
"apa yang sedang kalian obrolkan tadi" tanya Chaterine, sepertinya Chaterine sudah melupakan kejadian di hotel tadi.
"kenapa kalian menatap ku seperti itu?"timpalnya, sedangkan mereka bertiga mengedikkan bahu nya dan membuat Chaterine kesal kepada mereka bertiga.
"Zee apa kamu selalu membawa flashdisk yang ku berikan kepada mu waktu itu?"tanya Chaterine, sudah lama ia tidak melihat video kebersamaan nya dengan sang kakek dan juga para teman-temannya.
"saya selalu membawanya nona."jawab Zee, dia sendiri tidak tahu dengan isi flashdisk itu, dia tidak pernah berpikir untuk menonton video yang berada di flashdisk itu. terlebih lagi itu seperti nya di buat khusus untuk Chaterine.
"tolong ambilkan Zee, dan jangan lupa laptop nya sekalian ya"
"baik nona."ujar Zee dan berlalu pergi ke kamar yang akan di tempati nya untuk mengambilkan barang yang di inginkan oleh Chaterine saat ini, Chaterine menunggu Zee sambil menggoyangkan badannya ke keri dan kanan.
"apa yang terjadi pada Chaterine?"tanya Alvin kepada leon melalui kontak mata,
"tidak tahu." jawab Leon, sepertinya suasana hati istrinya saat ini sedang bahagia, dan lihatlah tingkah nya seperti anak kecil.
mereka sendiri heran bagaimana caranya Chaterine yang selama ini mengatur anggota black wolf jika tingkah nya saja seperti ini.
jika mereka tidak melihatnya sendiri mungkin mereka tidak akan percaya dengan kenyataan ini.
"ini nona"ujar Zee sambil menyerahkan laptop dan flashdisk tersebut, Chaterine segera mengambilnya dan menonton video itu, sesekali ia tertawa terbahak-bahak saat melihat dirinya yang waktu kecil suka menjahili teman-teman nya.
mereka bertiga yang merasa penasaran pun ikut melihat apa yang sedang di lihat oleh Chaterine saat ini, Leon tersenyum lebar melihat tingkah istrinya itu, ternyata dari kecil hingga dewasa tidak ada yang berubah sama sekali dengan sikap maupun sifatnya.
Chaterine menatap sendu wajah sang kakek, dulu mereka selalu melakukan semua hal bersama tapi takdir harus memisahkan mereka. Leon yang melihat wajah sang istri menjadi sedih sudah tahu apa sebabnya.
__ADS_1
"kakek, apa kakek bahagia di sana? sekarang Dady dengan yang lainnya sudah tahu identitas diri Chaterine yang sesungguhnya, Chaterine berharap selain kita tidak akan ada yang tahu identitas Chaterine atau semua orang akan dalam masalah karena ku."batin Chaterine sambil mengusap wajah sang kakek di layar laptop nya, jujur saja ia sangat merindukan sosok kakek nya selama ini.
"aku tahu sayang jika kamu sedang merindukan kakek, tetapi beliau membuat keputusan untuk mengobarkan dirinya untuk dirimu, jika tidak kita tidak akan pernah bertemu saat ini dan menjadi pasangan. terima kasih kakek Wilson, anda telah menyelamatkan nyawa cucu kesayangan anda dari para musuh waktu itu. sekarang ini biarkan leon yang menjaga cucu kakek dan menyayangi nya seperti kakek menjaga dan menyayangi nya."batin Leon sambil menatap lekat wajah Chaterine yang berada di sampingnya.
"terima kasih tuan Wilson yang sudah mengobarkan diri anda untuk menyelamatkan diri Chaterine dulu, karena kehadiran Chaterine di dalam kehidupan Leon, sekarang ini saya seperti mempunyai seorang adik kembali, saya meminta izin untuk menjaga cucu anda dan menyayangi nya seperti adik kandung saya sendiri." batin Alvin, meninggalnya keluarga beserta sang adik membuat pukulan terbesar bagi nya dulu.
"tuan besar, berilah nona kekuatan untuk menghadapi rasa trauma nya, jika sampai trauma nona tidak pulih, nona akan selalu hidup di dalam rasa ketakutan."batin Zee, Zee sendiri adalah anggota Chaterine di kehidupan sebelumnya, salah satu anggota kepercayaan Chaterine dan ikut terlahir kembali, di kehidupan sebelumnya Zee membuat tindakan yang ceroboh sehingga membuat Chaterine, dirinya dan anggota kepercayaan Chaterine yang lainnya terbunuh secara mengenaskan.
dan sekarang ini dia bersama anggota Chaterine di kehidupan sebelumnya terlahir kembali dan tetap menjadi bawahan setia Chaterine karena itu adalah janji mereka sebelum pergi.
sebelum mereka tewas, mereka mengelilingi tubuh Chaterine dan membuat janji, jika ada kehidupan selanjutnya mereka ingin menjadi anggota Chaterine kembali dan sekarang ini mereka menjadi pasukan elite black wolf, dan tentu saja ingatan tentang diri mereka di masa lalu tidak hilang dan memudahkan mereka untuk mencari keberadaan Chaterine dulu, walau dulu Chaterine belum mengingat jati dirinya yang sesungguhnya.
setelah puas melihat video tersebut, Chaterine tertidur pulas sambil memegang sebuah kalung di tangan nya. Leon membawa Chaterine masuk ke dalam kamar mereka berdua, sedangkan Zee mengambil laptop tersebut dan membawanya masuk ke dalam kamar nya.
pagi hari nya
Leon yang terbangun lebih dulu menatap wajah Chaterine dengan seksama, walaupun sang istri tidak memakai make-up sekalipun tetap terlihat cantik, dan semuanya itu cantik alami tanpa bantuan makeup.
Leon yang gemas melihat Chaterine tak kunjung bangun juga akhirnya menjahili sang istri dengan mencolek colek pipi sang istri dan sukses membuat Chaterine terganggu waktu tidur nya.
"eummm kak Julio berhenti mengganggu ku, aku sangat mengantuk kak."gumam Chaterine sambil menepis tangan Leon, sedangkan sang empunya tersenyum lebar di saat sang istri menyebut nama Julio.
sepertinya kakak-kakak dari istrinya juga selalu mengganggunya saat sedang tidur.
kali ini Leon mencubit hidung Chaterine sambil tertawa kecil, lagi-lagi Chaterine menipis tangannya.
__ADS_1
"kak Gavin, nanti aku akan mengadu sama kak Sam jika kakak mengganggu waktu tidur ku."ujar nya, Leon yang sudah tidak tahan mendengar nya membisikkan sesuatu yang membuat Chaterine langsung terbangun.
"sayang, aku akan memberikan hukuman jika kamu tidak segera bangun."bisik Leon dan membuat Chaterine membuka matanya dan menatap kesal ke arah Leon.
"tidak kakak, tidak dia sama saja, selalu menggangguku saat tidur."batin Chaterine dengan wajah cemberut.
"pagi sayang."ujar Leon sambil mencium bibir sang istri, Chaterine yang mendapatkan ide untuk membalas perbuatan Leon tadi terhadap nya segera melakukan aksinya.
"pagi bunny."sapa Chaterine sambil mencium bibir Leon, Leon mendapatkan serangan dadakan dari sang istri tidak tinggal diam.
Leon menahan tengkuk lehernya Chaterine untuk memperdalam ciuman mereka dan kini ciuman itu menjadi sebuah lu*ma*Tan kecil dan menimbulkan suara yang erotis.
Leon melepaskan ciumannya dan menatap wajah sang istri yang tengah mengatur nafas nya, saat Leon sudah mencapai puncak hasrat nya , Chaterine pergi begitu saja dan membiarkan Leon tersiksa karena perbuatannya yang sudah membangkitkan hasrat Leon.
Leon berdecak sebal melihat sang istri yang seperti nya memang sengaja melakukannya kepada nya saat ini, Leon mengendor pintu kamar mandi dan berharap sang istri membuka pintu nya tetapi nihil.
cukup lama Leon menunggu dan akhirnya Chaterine telah selesai dengan ritual mandinya, Chaterine tersenyum kecil saat melihat wajah sang suami yang tengah kesal itu. siapa suruh dia mengganggu waktu tidur nya tadi jadi terima saja konsekuensinya sekarang ini.
"sayang, kamu benar-benar kejam terhadap ku!"seru Leon sambil memeluk tubuh istrinya, ia harus menahan hasrat nya begitu lama.
sedangkan Chaterine cekikikan mendengar nya.
"maaf Bunny, tadi aku terburu-buru ke kamar mandi karena sudah tidak tahan. udah sana mandi, aku akan memasak sarapan untuk kita."ujar Chaterine, mana mungkin ia mengatakan jika memang sengaja melakukan hal semacam itu kepada sang suami.
Leon berjalan lunglai menuju kamar mandi, Chaterine tertawa terbahak-bahak tanpa mengeluarkan suara agar sang suami tidak mendengarkannya, sebelum keluar dari dalam kamar Chaterine menyiapkan pakaian untuk sang suami dan berjalan keluar untuk membuat sarapan pagi untuk mereka semua.
__ADS_1