
Chaterine di buat bingung dengan apa yang di lakukan oleh Alvin, sebelum benar-benar tertutup. Alvin melihat ke arah Chaterine yang tengah menatapnya penuh kebingungan.
Leon yang melihat sekat penghalang itu sudah tertutup sempurna, ia segera menarik tangan Chaterine hingga membuat Chaterine menabrak dada bidang nya. Chaterine mendongak menatap ke arah Leon dengan mengusap pelan hidung nya yang terasa sedikit sakit.
Leon mengangkat tubuh Chaterine dan mendudukkan nya dipangkunya, Leon memeluk pinggang ramping Chaterine dan membelai pipi Chaterine dengan lembut. Chaterine yang masih terkejut pun memilih untuk diam dan menatap wajah Leon sangat lama.
kini pandangan Leon tertuju pada bibir ranum milik Chaterine yan berwarna merah muda alami, bahkan walau Chaterine tidak memakai makeup sekalipun tetap cantik di mata Leon.
Leon menahan tengkuk leher Chaterine dan mencium bibir Chaterine dan menyesapnya pelan, Chaterine memejamkan mata nya dengan mengalungkan tangannya ke leher Leon. saat menyadari jika Chaterine mulai tidak bisa bernafas, Leon melepaskan ciuman mereka.
Leon mengusap bibir Chaterine yang basah karena nya, ia tersenyum lebar saat melihat Chaterine menunduk malu.
Leon meraih dagu Chaterine agar menatapnya kembali, namun Chaterine segera menenggelamkan wajahnya di dada bidang Leon, sedang kan Leon tertawa kecil melihat nya.
"apa kamu malu hmm."bisik Leon tepat di telinga Chaterine, dan membuat Chaterine mengangguk kan kepala nya dengan cepat. Leon semakin bersemangat untuk menggoda calon tunangannya itu, mungkin ini akan menjadi kebiasaan baru untuk nya mulai hari ini.
"kita bisa melakukan nya lagi jika kamu menginginkan nya." bisik Leon kembali dan berhasil membuat Chaterine semakin malu, bahkan Chaterine sampai menutup wajah nya dengan kedua tangannya, dan itu berhasil membuat Leon tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Chaterine,
__ADS_1
Leon memeluk erat tubuh Chaterine saat ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang nya dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut.
Alvin yang mendengar tawa dari Leon hanya menggeleng kan kepalanya, yang satu suka sekali menggoda dan yang satu nya sangat pemalu, sungguh pasangan yang serasi pikir nya.
Chaterine yang mendengar tawa Leon menjadi cemberut, kemudian ia mencubit dada bidang Leon namu sayangnya itu tidak membuat Leon merasakan sakit, justru Leon merasa geli karet ulah calon tunangannya ini
Leon menangkup wajah Chaterine dan berhenti tertawa, ia memandang Chaterine dengan dalam dan tersenyum lebar. kemudian Leon mencium bibir Chaterine dengan singkat dan membuat Chaterine kembali malu.
"ayo turun sayang, kita sudah sampai." ujar Leon, Chaterine sempat membeku mendengar panggilan sayang dari Leon, namun setelah sadar dari terkejutan nya ia segera turun dari mobil yang sudah di buka oleh Leon sebelum nya.
ia berjalan menuju ke arah Chaterine dan merengkuh pinggang ramping Chaterine.
Chaterine kembali terkejut dengan apa yang di lakukan oleh leon, sedangkan Alvin menggeleng kan kepala nya saat melihat pemandangan yang ada di depan nya. mungkin saat bersama dengan mereka akan menjadi hiburan tersendiri untuk Alvin.
Leon dan Chaterine berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Alvin di belakang nya, Leon masih setia memeluk pinggang ramping Chaterine dan berjalan santai untuk masuk, lain hal nya Chaterine yang sekarang sedang malu karena menjadi sorotan mata orang yang berada di dalam butik ternama itu.
saat mereka masuk kedalam butik, mereka di sambut ramah oleh pekerja di
__ADS_1
sana dan pemilik butik itu sendiri. mama Stella sangat bahagia saat melihat kedatangan putra dan calon menantu nya.
mama Stella menarik tangan Chaterine dan memeluk tubuh Chaterine, bahkan mama Stella juga mencium pipi Chaterine. walaupun kesal dengan sang mama yang tiba-tiba menarik Chaterine dari pelukannya, tidak dapat di pungkiri jika Leon juga sangat bahagia melihat kedekatan Chaterine dengan mama nya.
"kenapa lama datang nya?" tanya mama Stella dengan membawa Chaterine untuk duduk di samping nya, Leon mendengus kesal saat ia di lupakan oleh mama nya sendiri. ia berjalan ke arah Chaterine dan duduk di samping nya.
"maaf aunty tadi Chaterine masih ada kelas." jawab Chaterine yang tidak enak membuat mama Stella menunggu kedatangan nya,mama Stella tersenyum lebar mendengar perkataan dari Chaterine.
"tidak apa-apa sayang"jawab mama Stella dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut, ia beralih menatap putra nya. ia tahu jika mereka lama bukan karena Chaterine yang masih ada kelas, tapi putra nya yang meminta supir nya jalan pelan.
Leon tersenyum kikuk saat menyadari tatapan mata dari sang mama, ia menggaruk tengkuknya dan mengalihkan pandangan nya ke arah yang lainnya.
Alvin hanya bisa menahan tawanya saat melihat sahabat nya ini salah tingkah di tatap sang mama.
mama Stella membawa Chaterine ke salah satu ruangan di dalam butik, di sana banyak koleksi gaun yang elegan dan cantik. tentu saja harga di gaun itu tidak lah murah, pemilik butik itu sangat senang karena di datangi oleh salah satu orang terpengaruh di kota mereka. ada yang memandang Chaterine dengan tatapan menghujat dan merasa jijik dengan penampilan Chaterine saat ini, mereka bahkan menganggap Chaterine sangat beruntung.
jika seandainya mereka tahu jika Chaterine adalah salah satu putri dari salah satu orang terpengaruh di kota mereka mungkin akan terdiam dan tidak berani mencemooh nya saat ini. Chaterine sendiri tidak ambil pusing dengan tatapan yang mereka berikan untuk nya. itu sudah biasa untuk nya.
__ADS_1