambah kecepatan berlari nya. adiknya ini memang minta di hukum sepertinya, sedangkan Leon tersenyum kecil melihat tingkah Chaterine yang tengah berlarian ke sana kemari.


saat Chaterine berada di dekat nya dengan segera ia menarik tangan Chaterine dan memeluknya erat,


"mau kemana hmm?" tanya Samuel, setelah di depan sang adik ia menarik telinga sang adik begitu kuat.


"sakit kak," teriak Chaterine


"bicara apa tadi hmm.?" tanya nya lagi dengan masih menarik telinga Chaterine di depan semua orang, untuk kali ini ia tidak akan luluh dengan sang adik.


"semua yang aku katakan tadi benar adanya kak, sekali-kali lihat yang tidak dingin dan datar apa salahnya." jawab Chaterine tidak mau salah dengan sang kakak.


"salah,"


"sakit kak, telinga Chaterine benar-benar akan putus jika kakak tidak melepaskan nya."ujar Chaterine, Samuel yang melihat telinga sang adik yang sudah merah segera melepaskan nya dan kembali duduk.

__ADS_1


Chaterine mengusap telinga nya yang terasa sakit dan perih akibat sang kakak, memang pantang berbicara seperti itu di depan sang kakak.


__ADS_2