
angel yang baru ingat jika belum mengakhiri panggilan telepon nya menepuk keningnya saat melihat tatapan dari Chaterine.
"hehe... aku belum mengakhiri panggilan telepon nya."ujar angel sambil cengengesan, lalu ia membalikkan ponsel milik nya ke arah Chaterine. terpampang lah wajah Leon yang pertama kali di lihat oleh Chaterine,
"oh ya, sudah dulu! aku ingin membantu Chaterine."ujar angel kepada Leon, ia lalu mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari Leon.
"ayo turun!"seru angel, ia menarik tangan Chaterine dengan pelan namun segera di tepis oleh Chaterine, Chaterine menatap kesal ke arah angel.
Chaterine mendorong tubuh angel agar keluar dari dalam kamar nya, setelah itu ia mengunci pintu kamar nya agar tidak ada yang masuk sebelum ia merias kembali wajah nya.
dengan keahlian Chaterine yang pandai merias diri, tidak memerlukan waktu yang lama. saat ini dia sudah siap dengan makeup yang jauh berbeda dari yang tadi, dan saat ini penampilannya terkesan lebih menarik dan cantik.
sedangkan di bawah sudah banyak tamu yang berdatangan dan tidak lama kemudian keluarga besar Leo. juga datang, Grace yang melihat angel sudah turun tanpa Chaterine mengernyitkan keningnya.
"dimana Chaterine?" tanya Grace dengan berbisik, ia ingin tahu alasan kenapa angel turun tanpa adiknya.
"Chaterine masih di atas kak, katanya mau benerin riasan nya."jawab angel dengan berbisik pula.
Samuel sendiri sedang mencari keberadaan Chaterine yang masih belum turun, ia kemudian beralih menatap kearah angel dan saudari kembar nya yang seperti nya sedang membahas sesuatu.
__ADS_1
"memang nya kenapa dengan riasan nya?" tanya Grace, saat masuk kedalam kamar sang adik riasan nya masih baik-baik saja.
"kata Chaterine riasannya seperti ibu-ibu kompleks kak."jawab angel, Grace menahan tawanya agar tidak pecah di depan semua orang. adiknya ini ada-ada saja, Samuel yang melihat Grace yang sedang menahan tawanya menjadi penasaran dengan apa yang sedang di obrolkan oleh Grace dan angel.
"apa yang sedang kalian obrolkan?" tanya Samuel dengan penasaran, Grace tersenyum kecil melihat sang kakak yang seperti nya tengah penasaran terhadap obrolan mereka saat ini.
"adik kesayangannya kakak, katanya riasan wajah nya seperti ibu-ibu kompleks."jawab Grace dengan pelan, Samuel yang mendengar perkataan dari Grace memandang tidak percaya. saat angel melihat wajah Samuel yang seperti nya tidak percaya dengan perkataan nya, segera menunjukkan rekaman video yang sempat ia rekam juga tadi.
Samuel dan Grace yang melihat tingkah laku adiknya menahan tawa mereka, jika tidak ada orang lain pasti mereka berdua sudah tertawa terbahak-bahak saat ini. Samuel mengirimkan video itu ke ponsel milik nya dan mengembalikan ponsel angel.
saat para tamu sedang kebingungan tentang acara pertunangan di keluarga banedict dan terlebih lagi mereka tidak tahu siapa yang akan bertunangan, kehidupan keluarga banedict Sangatta tertutup dan bahkan tidak ada yang tahu jika di keluarga banedict masih mempunyai seorang putri yang mereka rahasia kan selama ini.
"kenapa kakak ipar menunduk kak?" tanya juno kepada Leon, sedangkan Leon terus menatap ke arah Chaterine. ia ingin melihat secara langsung wajah Chaterine,
"selamat malam sayang"sapa Samuel, ia menghampiri sang adik, dan memeluknya di depan semua orang dan itu semakin membuat kegaduhan. tentu saja para perempuan merasa cemburu dengan Chaterine yang sedang di peluk dengan Samuel.
"selamat malam kak,"sapa balik Chaterine, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kakak saat menyadari tamu undangan nya yang sedang menatap ke arah nya.
"kamu sangat cantik sayang, apa kamu merias nya lagi tadi?"
__ADS_1
"iya kak, tadi bedak nya terlalu tebal. aku tidak suka,"ujar Chaterine, ia juga mengeluh tentang riasan wajah nya.
"selamat malam Dady, mommy." sapa Chaterine dengan mencium pipi kedua orang tua nya dengan bergantian, tamu undangan terkejut dengan apa yang mereka dengar.
"selamat malam sayang."
"selamat malam kak." sapa Chaterine, ia melakukan hal yang sama seperti yang telah ia lakukan kepada orang tua nya. para tamu lebih terkejut lagi saat mendengar nada bicara empat saudara itu sangat lembut terhadap Chaterine.
"selamat malam sayang,"
Ting Ting Ting Ting
semua orang kini tertuju kepada Axel, ia mengumumkan siapa yang akan bertunangan dan tidak lupa ia juga mengenalkan putri kecilnya Kepada para tamu, tentu saja mereka terkejut dengan apa yang mereka dengar.
selama ini mereka hanya mengenal ke empat anak dari Axel dan mereka tidak pernah mendengar jika mereka masih mempunyai seorang putri, dan terlebih lagi putri kecil di keluarga banedict sangatlah cantik.
bahkan hampir setiap pria di sana menatap Chaterine penuh nafsu, Samuel yang melihat tatapan para pria hidung belang itu, segera menarik tubuh sang adik di belakang tubuh nya. ia paling tidak suka melihat tatapan mata yang menjijikkan tertuju kepada sang adik.
tidak hanya Samuel, Julio dan Gavin juga pasang badan untuk sang adik, mereka yang mendapatkan tatapan tajam dari Axel dan ketiga putra mereka menjadi takut, pasal nya saat Axel marah tidak akan ada yang bisa menghentikan nya.
__ADS_1