
setelah selesai mengagumi keindahan gaunnya, Chaterine kembali duduk di samping sang Dady dengan tersenyum lebar, sedangkan semua orang sedang sibuk membahas tentang pernikahan nya.
Chaterine yang mulai bosan mendengar obrolan mereka memilih diam sambil menopang dagunya, Juno menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh sang mama saat melihat tingkah kakak iparnya seperti anak kecil.
Alvin dan Leon memalingkan wajah mereka saat melihat Chaterine yang tengah menopang dagunya dengan bibir yang manyun.
Samuel yang melihat nya menggelengkan kepalanya, saat Chaterine menatap nya. Samuel dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil menepuk bibirnya sendiri. Chaterine yang mengerti kode dari sang kakak, kembali duduk dengan tegak dan bersandar pada bahu sang Dady.
"kak Sam, ayo jalan-jalan."ujar Chaterine dengan tersenyum manis, jika masih di rumah mungkin kepalanya akan semakin pusing.
"lain kali saja jalan-jalannya, kamu baru pulang sayang."jawab Samuel dengan tegas, Chaterine menghela nafas panjang mendengar penolakan dari sang kakak.
"oh iya sayang, selama di Jerman kamu tinggal bersama siapa?" tanya Yura, ia tahu jika adik iparnya sedang kebosanan dan mencoba untuk mencari obrolan bersama nya.
"eumm sama teman Chaterine kak." jawab Chaterine dengan jujur, selama di Jerman mereka memang akan tinggal satu atap selama mereka semua bel memiliki pasangan.
"teman yang ngasih kamu gaun itu?" tanya lagi, ia penasaran dengan sesosok teman-teman Chaterine yang terlihat misterius tersebut.
"iya kak." Axel menoleh ke arah putri nya sambil melotot tidak percaya, Chaterine yang melihat tatapan sang Dady segera memperbaiki Jawaban nya tadi.
"maksud Chaterine, Chaterine memang tinggal bersama dengan dia kak tapi tidak sendiri, di sana ada teman-teman yang lain juga ada bodyguard dan pelayan." ujar Chaterine dengan cepat, Axel masih menatap tajam ke arah putri kecilnya itu.
"teman-teman kamu pria semua?" tanya Axel, jika putri nya menjawab ia, sepertinya dia harus mengawasi Chaterine extra ketat lagi.
"iya dad, bahkan bodyguard serta anak buah Chaterine pria semua." jawab Chaterine yang keceplosan dan dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"jadi kamu perempuan sendiri saat tinggal bersama dengan teman kamu sayang, hmm" ujar Dady Axel dengan tatapan membunuhnya, Chaterine meringis mendengar perkataan dari sang Dady.
"tidak dad, di sana ada pelayan yang juga perempuan dan tiap malam mereka akan tidur di dalam kamar ku!" seru Chaterine dengan cepat sambil tersenyum kikuk, Chaterine yang melihat sang Dady ingin menarik telinga nya dengan cepat ia pindah duduk
dan tanpa ia sadari jika sekarang ini dia sedang duduk di pangkuan Leon.
tindakan spontan dari Chaterine tentu saja membuat semua terkejut. terutama untuk Leon dan sang keempat sang kakak, saat tersadar jika dirinya sedang di pangkuan Leon, Chaterine segera pindah ke tempat sang Dady kembali.
"maaf tuan, saya mengganggu waktu anda."ujar salah satu bodyguard yang datang dengan raut cemas dan takut.
"ada apa?"
"i-itu tu-tuan, ha-hana sa-kit." ujar nya terbata-bata, Chaterine yang mendengar nya marah. bagaimana bisa peliharaan kesayangan nya bisa jatuh sakit.
"kenapa Hana ku bisa sampai sakit? apa kalian tidak memberikan nya makan atau apa ha?" bentak Chaterine dengan nada tinggi.
"jika sampai Hana ku kenapa-kenapa kalian akan aku hukum, huh!" seru Chaterine dan berlari keluar dari rumah dan menuju rumah belakang, sedangkan orang itu sudah ketar ketir saat mendengar kata hukuman dari nona kecilnya.
"pergilah." ujar Axel dengan mengibaskan tangannya, orang itu pun membungkuk dan segera keluar dari dalam rumah.
"siapa Hana?" tanya Ludwig yang penasaran dengan sosok Hana, sehingga membuat Chaterine sekhawatir itu.
"kalian akan tahu sebentar lagi."jawab Axel dengan santai dan benar saja mereka di kejutkan dengan kedatangan Chaterine dengan seekor an*ji*Ng yang ukurannya sangat besar dan berada di dalam gendongan Chaterine.
"Hana itu seekor an*ji*Ng?"
__ADS_1
"iya."jawab Axel dengan santai, awalnya mereka juga terkejut saat Chaterine memiliki peliharaan yang sangat besar dulu, dan hampir setiap hari para penjaga akan terkena gigitan oleh an*ji*Ng kesayangan putrinya.
"aduh sayang, kenapa kamu makin besar saja? aku sudah tidak kuat lagi menggendong mu." keluh Chaterine dan menaruh nya di bawah nya, cukup melelahkan menggendong Hana dari belakang sampai rumah utama.
lagi-lagi mereka di kejutkan dengan jenis yang Chaterine bawa.
"tibetan Mastiff." ujar Alvin dengan memandang seksama an*ji*Ng yang berada di depan nya, kemudian ia melirik ke arah Leon yang seperti nya juga terkejut sama hal nya dengan nya.
"iya, Hana adalah seekor an*ji*Ng tibetan Mastiff dan dia sangat liar, hanya Chaterine yang bisa menjinakkan an*ji*Ng itu dan Chaterine sudah merawat nya dari kecil." tentu saja jawaban dari Axel membuat semua orang terkejut, saat mereka melihat ke arah tibetan Mastiff, mereka mendapatkan tatapan tajam dari an*ji*Ng itu.
"Leon, sepertinya an*ji*Ng itu tidak menyukai kita." bisik Alvin, entah mengapa perasaan nya mengatakan jika peliharaan Chaterine memberikan tatapan permusuhan.
"kamu benar Vin, entah kenapa aku merasa jika an*ji*Ng ini mengibarkan bendera perang kepada kita semua." jawab Leon tak kalah berbisik, bahkan Juno menatap ngeri melihat peliharaan Chaterine.
"sudah, jangan pura-pura sakit lagi! atau ku berikan suntikan racun untuk mu!" seru Chaterine dan seketika membuat Hana segera berdiri dan mengibaskan bulu nya.
"uhhh aku benar-benar merindukan mu Hana." ujarnya dengan mengusap wajah Hana dengan gemas, Hana yang terlihat garang menjadi jinak seketika.
Hana sendiri Chaterine dapatkan dari dalam hutan saat diri nya sedang di latih untuk bertahan hidup di alam bebas oleh sang kakek, Hana yang awalnya tidak menyukainya justru sekarang hana sangat manja jika sudah berada bersama dengan Chaterine.
"sayang, tolong awasi Hana dan jangan sampai dia menggigit semua orang yang berada di sini!." seru Samuel, seperti mengerti yang di ucapkan oleh Samuel. Hana segera menatap tajam ke arah Samuel, Chaterine yang melihat nya tersenyum kecil.
"Hana tidak akan menggigit orang tanpa alasan, jika mereka berbicara tentang Hana, tentu saja Hana akan membalasnya." ujar Chaterine membela Hana, setiap kali Hana mengamuk akan membuat para penjaga masuk ke dalam rumah sakit akibat gigitan nya.
"ck, an*ji*Ng mu itu sangat liar Chaterine, dan kamu tahu kalau dia suka sekali menggigit orang tanpa alasan yang jelas."ketus angel, Hana yang mendengar nya segera bangkit dan menghampiri angel yang masih santai-santai saja. angel yang melihatnya menjadi ciut, dia lupa kalau Hana mengerti setiap obrolan mereka.
__ADS_1
"guk guk guk guk"
Hana menggonggong dengan keras ke arah angel, Chaterine yang melihat Hana marah segera menjinakkan nya. jika tidak dia pasti akan menggigit semua orang yang ada di sini.