ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 120


__ADS_3

sudah satu jam mereka dalam perjalanan namun tak kunjung sampai juga dan pada akhirnya Samuel menghentikan laju mobilnya tepat di depan mobil Leon,


"sayang, kamu sedang tidak mengerjai kami kan?" tanya Samuel, entah mengapa dia merasakan jika sang adik sepertinya sengaja melakukan nya. atau ini hanya perasaan nya, sedangkan Chaterine yang mendengar menghela nafas panjang.


"memang ini jalan nya kak, kita butuh waktu dua jam untuk sampai, itu pun untuk orang yang baru pertama kali datang kesana dan juga bisa membuat mereka tersesat juga. sudah Chaterine katakan biar Chaterine saja yang mengendarai mobil nya agar cepat sampai, tapi kalian tidak memberikan izin nya." jawab Chaterine panjang lebar, ia memijit pangkal hidung nya. jalan yang mereka buat untuk mengecoh lawan nya, tapi kali ini justru ia sendiri yang bingung dengan jalan nya.


"kamu sedang tidak membuat alasan kan sayang."ujar Dady Axel, Chaterine yang mendengar mendengus kesal.


"ayolah dad, Chaterine sedang tidak ingin bercanda. Dady bisa lihat sendiri kan titik lokasi kita sudah benar." ujar Chaterine dengan menunjukkan handphone nya kepada sang Dady, Axel menganggukkan kepalanya dan jika di lihat dari arah nya seharusnya sudah sampai, tapi kini justru mereka menjadi pusing sendiri kenapa tidak bisa sampai.


"baiklah kamu yang mengendarai mobilnya." ujar Axel pada akhirnya, Chaterine menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"jika ingin yang mengendarai nya harus sebelum masuk hutan dad, jika sudah masuk begini Chaterine juga bingung." jawab Chaterine dan membuat mereka menghela nafas berat, jika dari hutan itu akan memerlukan waktu yang lama lagi untuk sampai.


"hais tidak ada sinyal."gerutu Chaterine,


"Chaterine yang mengendarai mobil nya, siapa tahu Chaterine ingat." timpalnya dan di angguki semua orang. Chaterine melajukan mobilnya dengan Leon di sampingnya, setelah lima belas menit Chaterine menghentikan mobil nya dan membuat semua orang menjadi bingung.


dan benar saja kini mereka tersesat di dalam perjalanan nya, Chaterine mengusap wajah nya dengan kasar.


"ada apa sayang?"tanya Leon yang melihat raut wajah Chaterine yang sedang cemberut di bawah pohon.axel dan yang lainnya juga turun dari mobil untuk menghampiri Chaterine.


"kita tersesat, walaupun jalan nya sama tapi sebenarnya berbeda."ujar Chaterine dengan menundukkan kepalanya.


"dady, mau tidak mau kita harus kembali keluar dari hutan dan ini jalan satu-satunya."timpalnya


"jika keluar dari hutan lagi, kita akan membutuh kan waktu yang lama sayang."keluh Axel,


"tidak akan lama dad, kalian ikuti Chaterine dari belakang dan kita hanya akan membutuhkan waktu lima belas menit untuk keluar dari sini."

__ADS_1


"ini kita sudah di tengah hutan sayang, mana mungkin kita bisa keluar dari sini dalam waktu lima belas menit."


"bisa dad, dengan mengendarai kecepatan penuh." ujar Chaterine dan kembali masuk, ia menyalakan mesin mobil dan menjalankan saat semua orang yang satu mobil dengan nya sudah masuk.


dan benar saja Chaterine mengendarai nya dengan kecepatan tinggi, keluarga Leon sangat terkejut saat Chaterine yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


sedangkan keluarga Chaterine sudah was-was melihat nya.


setelah sampai di luar hutan, Samuel keluar dari dalam mobil dan mengetuk kaca mobil tempat sang adik duduk.


"sudah kakak katakan jangan melaju dengan cepat, kenapa kamu tidak mendengarkan perkataan kakak hah." omel Samuel dengan menarik telinga sang adik, sedangkan sang empu hanya menanggapi nya dengan cengengesan saja.


"sorry kak, Chaterine kebablasan tadi." ujar Chaterine, sudah lama ia tidak mengendarai mobil seperti tadi dan rasanya masih sama seperti dulu.


"kakak sudah siap lagi kan, kali ini kita mengendarai mobil nya dengan santai." timpalnya, Alvin dan David mengusap dada mereka, mereka memang suka dengan kecepatan tapi tidak segila istri sahabat nya itu.


di dalam perjalanan hanya ada pepohonan yang lebat, setelah hampir sampai Chaterine membuka atap mobil. untuk menikmati pemandangan yang ada di dalam perjalanan.


"Chaterine, pemandangan di sini sangat indah!"seru angel saat melihat bunga-bunga yang bermekaran walau di sekitarnya masih banyak pepohonan tetapi tidak mengurangi ke indahan nya.


"kita sudah hampir sampai." ujar Chaterine, setiap anggota black wolf yang melihat Chaterine membungkuk kan badan nya, Leon dan yang lainnya melihat ke sekeliling nya dan ada beberapa orang yang bersembunyi di belakang dan di atas pohon.


Chaterine menekan klakson mobil, dan tidak lama pagar besi itu terbuka lebar,


semua anggota black wolf menyambut kedatangan Chaterine, begitupun dengan orang yang sedang bersembunyi tadi.


"selamat datang kembali nona muda." ujar mereka serentak dan membungkukkan tubuh mereka saat Chaterine keluar dari dalam mobil.


"hmm terima kasih, di mana Fu?"

__ADS_1


"Fu sedang di ruang eksekusi nona." jawab Lim dengan sopan.


"baiklah, kalian bisa lanjutkan kegiatan kalian."


"baik nona, kami permisi."ujar mereka serentak, Chaterine masuk ke dalam rumah di ikuti dengan Lim dan zu.


"selamat datang nona." ujar para pelayan rumah yang sudah berbaris rapi untuk menyambut kedatangan nya, Chaterine menganggukkan kepalanya.


"pak nan, tolong siapkan minuman dan makanan ringan untuk keluarga saya. dan kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian."perintah Chaterine, dan duduk di sofa, sedang kan Lim dan zu berdiri di belakang nya.


"baik nona"ujar pak nan kepala pelayan di markas black wolf, dan mereka kembali mengerjakan pekerjaan mereka semua.


"Lim, apa mereka belum kembali?" tanya Chaterine dengan memejamkan mata nya, sedangkan keluarga nya tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Chaterine saat ini.


"belum nona, mereka akan kembali dua Minggu lagi sepertinya."jawab Lim dengan sopan,


"bagaimana dengan mu zu?" tanya Chaterine. zu tidak akan berbicara jika tidak di ajak berbicara.


"tugas yang kakak berikan sudah aku selesaikan, apa kakak mau melihatnya."jawab zu, Lim dan zu adalah adik angkatnya, mereka akan datang saat liburan tiba saja.lim yang mendengar nya menyenggol lengan zu karena saat ini mereka tidak sedang bertiga. zu yang baru sadar segera menunduk, dan merutuki kesalahan nya.


"kak, kapan sampainya kenapa tidak ada yang memberitahu ku?" tanya Fu yang baru datang, ia bergegas pergi saat mendengar sang kakak datang ke markas, tetapi tiba-tiba ia menjadi gugup karena ternyata mereka tidak sendiri di sini.


"bukankah seharusnya kakak yang bertanya seperti itu kepada kalian bertiga, kenapa tadi saat di telepon tidak mengatakan apa-apa."


"kami baru sampai tadi malam kak,."jawab zu dengan memeluk kakak angkatnya, sedangkan Lim dan zu tidak berani melakukan nya saat ada orang lain di dekat mereka.


Chaterine yang melihat Lim dan zu hanya menundukkan kepalanya menghela nafas panjang.


"Fu, Lim, zu, mereka keluarga kakak jadi tidak perlu takut dan sungkan. bersikap seperti biasanya."ujar nya, Lim dan zu tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2