ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 136


__ADS_3

"lalu bagaimana dengan yang namanya kay?"


"Kay bodyguard kedua ku sebelum Zee dan sebenarnya masih ada beberapa lagi tapi mereka sedang aku tugaskan untuk mencari keberadaan seseorang."jawab Chaterine dengan jujur.


bisa di pastikan betapa sulit istrinya mengasuh ke delapan adik angkatnya itu dulu dan terlebih lagi di saat istrinya nya masih remaja dan juga harus memimpin sebuah perusahaan yang di tinggalkan oleh sang kakek, bukan hanya itu saja, istri nya juga sangat menyayangi anak-anak kecil tanpa melihat status mereka.


betapa susahnya membagi waktu antara sekolah, keluarga dan adik angkatnya itu.


"eum,apa kita masih mau di sini bunny?"tanya Chaterine sambil membuat lingkaran kecil di dada bidang Leon.


"jika kamu masih mau di sini tidak masalah sayang."jawab Leon sambil menghentikan jemari tangan Chaterine, istrinya ini sepertinya ingin membuatnya menderita. apa istrinya itu tidak tahu jika perbuatan nya tadi membangun kan hasrat nya.


"ayo pulang, aku sudah lelah."ujar Chaterine seraya berdiri, Leon hanya bisa mengikuti keinginan sang istri.


di dalam perjalanan menuju hotel tak henti-hentinya Chaterine tersenyum lebar dan membuat Leon sangat bahagia, setelah sampai Leon membukakan pintu mobil untuk Chaterine dan mengulurkan tangannya ke arah Chaterine dan menyambut uluran tangan dari leon dengan senang hati.


di sisi lain Zee yang mendapatkan kabar jika ada orang yang mengincar nona nya sewaktu di taman segera pergi untuk mengurus semua ini sendiri.


"ada apa sayang?"tanya Leon saat melihat sang istri tengah mencari sesuatu.


"eumm handphone aku mana ya bunny." jawab Chaterine yang masih sibuk dengan mencari keberadaan handphone miliknya.


"mungkin ke tinggalan di mobil sayang, biar aku cari di dalam mobil."


"tidak perlu, biar aku saja yang mencarinya."cegah Chaterine, dan mengambil kunci mobil itu dan segera berlari keluar. sesampainya di tempat parkir Chaterine segera menuju ke mobil dan mencari handphone miliknya.


saat ingin masuk kembali ke dalam hotel, ia di kejut kan oleh seseorang yang sedang berdiri di depan nya. dengan refleks Chaterine berjalan mundur saat melihat orang itu berjalan mendekati nya.


orang tersebut yang melihat Chaterine berlari ke arah tuan nya segera memberitahu jika dia melihat Chaterine di hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


"tuan saya melihat nona sedang berada di hotel xx Paris dan sekarang nona sedang berlari ke arah anda." ujar orang itu.


Chaterine yang berlari tanpa sadar dan berlari menuju seseorang yang selalu ia hindari selama ini, dan tiba-tiba saja.


hap


ada seseorang yang sedang memeluk tubuh nya dari belakang dan membuatnya membeku seketika, jantung nya bahkan berdetak kencang dan cepat.sekujur tubuhnya merasa lemas dan tidak bertenaga.


"hai sayang, apa yang sedang kamu lakukan di sini?"tanya orang tersebut yang mempererat pelukannya, wajah Chaterine berubah menjadi pucat saat mendengar suara pria itu.


"le lepas."ujar Chaterine dengan tergagap, pria itu yang mendengar perkataan dari Chaterine membuat nya sangat marah, dengan cepat ia membalikkan tubuh Chaterine dan mencengkram kuat leher Chaterine.


bukannya kasihan kepada Chaterine justru pria itu membanting tubuh Chaterine hingga terbentur dengan tembok, karena belum puas pria itu kembali mendekati Chaterine dan mencambuknya.


Zee yang kebetulan baru datang dan tidak sengaja melihat Chaterine di perlakukan seperti itu segera berlari menuju mereka.


Zee menendang pria itu yang ingin melukai Chaterine kembali, Zee mengepalkan kedua tangannya saat melihat keadaan Chaterine yang memprihatinkan. Zee membantu Chaterine berdiri dan menghalangi kembali orang itu yang ingin memegang tangan Chaterine.


"pergilah nona, biar dia saya yang urus."ujar Zee, Chaterine yang mendengar suara Zee cukup tenang. Chaterine mengangguk kan kepalanya dan berlari menjauh, sedangkan pria itu menatap tajam ke arah Zee dan meminta bawahan nya untuk membawa Chaterine kembali.


orang itu menyerang Zee dengan brutal dan tidak memberikan Zee untuk membalas setiap pukulan nya,


di sisi lain Chaterine bersembunyi di balik tembok di dekat lift, ia menyadari jika anak buah orang tersebut mengejarnya. tapi tiba-tiba saja.


plak


Alvin menepuk pundak Chaterine dan membuat sang empunya nya menjadi ketakutan, Alvin yang melihat tubuh Chaterine bergetar hebat segera menelepon Leon.


"Chaterine."panggil Alvin, Chaterine yang melihat Alvin berdiri di depan nya segera memeluk nya dengan sangat erat.

__ADS_1


Alvin membelalakkan matanya saat menyadari jika Chaterine tengah terluka di bagian kening dan belakang kepala nya dan bahkan ada bekas cambukan di kedua lengan Chaterine.


"kak Alvin tolong bantu Zee kak."ujar Chaterine dengan lirih, orang itu tidak akan melepaskan Zee begitu saja. Leon yang baru datang melihat Chaterine yang tengah memeluk Alvin merasa cemburu tapi ia tepis dulu pikiran nya itu dan yang terpenting adalah keselamatan istrinya saat ini.


"sayang"panggil Leon, Chaterine melihat ke arah suara dan membuat emosi Leon memuncak saat melihat istrinya tengah terluka dan gemetaran.


"bantu Zee, dia ada di sana!"seru Chaterine dengan sesegukan sambil menunjuk arah di mana Zee tadi, Alvin segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh Chaterine dan mendapati Zee yang tengah menyenderkan tubuhnya di tembok dengan beberapa luka.


beruntung ia sempat menelepon anggota black wolf yang lain nya dan mereka segera pergi meninggalkan nya, sementara yang lainnya sibuk mengejar orang-orang itu.


yang baru teringat dengan kondisi Chaterine memaksakan dirinya untuk berdiri tetapi ia di kejutkan saat ada orang yang membantu nya berdiri.


Leon membawa Chaterine kembali masuk ke dalam kamar mereka tetapi yang Leon lihat sedari tadi hanya ketakutan di wajah istri nya, sebenarnya apa yang terjadi saat Sang istri sedang mengambil handphone nya tadi sehingga membuat sang istri menjadi ketakutan dan tatapan matanya menjadi kosong.


Alvin membawa zee ke kamar Leon dan Chaterine karena sedari tadi Zee terus saja menanyakan tentang keadaan Chaterine.


Zee yang baru datang bersama dengan Alvin terkejut saat melihat Chaterine yang sedang gemetaran di atas ranjang dan menatap kosong, bahkan matanya tak berhenti bergerak.


Zee melepaskan diri dari Alvin dan berjalan cepat menuju Chaterine, setelah sampai Zee berjongkok di depan Chaterine.


"tenanglah nona, mereka semua sudah pergi dan anda tidak perlu takut lagi."ujar Zee dengan lirih, lagi-lagi ia gagal menjaga Chaterine.


"di di dia i i ingin mem mem membawa ku Zee."ujar Chaterine dengan ketakutan yang amat besar, trauma nya terhadap kematian sang kakek sudah sembuh total tapi trauma masa kecil nya belum bisa di sembuhkan.


"itu tidak akan terjadi nona, saya tidak akan membiarkan nya membawa anda pergi. jika suatu saat dia membawa anda pergi maka saya juga akan menyerahkan diri saya kepada nya agar saya bisa menemani Anda ."ujar Zee, Leon hanya mendengarkan saja dan dia rasa perlu bicara terhadap Zee nanti.


"apa anda ingin meminum obat nona?"tanya Zee dan di angguki kepala oleh Chaterine, kemudian Zee mengambil obat yang selalu di minum oleh Chaterine saat trauma nya kembali.


"istirahat lah nona, saya akan menjaga anda di sini,"timpalnya, Chaterine membaringkan tubuhnya dan dan Zee menyelimuti tubuh Chaterine, saat ingin pergi Chaterine meraih tangan Zee dengan cepat.

__ADS_1


"tetap di sini Zee,aku takut."ujar Chaterine, Zee menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Chaterine yang masih memegang tangan Zee. setelah Chaterine terlelap tidur dengan pelan Zee melepaskan pegangan tangan Chaterine.


__ADS_2