
"apa kau mencoba untuk membohongi ku, gadis kecil."ujar pria itu yang masih menodongkan senjata nya ke arah Chaterine, sedang kan Chaterine tetap berdiri dengan tenang tanpa takut sama sekali.
"untuk apa aku membohongi orang yang sebentar lagi akan mati."ujar nya santai, Axel yang melihat sang putri terlalu santai dengan lawannya menjadi cemas, begitu juga dengan yang lainnya.
"apakah kalian masih ingat dengan gedung ini?" Chaterine bertanya dengan tatapan tajam, sehingga membuat lawannya menjadi takut akan tatapan mata Chaterine yang mengingatkan mereka kepada seseorang yang mereka kenal.
"si-siapa ka-kamu sebenarnya?" tanya salah satu dari mereka, Chaterine menyeringai mendengar pertanyaan dari salah satu lawannya.
"bagaimana menurut mu? apakah aku mengingatkan kalian kepada seseorang?" tanya Chaterine dengan bersedekap tangan, kemudian melirik ke arah keluarga nya yang berada cukup jauh dari nya untuk memastikan keselamatan mereka semua.
"dia sudah mati, bahkan istri dan kedua anak nya juga sudah mati."teriak salah satu nya lagi, Chaterine terdiam sejenak mendengar nya. ternyata kejadian yang menimpa dirinya bersama sang kakek dan bahkan keluarga kecil uncle nya ada kaitannya dengan mereka.
"dia siapa?" tanya Chaterine dengan dingin, bahkan hawa dingin dalam diri Chaterine bisa di rasakan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"kakak orang tua mu!" seru nya dan sukses membuat Chaterine semakin marah, bahkan tatapan matanya menjadi sangat tajam.
"ternyata ini semua memang rencana kalian."ujar Chaterine dengan dingin yang dapat menusuk jantung mereka dan membuat mereka menjadi ketakutan.
Chaterine berjalan maju ke arah mereka dan menarik kerah kemeja salah satu lawannya dan membanting tubuh lawannya dengan kuat, para rekannya menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"siapa kamu sebenarnya?" tanya salah satu orang itu dengan menodongkan senjata dan siap menembak tepat ke arah jantung Chaterine.
"kalian ingin tahu aku siapa? maka dengarkanlah baik-baik, aku malaikat maut untuk kalian." saat Chaterine ingin menghampiri mereka, dia di kejutkan dengan suara tangisan dari lantai atas.
__ADS_1
semua orang terkejut saat melihat beberapa anak kecil yang di ikat sambil berdiri di samping tangga.
"jika kalian ingin mereka selamat maka turuti kemauan kami, minum air yang sudah di campur dengan obat idan jangan coba-coba untuk membuangnya." ujar pimpinan orang tersebut, Chaterine yang mendengar nya mengepalkan kuat-kuat kedua tangannya. lagi-lagi dengan cara seperti ini mereka lakukan kepada keluarga nya.
"kami tidak akan pernah meminum nya."Axel mengatakan nya dengan tegas walau sebenarnya ia merasa tertekan dan khawatir akan keselamatan cucu-cucu nya.
orang itu yang mendengar penolakan dari Axel, memberikan kode untuk anak buahnya agar melemparkan ke bawah salah satu anak-anak kecil yang mereka ikat tadi.
"jangan."teriak semua orang saat melihat salah satu dari mereka yang ingin di lempar ke bawah.
"tolong aku pa, ma, uncle, aunty, grandpa, kakek." teriak Victor yang ketakutan saat ingin di lemparkan ke bawah. Chaterine yang melihat ketakutan di mata keponakan nya menjadi murka, ia tidak ingin jika mereka akan sama dengan nya yang trauma.
"turuti saja kemauan mereka dad?" seru Chaterine dengan tegas, ia mendongakkan kepalanya ke atas dan tersenyum ke arah keponakan dan memberikan kode agar tidak takut lagi.
"turuti saja kak, kali ini saja tolong ikuti permintaan Chaterine. Chaterine janji kita semua akan selamat."ujar Chaterine dengan tegas, mereka yang mendengar perkataan dari Chaterine meminum minuman yang sudah di campur obat yang entah mereka ketahui, Chaterine pun mengambil minuman nya dan menghabiskan nya sekali tegukan.
lama kelamaan mereka menjadi lemas dan tidak bertenaga, pihak lawan yang melihatnya tersenyum miring. tanpa mereka sadari jika dari tadi sudah ada yang menunggu untuk memberikan nya sebuah kejutan.
"ck, sekarang kalian semua berada dalam tangan ku! aku akan membunuh kalian semua satu persatu, tapi sebelum itu apa kalian ingin melihat sesuatu yang menarik di sini?" tanya nya dengan tersenyum licik, kemudian melihat ke arah Chaterine maupun angel secara bergantian.
mereka berenam melihatnya dengan tatapan nafsu yang penuh damba akan bentuk tubuh Chaterine, saat mereka lengah. salah satu dari mereka menarik angel ke hadapan mereka dan menarik rambut nya agar menghadap ke atas wajah nya.
mereka tersenyum menyeringai saat melihat wajah cantik angel, Dion yang melihat calon istri nya di jamah oleh mereka menjadi marah tapi mereka tidak mempunyai cukup tenaga untuk melawan orang-orang itu, entah apa yang mereka campurkan ke dalam minuman itu sehingga membuat mereka seperti ini.
__ADS_1
"cukup cantik, bagaimana kalau kita bermain dengan dua gadis ini?" tanya salah satu dari mereka di iringi gelak tawa yang begitu keras. Chaterine yang mendengar nya tersenyum kecut. saat mereka ingin membuka gaun milik angel, mereka di kejutkan dengan seseorang yang menghalangi nya.
"kalian sudah melampaui batas kesabaran ku." ujar Chaterine yang menahan tangan-tangan para ba*ji*Ngan itu dengan kuat hingga membuat merek berdua ke sakitan.
Axel yang melihat Chaterine baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh minuman itu terkejut, bagaimana bisa Chaterine tidak terpengaruh sama sekali.
bugh
bug
bugh
pukulan beruntun dari Chaterine, kemudian ia memberikan sebuah penawar untuk angel, butuh dua menit agar penawar itu bekerja. setelah memastikan bahwa angel baik-baik saja membuatnya menjadi lega.
"berikan ini kepada yang lain nya angel, biar aku yang urus para cecunguk ini." ujar Chaterine dengan melempar penawar kearah angel, angel menerima dan segera memberikan nya kepada yang lain tapi saat ingin memberikan nya tiba-tiba ada seseorang yang memukul nya dari belakang dan menarik paksa tas yang berisi penawar itu dan membakar nya.
Chaterine membiarkan nya begitu saja, ia harus segera menyelesaikan ini semua dan tidak melibatkan banyak orang, ia tidak ingin ada yang terluka karena nya.
"kalian tidak akan bisa kabur dari sini." ujar salah satu lawan sambil membawa cambuk ke arah kedua orang tua Chaterine, Chaterine yang melihatnya khawatir,ia harus segera menghentikan orang itu sebelum mereka berhasil mencambuk salah satu orang yang ia sayangi.
Chaterine terus berjalan dengan cepat untuk menghampiri keluarga nya, saat melihat lawan nya ingin mencambuk Dady Axel, dengan segera ia berlari dan membungkuk untuk melindungi Dady nya.
cetarrrrr
__ADS_1