ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 51


__ADS_3

Samuel berjalan menuju pintu dan membukanya, melihat wajah adik-adiknya yang penuh dengan kecemasan, ia pun menggeser posisi nya supaya mereka bisa masuk.


saat mereka melangkah masuk betapa terkejutnya mereka saat mendapati kamar sang adik yang berantakan dan penuh dengan beberapa pecahan barang yang ada di dalam kamarnya.


Samuel menahan Julio yang ingin mendekati Chaterine yang tengah tertidur pulas di atas ranjang nya, Julio mengernyitkan keningnya dan menatap wajah sang kakak.


"Julio, panggil Kim untuk datang kesini dan memintanya untuk membawakan obat Chaterine yang ia simpan." ujar Samuel dengan melepaskan tangannya dari tangan Julio, Julio yang mendengar perkataan dari sang kakak, beralih menatap wajah Chaterine dan kembali menatap wajah sang kakak dengan penuh tanda tanya.


begitu juga dengan kedua adik nya yang lainnya, mereka masih terdiam dan melihat ke arah Chaterine yang tertidur pulas, mata Grace menyipit saat melihat seperti ada goresan kecil di lengan sang adik yang seperti nya bekas cakaran. Grace menatap Samuel dengan perasaan campur aduk saat ini.


"Julio apa kamu tidak mendengar perkataan ku barusan, cepat bawa Kim ke sini dan suruh dia mengambil obat untuk Chaterine karena saat ini trauma nya kembali kambuh. cepat." bentak Samuel kepada Julio, Julio yang tersadar segera berlari menuju lift dan menekan tombol untuk menuju ke bawah.

__ADS_1


setelah keluar dari lift Julio segera mencari keberadaan Kim di dapur namun tidak ada, saat ia ingin berjalan menuju luar rumah, Julio melihat Kim sedang berdiri di dekat orang tua nya dan tanpa berpikir panjang, Julio menarik kuat tangan Kim dan membuat empunya terkejut.


Julio menarik Kim menjauh dari keluarga nya dan setelah itu ia membisikkan sesuatu kepada Kim agar tidak ada yang mendengar perkataan nya, jika kedua orang tua nya mengetahui bahwa trauma Chaterine kambuh kembali tentu akan membuat mereka semua sedih. terutama sang mommy Jovinka yang akan terpukul jika ia melihat kondisi Chaterine saat ini.


setelah Kim mendengar perkataan dari Julio, ia tergesa-gesa masuk ke dalam kamar nya dan mengambil obat depresi Chaterine, ekspresi wajah Kim tidak luput dari pandangan Axel maupun yang lainnya. Axel semakin kalang kabut saat menyadari ekspresi wajah Kim maupun putra nya, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa terlebih lagi ada sang istri di samping nya. ia tidak mau jika sang istri melihat kondisi Chaterine yang sekarang, ia akan ikut sakit.


Kim berlari dengan cepat menuju lift bersama dengan Julio, Jovinka yang melihat ingin segera menyusul mereka namun di tahan oleh sang suami. Axel mencoba menenangkan istrinya yang sudah di Landa ketakutan di wajah nya dan bahkan saat ini wajah nya terlihat sangat pucat. setelah sampai Kim segera masuk dan menyerahkan obatnya ke Samuel, dan samuel menyimpan nya agar saat Chaterine bangun ia segera memberikan obat itu, agar lebih baik.


cukup lama mereka membersihkan nya hingga sudah kembali bersih kembali seperti semula.


Samuel dengan sabar duduk di samping Chaterine yang tengah tidak sadarkan diri, sesekali ia mengusap kepala Chaterine dengan lembut. dengan susah payah mereka menghilangkan rasa trauma pada adik kecilnya tapi kini justru trauma itu menghampiri kehidupan sang adik kembali.

__ADS_1


Samuel meneteskan air mata nya saat menatap lengan sang adik penuh dengan luka cakaran akibat ulah nya sendiri, Julio pun sama hal nya ia menggenggam erat tangan Chaterine dan meneteskan air mata nya saat melihat kondisi Chaterine saat ini. mereka berdua benar-benar terluka melihat adik yang mereka sayangi seperti ini, mereka menunjukkan sisi kelemahan nya saat berhadapan dengan adik kecilnya.


Grace yang melihat Samuel menangis pun memeluknya erat dan memberikan semangat kepada sang kakak, walau ia sendiri juga sangat sedih tapi ia tidak ingin menunjukkan kepada saudara-saudaranya. Gavin juga mengusap pundak Julio dengan tangan yang sedikit gemetaran, Gavin berdoa dalam hati ia berharap jika saat sang adik bangun trauma nya akan hilang dan ia ingin melihat sang adik yang penuh ceria saat melihat mereka.


Kim sendiri tidak ingin mengganggu waktu mereka dan memilih keluar dari dalam kamar Chaterine, di luar kamar Kim menyadarkan punggungnya dengan memejamkan matanya dan mengingat saat pertama kali ia bertemu dengan Chaterine kecil.


setelah cukup tenang Kim berjalan menuju lift dan menekan tombol paling bawah, saat tiba di bawah Kim langsung dirundung dengan berbagai pertanyaan dari mommy Jovinka.


Kim pun terpaksa harus berbohong dan meminta izin untuk melanjutkan pekerjaannya, walau mommy Jovinka masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan ucapan Kim, ia memilih diam dan berbicara kembali lagi dan membiarkan Kim pergi begitu saja.


mommy Jovinka kembali duduk dengan perasaan yang masih khawatir,entah mengapa dadanya sangat sakit hari ini.

__ADS_1


__ADS_2