
setelah dari rumah sakit, Gavin dan Chaterine kembali ke mansion keluarga banedict.
di dalam perjalanan menuju pulang Chaterine lebih banyak diam dan tidak seperti biasanya.
Gavin melirik ke arah Chaterine yang masih diam saja, ia menghela nafas berat. malam ini adik nya benar-benar tidak seperti biasanya, melihat Chaterine seperti ini justru membuat Gavin merasa jika yang sedang duduk di samping nya bukan lah adiknya Chaterine tetapi kakak nya Samuel.
dari tatapan mata Chaterine saat ini sangat mirip dengan kakak tertua nya saat sedang marah, Gavin memilih diam saja dan tidak mengajak sang adik mengobrol seperti biasanya.
setelah sampai di mansion keluarga banedict, Gavin dan Chaterine segera keluar dari dalam mobil, semua bodyguard tidak ada yang berani menyapa Chaterine saat melihat raut wajah nona kecil mereka sedang tidak baik-baik saja.
Chaterine bahkan berjalan terlebih dahulu meninggalkan sang kakak, para pelayan yang ingin menyapa Chaterine pun mengurungkan niatnya saat melihat aura membunuh Chaterine.
"angel kenapa tidak pulang bersama dengan Chaterine, bukannya kalian pergi bersama tadi." tanya Julio yang heran saat melihat angel pulang tanpa Chaterine,
angel hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaan dari Julio, Chaterine yang mendengar perkataan dari sang kakak menjawab pertanyaan dari sang kakak dengan tenang,
"Chaterine pulang sama kak Gavin kak."seru Chaterine lembut dan mengubah ekspresi wajah nya, angel yang mendengar suara Chaterine segera mengangkat kepalanya dan menatap wajah sepupunya.
"kenapa tangan kamu bisa terluka sayang?." tanya Samuel saat melihat tangan sang adik sedang di balut perban.
__ADS_1
"adik terkena tembakan kak." timpal Gavin yang baru datang, sedangkan yang lainnya terkejut mendengar pernyataan dari Gavin.
"kenapa sampai bisa tertembak,"tanya Julio dengan heran dan sedangkan angel terlihat baik-baik saja.
"tadi ada pembunuh bayaran kak saat Chaterine dan angel di perjalanan pulang! tapi aku dan angel berlari ke arah yang berlawanan dan dari mereka banyak yang mengejar Chaterine. saat Chaterine tengah bersembunyi di balik pohon ada beberapa pembunuh bayaran lainnya yang datang dari arah belakang Chaterine dan ini lah hasil nya." bohong Chaterine, angel menatap tidak percaya kepada sepupunya, kenapa sepupunya tidak menceritakan yang sebenarnya terjadi.
"kamu tidak sedang membohongi kakak kan." ujar Samuel penuh selidik namun sayangnya ia tidak melihat kebohongan di mata sang adik.
"tidak kak, sejak kapan adik kakak suka berbohong."jawab Chaterine tegas dan membuat mereka semua percaya.
"Chaterine mau ke kamar dulu ya Dady, mom, kak. badan Chaterine sakit semua setelah berlarian tadi."kilah Chaterine yang ingin segera pergi ke dalam kamar nya untuk menenangkan pikiran nya dan menyuntikkan penawar racun yang ada di dalam tubuh nya saat ini.
setelah selesai berpamitan Chaterine segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik nya, ia memejamkan matanya dan mengatur nafasnya agar lebih stabil.
disisi lainnya Samuel dengan keluarga yang lainnya semakin cemas jika akan semakin banyak pembunuh bayaran yang akan mengincar keselamatan sang adik.
pagi hari
Chaterine turun dengan wajah yang sedikit pucat, akibat racun yang terkandung di dalam tubuh nya tadi malam.
__ADS_1
"selamat pagi all."seru Chaterine setelah sampai di dekat mereka, Dady Axel yang melihat wajah sang putri pucat segera menghampiri nya.
"kamu baik-baik saja kan sayang." tanya Dady Axel dengan nada khawatir saat melihat Chaterine yang pucat.
"Chaterine baik-baik saja dad, Chaterine hanya kelelahan saja karena tadi malam Chaterine tidak bisa tidur dengan nyenyak." jawab Chaterine berbohong, padahal ia sibuk meracik penawar racun untuk dirinya sendiri tadi malam.
"kalau begitu kamu tidak perlu kuliah dulu sayang, istirahat lah dulu di rumah. sampai keadaan kamu menjadi baik-baik saja." ujar Julio, ia tidak ingin melihat sang adik bertambah sakit jika di paksakan untuk pergi kuliah.
"Chaterine baik-baik saja kak Julio! Chaterine hari ini ada pelajaran dosen killer, lagi pula beberapa hari lagi kan Chaterine akan wisuda jadi sayang kalau tidak masuk." jawab Chaterine dengan tersenyum manis, jika dia tidak pergi kuliah, ia tidak akan bisa bertemu dengan anak buah nya yang sudah menunggu nya di kampus.
"ya sudah tapi jika kamu merasa kesehatan kamu sedang menurun segera pulang ya, kakak tidak ingin kamu kenapa-kenapa." ujar Julio tegas,
"iya kak, kalau Chaterine tidak enak badan nanti akan segera pulang."jawab Chaterine dengan lembut dan tidak lupa ia tersenyum manis ke arah keluarga nya.
"ya sudah nanti Dady yang antar kamu." timpal Dady Axel dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut dan kasih sayang.
"beneran dad." seru Chaterine dengan semangat dan di angguki oleh sang Dady
kini mereka semua sarapan pagi bersama tanpa ada nya obrolan saat makan, hanya ada suara dentuman sendok.
__ADS_1
setelah selesai makan, mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing, Chaterine pergi ke kampus dengan diantarkan Dady Axel. Chaterine bergelayut manja di dalam mobil, sedangkan Dady axel terkekeh kecil melihat tingkah Putri, begitu juga dengan supir dan asisten pribadi nya juga terkekeh kecil melihat tingkah nona kecil mereka.