ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 166


__ADS_3

Leon beserta yang lainnya membantu Dion mencari keberadaan angel sekarang ini, sedangkan angel dan kedua temannya sedang mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh mantan pacar angel dan temannya.


angel memaksakan diri nya tetap sadar begitu juga dengan yang lainnya, tiga pria itu mendekat dengan tersenyum smirik kearah tiga perempuan yang berada di depan mereka. mereka melihat mereka dari atas sampai ke bawah dan berniat untuk memper kosa mereka.


di sisi lain Chaterine yang mendapatkan penglihatan menggeleng kan kepalanya dengan cepat, ia segera berlari untuk turun dan meminta izin untuk pergi sebentar.


"kak rayyan, Chaterine keluar dulu ya."pamit Chaterine yang kebetulan cuma ada rayyan di sana.


"ini hampir tengah malam sayang, kamu mau kemana?"


"ada urusan penting kak, sebentar saja ya." ujar Chaterine segera berlari keluar tanpa menunggu jawaban dari rayyan, sedang kan rayyan melihat ketakutan di wajah Chaterine ingin mengikuti tetapi salah satu anak nya mencari nya dan terpaksa ia harus membiarkan Chaterine pergi sendiri.


Dion pergi ke club' waktu itu dan ternyata club' itu sudah tutup tapi mereka mendengar teriakkan seseorang yang ia kenali, Dion memaksa masuk kedalam dengan cara mendobrak pintu tersebut dengan bantuan sahabatnya.


"bertahanlah angel, ku mohon."batin Chaterine yang hampir sampai di club' tersebut, Dion yang melihat angel yang ingin di nodai merasa marah.


bug


bugh


bugh


pukulan yang di berikan oleh Dion, begitu juga membantu Dion. Dion melepaskan jas nya dan memakaikan nya kepada angel.


Chaterine yang baru tiba segera masuk dan betapa terkejutnya ia saat melihat keadaan angel maupun kedua sahabatnya yang terluka parah dengan baju yang sedikit terbuka.


Chaterine berhamburan memeluk tubuh angel yang penuh dengan luka, angel membalas pelukan dari Chaterine sambil menangis. Chaterine mengusap air mata angel sambil menggelengkan kepalanya.


sedangkan Leon dengan yang lainnya terkejut dengan kedatangan Chaterine di sana, setahu mereka tidak ada yang memberitahu Chaterine tentang angel yang tidak pulang.


"bagaimana bisa Chaterine tahu kita semua ada di sini?"mereka bertanya-tanya dalam hati.


ia beralih menghampiri kedua sahabatnya yang tergeletak lemas, untung saja mereka datang tepat waktu dan belum membuat hal lebih kepada ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Chaterine memegang pundak Dion, Dion menoleh ke arah Chaterine dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.


"kak Dion, bawa angel dan kedua sahabat ku keluar, biar aku yang mengurus nya."ujar Chaterine, Dion mengangguk kan kepalanya, Dion menggendong angel, sedangkan kedua sahabatnya di bawa Hans dan juga Juno.


Chaterine mencengkram kuat leher mantan pacar angel dan melemparkannya dari lantai lima hingga terjatuh di depan Dion.


begitu juga dengan yang lainnya, Chaterine juga melemparkan nya.


"bunny tolong bawa mereka, aku ingin membuat mereka semua perhitungan.penderitaan ini belum setimpal dengan apa yang mereka lakukan kepada angel, Monica dan Kayla."pinta Chaterine, Leon meminta membawa anggota nya untuk membawa mereka ke markas Kings,


"kita bawa pulang saja, aku sendiri yang akan mengobati mereka."timpal nya, Dion menatap wajah Chaterine yang sedang menangis, ia tahu jika saat ini Chaterine tengah menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa angel dan kedua sahabatnya.


setelah sampai Dion membawa angel ke dalam kamar nya, sedangkan kedua sahabatnya di bawa ke kamar yang lainnya. Leon memanggil kan dua dokter sekaligus.


tidak lupa Leon meminta kepada pelayan perempuan untuk menggantikan baju mereka yang sudah robek dan penuh bercak darah, saat Chaterine ingin membantu angel menggantikan bajunya tiba-tiba tangan nya bergetar hebat, Dion yang melihat nya segera membantu Chaterine untuk menggantikan baju angel.


tidak butuh waktu lama dokter sudah sampai dan segera memeriksa kondisi kedua sahabat dari istrinya, sedangkan Chaterine tengah fokus untuk mengobati luka angel dengan tangan yang masih gemetaran.


mereka semua tahu jika saat ini Chaterine sangat lah terpukul melihat angel yang seperti tadi, Leon memeluk tubuh Chaterine dengan erat.


Chaterine yang melihat keadaan mereka bertiga sangat terpukul dan terduduk lemas bahkan ia tidak pedulikan luka di lututnya yang tadi sempat terjatuh.


Dion yang ingin berganti baju di kamar nya, melihat Chaterine yang sedang duduk di lantai sambil menyembunyikan wajahnya dengan tubuh yang gemetaran memilih untuk menghampiri Chaterine, Dion mengusap kepala Chaterine dengan pelan


"maaf kak, aku tidak bisa mencegah semua ini."ujar Chaterine dengan lirih, Dion menggelengkan kepalanya.


"ini buka salah kamu Chaterine, kamu sudah melakukan yang kamu bisa. aku tahu seharusnya kemarin mereka melancarkan aksi mereka tapi kamu berhasil menghalangi mereka."ujar Dion, anak buah nya mengatakan jika ada seseorang yang tengah membuntuti mereka bertiga dari kemarin dan saat anak buah nya kehilangan jejak angel dkk, mereka terus mencari dan menemukan mereka bertiga sudah tidak sadarkan diri.


"jangan pernah salahkan diri kamu sendiri."timpal nya, sambil memeluk Chaterine.


"apa yang sedang kalian lakukan?"tanya Leon dengan memicingkan matanya menatap Dion dan Chaterine yang masih dengan tubuh gemetaran dari tadi, Leon yang baru sadar jika istrinya juga terluka mendadak menjadi khawatir.


"sayang, kamu terluka, kenapa kamu tidak bilang dari tadi sayang?"tanya Leon dengan nada khawatir, ia membantu Chaterine untuk berdiri dan membawanya masuk kedalam kamar angel untuk mengobati luka Chaterine.

__ADS_1


di saat semua orang sedang tertidur pulas berbeda dengan Chaterine dan Dion yang tidak tidur, Chaterine memilih untuk memilih melihat keadaan angel dan kedua teman lainnya.


Chaterine menunggu di kamar kedua sahabatnya karena di dalam kamar angel ada Dion jadi tidak baik jika dia masuk. hingga akhir nya Chaterine tertidur di kamar kedua sahabatnya.


.


.


.


.


.


Leon. yang tidak mendapati Chaterine di samping nya menjadi panik seketika tetapi langkah nya terhenti saat melihat sang istri sedang tertidur pulas di dalam kamar sahabat istri nya itu.


"pagi sayang"bisik Leon, sehingga membuat Chaterine terbangun.


"pagi bunny"ujar Chaterine dengan melihat ke arah ke dua sahabat nya yang masih tidur. Chaterine mengambil salah satu obat dan kembali menyuntikkan nya.


"aku mau ke kamar angel, bunny"ujar Chaterine dan di angguki oleh Leon dan ternyata di sana sudah ada yang lainnya.


"angel."panggil Chaterine saat melihat angel yang sudah bangun dan sedang menangis di dalam pelukan nya Dion.


"Chaterine."panggil angel dan segera memeluk tubuh angel sangat erat.


"kamu tidak apa-apa kan, kamu belum di apa-apa kan oleh mereka kan. coba lihat."ujar Chaterine sambil memutar-mutar tubuh angel, angel yang sudah tidak tahan memukul kepala Chaterine dengan tangan nya. padahal suasana nya sedih tapi tidak jadi.


"mereka belum sempat menyentuh ku, bagaimana dengan Monica dan Kayla?"


"mereka belum bangun...."timpal Chaterine, angel mengangguk kan kepala, angel yang ingat tentang sesuatu bertanya kepada Chaterine.


"Chaterine, bukankah seharusnya kamu di rumah kakak angkat mu hmm?"tanya Angel dengan bersedekap tangan, Chaterine yang mendengar nya menepuk keningnya.

__ADS_1


"aduh aku lupa tidak memberitahu orang-orang rumah, jangan sampai si gila itu datang ke sini."ujar Chaterine, angel mengernyitkan keningnya siapa yang di maksud oleh Chaterine.


__ADS_2