
"Axel, siapa yang di maksud oleh Chaterine tadi?" tanya Ludwig yang masih bingung dengan nama montor kesayangan nya.
"black itu montor kesayangannya Chaterine, montor itu peninggalan papa untuk Chaterine." jawab Axel, putrinya sangat pembangkang dulunya. apapun yang di larang justru akan di lakukan nya,
"Chaterine bisa naik montor,"ujar Ludwig yang terkejut mendengar nya, sedangkan Leon tampak biasa.
"tidak hanya bisa naik montor, tapi calon menantu kalian juga seorang pembalap!"seru melvin, bahkan dulu mereka juga sempat terkejut saat melihat Chaterine ikut balapan liar dan terjadilah peristiwa yang membuat keluarga Chaterine tidak mengizinkan nya mengendarai mobil lagi.
setelah peninggalan sang kakek membuat Chaterine menjadi gadis pembangkang dan tidak peduli dengan keluarganya sendiri, tapi itu hanya berlaku sebentar saja.
mereka semua mengerti Chaterine melakukan itu semua untuk meluapkan emosi dan juga kesedihan nya.
"pembalap" ujar Ludwig yang semakin terkejut lagi, bukan hanya dia tapi sepertinya Leon sama hal nya dengan papa nya yang sama-sama terkejut mendengar nya.
"iya, dan masih banyak kejutan yang lain lagi."
"itu tidak di ragukan lagi, terlebih lagi dia putri mu Axel!"
__ADS_1
di sisi lain
Chaterine mengendari motor nya dengan kecepatan tinggi, setelah sampai di kampus ia menjadi pusat perhatian karena memakai montor.
Chaterine berjalan cepat menuju ruang kelas nya, sesampainya di kelasnya ia duduk di pojok bagian belakang.
ia mendengar kan penjelasan dari dosen killer saat ini, ia sangat fokus saat belajar dan berbeda dengan angel yang seperti nya tidak peduli dengan pelajaran dari dosen baru tersebut.
tidak terasa waktu sudah berlalu dan kini Chaterine kembali ke mansion keluarga banedict, sedang kan keluarga Leon sudah kembali ke mansion keluarga. mereka harus mempersiapkan untuk pertunangan anak mereka besok, dan tentu saja itu membuat Chaterine semakin gugup.
"selamat malam Dady."sapa Chaterine dengan tersenyum lebar, ia melihat para pelayan dan bodyguard sangat sibuk saat ini.
"selamat malam sayang, kemari lah sayang." Axel menepuk tempat duduk di samping nya agar sang putri duduk di sisinya. Chaterine mendudukkan dirinya di samping sang Dady sambil menyandarkan kepalanya di bahu Dady Axel.
"putri Dady semakin cantik dan dewasa,
sayang, Dady berharap kamu akan selalu bahagia bersama dengan Leon."
__ADS_1
"jadi kemarin-kemarin aku tidak cantik ya Dady!" Chaterine menjadi cemberut saat mendengar perkataan dari sang Dady, Axel terkekeh kecil melihat wajah putri nya.
"putri Dady selalu cantik, bagaimana pendapat kamu tentang Leon, sayang!"
"dia pria yang dingin, datar, cuek, dan eumm."perkataan Chaterine terpotong, ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
"eumm apa sayang?" Axel yang melihat wajah putri nya menjadi merah semakin ingin menggoda putri kecilnya,
"eumm di balik itu semua ia juga pria yang baik, romantis, berwibawa, dan tampan." Chaterine menjawab nya dengan memalingkan wajahnya dari sang Dady, ia yakin saat ini pasti wajah nya sudah sangat merah. sedangkan Dady Axel tersenyum lebar mendengar perkataan dari sang putri.
"sepertinya putri Dady sudah mulai mencintai Leon."goda Axel Kepada putrinya, Chaterine yang mendengar nya pun tersenyum malu. tebakan sang Dady sangat tepat saat ini.
"apa yang sedang kalian bahas?" tanya mommy Jovinka yang baru datang dengan membawa minuman dan makanan ringan untuk suami dan Putri kecilnya, sedangkan para anak tertua masih sibuk di kantor.
"kita sedang membahas calon menantu kita, sayang."Axel menjawab nya dengan melirik ke arah putri nya yang bertambah menundukkan kepalanya.
"eumm, kenapa aku mencium aroma bunga yang mekar ya!" seru mommy Jovinka yang sengaja menggoda putrinya yang saat ini tengah menunduk.
__ADS_1
"puffff" tawa kedua orang tua nya pecah saat melihat Chaterine pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa lagi kepada mereka.
"putri kita sangatlah lucu sayang!" seru mommy Jovinka dengan menggeleng kan kepalanya saat mengingat kembali wajah putrinya.