ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 165


__ADS_3

"keluarga Costa memiliki lima pewaris dan terdiri dari dua kubu, yang pertama dari istri pertama dan yang kedua dari istri kedua.


dari istri pertama tuan besar Costa memiliki tiga anak laki-laki, rayyan, Hayden dan Karl.


sedangkan dari istri ke dua tuan besar Costa memiliki dua anak yang satunya laki-laki dan satunya lagi perempuan, Revaldo dan Revalina perempuan yang tergila-gila sama kamu."papar Zack


"istri pertama dari tuan besar Costa sudah meninggal setelah umur Karl menginjak usia sepuluh tahun dan baru saja istri nya meninggal tuan besar Costa membawa seorang istri dan membawa dua seorang anak yang laki-laki usia nya hanya beda dua tahun dengan rayyan maupun Hayden. sedangkan yang perempuan beda tiga tahun dengan Karl. coba tebak siapa ayah kandung mereka."


"apa ayah dari Hayden."


"benar dan saat mereka mengetahui nya rayyan, Hayden maupun Karl keluar dari rumah pertama keluarga Costa dan mereka memilih tinggal di luar tetapi mereka tetap memakai nama Costa di belakang nama mereka."ujar Alvin, Leon sekarang baru mengerti.


"tidak di sangka Chaterine di kelilingi pria seperti mereka dari kecil."ujar Hans, dia sendiri juga bingung yang mengelilingi Chaterine kebanyakan pria semua dan sifat mereka hampir sama.


"tapi Karl sangat sulit di temui, bahkan kedua kakak nya juga sulit menemui nya."timpal Alvin, mereka pernah bertemu waktu kuliah dulu.


setelah selesai berbicara mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan, sesekali Leon melirik ke arah kursi yang biasanya di duduki oleh Chaterine.


setelah selesai makan mereka kembali berbincang tentang rencana yang akan di lakukan oleh mereka dalam waktu dekat ini.


"ck, kalau kangen jemput aja apa susah nya!"ujar David dengan kesal, hanya dirinya saja yang belum tahu tentang rencana mereka.


"aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu, Chaterine akan aman jika tinggal di sana. sebelum aku berhasil memberikan Markus pelajaran, aku tidak akan jemput Chaterine."ujar Leon tekad dia sudah bulat ingin membunuh Markus tanpa sepengetahuan dari Chaterine.


"ingat Leon, kamu sudah berjanji kepada Chaterine untuk tidak membunuh nya." timpal balvin yang mengingatkan kembali kepada Leon tentang janjinya kepada Chaterine.


Dion yang kembali mengingat perkataan dari Chaterine menjadi khawatir jika ia harus meninggalkan angel sendirian di markas Kings, apalagi angel selalu pergi tanpa memberitahu nya.


"sayang saat aku pergi bersama dengan anak-anak yang lainnya kamu tetap tinggal di sini saja ya jangan kemana-mana."pinta Dion dengan nada takut, Leon dengan yang lainnya melihat ketakutan di wajah Dion membuat mereka curiga akan sesuatu.


"iya"jawab angel dengan cepat, ia bahkan sudah memberitahu teman-teman nya untuk berjalan-jalan bersama nanti.


Leon tersenyum lebar melihat siapa yang sudah menghubungi nya.


"hai sayang."sapa Leon, sedangkan yang lainnya memperhatikan wajah Chaterine yang tengah berbahagia. saat ingin menjawabnya Chaterine mendengar suara yang cukup mengganggu nya.


"mommy, kenapa tinggalin kita?"tanya seseorang anak perempuan yang berusia tujuh tahun yang datang bersama anak laki-laki yang wajah nya mirip dengan anak perempuan itu.


"sorry sayang, mommy lupa."jawab Chaterine dengan mengusap kepala kedua bocah yang sedang berdiri di samping nya.


"mereka siapa sayang, kenapa banyak sekali yang memanggil mu mommy?"tanya Leon dan tetap memperhatikan cara Chaterine berkomunikasi dengan anak-anak kecil itu.


"mereka anak-anak kak rayyan, bunny, mereka kembar. masih ada dua lagi bunny tapi entah kemana mereka pergi"jawab Chaterine sambil celingukan mencari keberadaan kedua keponakan nya yang lainnya.

__ADS_1


"Rihanna, rean, ayo sapa uncle Leon."pinta Chaterine, anak-anak kecil menurut saja kepada Chaterine.


"hai uncle."sapa mereka berdua.


"hai sayang."sapa balik Leon,


"duarrr"


"astaga kalian berdua kenapa suka sekali jahilin mommy hmm."ujar Chaterine sambil menarik kedua bocah laki-laki itu kedalam pelukan nya dan tidak lupa menghadiahi mereka ciuman di seluruh wajah mereka hingga membuat mereka semua tertawa.


"Dominic, Howard,ayo sapa uncle Leon."


"hai uncle"sapa Dominic dan Howard.


"hai boy." tidak lama kemudian si kecil juga ikut bergabung dengan yang lainnya dan merebutkan untuk berada di dalam pangkuan nya Chaterine.


"udah jangan berantem lagi, Diego di tengah sedangkan Dominic dan Howard duduk disampingnya Diego."ujar Chaterine dan benar saja anak-anak kecil itu tidak berebutan lagi, Leon tersenyum lebar melihat ke akrab pan nya Chaterine dengan anak-anak.


"kamu sudah cocok jadi seorang ibu sayang!"seru Leon dengan tersenyum lebar, Chaterine yang mendengar tersenyum jahil.


"aku memang sudah punya anak nih lima. udah gitu udah pada besar-besar lagi dan yang paling penting aku tidak perlu melahirkan mereka udah pada datang sendiri."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar, Leon yang mendengar nya tertawa terbahak-bahak.


"mommy jangan-jangan lama telepon nya kita kan mau main!"seru Dominic yang paling manja kepada Chaterine.


"mommy, awas aja nanti Dominic tidak ganteng lagi kalau rambutnya berantakan."keluh Dominic dengan merapikan rambut nya kembali, sedangkan Chaterine sudah tertawa lepas dari tadi.


"bunny, maaf ya sepertinya telepon nya sudah dulu ya, soal nya anak-anak sudah mulai bosan."


"tidak apa-apa sayang, selamat bersenang-senang sayang."


"bye bunny"


"bye uncle" ujar Chaterine dengan anak-anak bersamaan.


"bye sayang."


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


tiga hari kemudian setelah Leon mengetahui dimana Markus ia segera bergerak bersama dengan sahabatnya, sedangkan angel masih di dalam rumah.


mansion Markus


dor


dor


dor


dor


suara tembakan dari Leon dengan anggota Kings yang lainnya, Markus yang mendengar suara keributan segera turun untuk melihat nya.


setelah sampai di luar sudah terlihat beberapa anak buah nya bergeletakan tak bernyawa, Markus yang melihat nya menjadi murka dan mereka saling menodongkan pistol nya.


"ternyata orang yang sudah mengambil calon istri saya."ujar Markus dengan nada mengejek.


Leon melemparkan senjatanya begitu pula dengan Markus, mereka bertarung tanpa menggunakan senjata.


bug


bugh


bugh


pukulan dari kedua nya yang tidak mau mengalah, mereka sama-sama terkena pukulan.


sedangkan Chaterine yang sedang berdiri di balkon kamar nya mencengkram kuat tangan saat melihat kedua orang yang ia sayangi saling memukul dan saling melukai membuat nya bersedih.


Leon menerima banyak pukulan dan terdapat luka lebam, begitu juga dengan Markus tapi keadaan nya lebih mengkhawatirkan. Leon menepati janji nya kepada sang istri agar tidak akan membunuh Markus tetapi ia tidak bilang jika tidak akan melukai.


mereka kembali ke markas Kings saat ini, sedangkan Dion entah mengapa perasaannya menjadi sangat khawatir dan gelisah, ia sudah mencoba untuk menghubungi angel tapi sayangnya tidak ada jawaban.


setelah sampai Dion bergegas masuk dan mencari keberadaan angel tapi sayangnya dia tidak ada di kamar maupun di tempat lainnya, Dion segera menghubungi anggota nya yang tengah memantau kedua sahabat tunangannya dan ternyata mereka juga pergi dan belum ada yang pulang, padahal ini sudah hampir jam sebelas malam.


Dion yang kembali mengingat perkataan Chaterine waktu itu segera pergi ke club' waktu itu, Dion menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


"ada apa?"tanya Leon yang melihat wajah sepupunya dengan khawatir.

__ADS_1


"angel dan kedua temannya belum kembali sampai sekarang, aku mengkhawatirkan keadaan angel sekarang. aku ingin mencari nya."


__ADS_2