
"bagaimana tidurnya tadi malam sayang, nyenyak?"tanya mama Stella
"bukan kah sudah jelas ya aunty, tidurnya sangat nyenyak sampai bangun hampir makan siang." jawab Dion, Chaterine yang mendengar nya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya.
"jangan mengganggu menantu mama."ujar mama Stella saat melihat menantunya bertambah malu karena perkataan dari Dion.
Dion yang mendapatkan pelototan dari aunty memilih diam begitu juga dengan yang lainnya.
"jangan dengerin omongan mereka sayang, kalian makan saja duluan sayang."timpal papa Ludwig yang terkekeh kecil melihat wajah Chaterine yang sedang merona merah.
"eumm nanti saja bersama dengan papa dan mama."ujar Chaterine dengan suara pelan, mama Stella tentu saja senang saat Chaterine memanggilnya dengan mama.
"kalau begitu duduklah sayang, ada yang ingin papa bicarakan dengan mu." ujar papa Ludwig, memang ada hal yang harus di katakan oleh menantunya saat ini, Chaterine duduk di dekat kedua orang tua Leon. sedangkan Leon cemberut melihat sang istri yang memilih duduk di dekat kedua orang tuanya dari pada diri nya.
"ada apa pa?"tanya Chaterine, kemudian melirik ke arah Leon yang sedang memasang wajah cemberut. Chaterine tertawa kecil melihatnya,
"apa kamu ingin kuliah lagi sayang?" tanya papa Ludwig, Leon yang mendengar nya seketika menatap wajah sang papa. bukannya mereka semua sudah tahu ya jika Chaterine sudah lulus kuliah tapi kenapa tiba-tiba saja papa nya menanyakan hal itu.
Chaterine melihat ke arah Leon yang seperti nya juga ingin mendengarkan jawaban dari nya.
"eumm sepertinya tidak pa?"jawab Chaterine, karena keluarga nya sudah mengetahui identitas diri nya. sepertinya ia tidak perlu kuliah lagi.
"kenapa sayang? apa kamu takut dengan suami mu sayang?"tanya Ludwig, ia memperhatikan Chaterine saat ingin menjawabnya melihat ke arah Leon terlebih dahulu.
"tidak pa, eumm Chaterine ingin lebih fokus pada pekerjaan Chaterine yang selama ini sudah lama Chaterine bangun."jawab Chaterine dengan tersenyum manis, dia tidak mungkin selalu menyerah kan pekerjaan nya kepada bawahan nya saja.
"perusahaan."tebak Alvin dan mendapatkan anggukan kepala dari Chaterine, memang sudah saat nya ia kembali ke perusahaan nya.
"apa kamu yakin sayang tidak ingin kuliah lagi?."tanya nya lagi, ia ingin memastikan pilihan dari menantu nya.
__ADS_1
"iya pa, nanti Chaterine sendiri yang akan berbicara dengan Dady, uncle dan kakak."jawab Chaterine dengan tegas dan tentu saja ia tahu sifat mereka masing-masing, Leon yang mendengar nya tersenyum lebar. ia sendiri tidak masalah jika istri nya masih ingin kuliah atau pun kerja.
"perusahaan kamu ada di negara mana sayang ?"tanya mama Stella dengan penasaran, apa lagi menantu nya pernah pergi dari rumah selama enam bulan lamanya.
"di Jerman ma, Chaterine hanya meneruskan usaha kakek yang hampir bangkrut saat kakek tiada." jawab Chaterine, dia terlihat tidak senang saat melihat handphone miliknya bergetar.
"apa ada hubungan nya saat kabur dari rumah ke Jerman sayang?" tanya Ludwig, ia sedikit memahami Chaterine sekarang,
"iya pa, waktu itu perusahaan dalam keadaan kacau dan mau tidak mau Chaterine harus kesana untuk menyelesaikan pekerjaan itu sendiri. jadi ya Chaterine kabur dari rumah saat Dady tidak memberikan izin." jawab Chaterine dengan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
"ternyata kakak ipar orang nya nekat juga ya!"seru Juno, Chaterine yang mendengar tersenyum kikuk.
"Hanya sekali itu saja."jawab nya, Leon yang mendengar nya menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"aku ingin angkat telepon dulu." timpal nya, Leon segera menahan pergelangan tangan Chaterine dan menariknya agar duduk kembali bersama dengan mereka.
"hallo nona,"sapa seseorang dari seberang telepon,
"ada apa?" tanya Chaterine dengan dingin, Leon bisa melihat dengan jelas perubahan ekspresi wajah Chaterine yang begitu cepat.
"...."
"..."
"bawa ke sini saja."jawab Chaterine dan memutuskan panggilan telepon nya secara sepihak.
"siapa" tanya Leon dengan menyelipkan rambut Chaterine ke belakang telinga nya, tiba-tiba saja Hans tersedak minuman nya.
"Zee" jawab Chaterine singkat.
__ADS_1
"ada apa dengan mu?"tanya Erick, Hans hanya memberikan kode dengan cara menggaruk-garuk telinga nya dan melirik ke arah Chaterine, Erick yang mengerti tentang kode dari Hans ikut tersedak, bukan hanya Erick saja, bahkan Alvin dan Jack juga ikut tersedak.
Chaterine menatap mereka dengan kebingungan sedang kan Leon tersenyum kecil, ia tahu kenapa sahabat nya bisa jadi seperti itu. tentu saja mereka melihat hasil karya nya yang ada di leher bagian belakang dan telinga Chaterine saat ini.
"apa kak Alvin baik-baik saja?" tanya Chaterine saat melihat Alvin tersedak, sedangkan para orang tua penasaran dengan apa yang di lihat anak muda itu, saat Chaterine menoleh ke arah mereka betapa terkejutnya saat melihat jejak kepemilikan di daun telinga dan belakang telinga Chaterine.
Chaterine yang melihat wajah terkejut mereka merasa heran, kemudian ia beralih menatap wajah Leon yang sedang tertawa bahagia. dan itu membuat semakin bingung saja.
"oh iya sayang, untuk apa sekertaris pribadi mu tadi menelepon." tanya Leon, walau Chaterine tidak memberitahu nya juga tidak masalah baginya.
"ada sedikit masalah." jawab nya, Chaterine menunggu orang nya datang.
"nona florist."panggil Zee dengan raut wajah yang tegang.chaterine memberikan tatapan tajam ke arah anak buah nya.
"katakan semuanya, bagaimana bisa kalian teledor seperti ini?"tanya Chaterine dengan tatapan membunuh nya dan membuat Zee merasa sesak nafas.
"maaf kan saya nona kami lalai menjalankan tugas dari anda,nona, tuan muda memaksa gadis itu untuk menikah dengan nya nona." jawab Zee dengan sopan dan jujur.
"Zee, sudah berapa lama kamu ikut dengan ku?"tanya Chaterine dengan tersenyum smirik,Zee merasa Dejavu melihat senyuman itu.
"sudah tujuh belas tahun saya mengikuti anda nona, dan bekerja di perusahaan sudah hampir tujuh tahun."
"sudah selama itu kamu ikut dengan ku tapi kenapa kamu lupa dengan karakter ku Zee? Zee, seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan tanpa perintah dari ku Zee." Zee terdiam mendengar nya, bagaimana bisa dia melupakan nya..
"maafkan saya nona."
"apakah mereka sudah menikah Zee?" tanya Chaterine masih dengan ekspresi datar dan dingin, keluarga Leon hanya memperhatikan nya saja dan menjadi pendengar obrolan mereka.
"su- sudah no-nona, tadi pagi tuan muda melakukan pernikahan dan saya baru di beritahu oleh anak buah saya yang sedang mengintai tuan." jawab Zee dengan keringat dingin, bagaimana tidak baru saja ia berbicara sudah mendapatkan tatapan tajam dari nona mudanya.
__ADS_1