
"ada apa Dengan kalian semua?"tanya Chaterine, mereka yang mendengar suara Chaterine bertambah terkejut, Leon bahkan tidak bisa lepas dari pandangan nya.
"ini kamu sayang?"tanya Dady Axel.
"siapa lagi memang nya dad, florist selalu berpenampilan seperti ini dan wajahnya juga ini."jawab Chaterine dengan tersenyum kecil melihat reaksi mereka.
"kamu benar-benar berbeda sayang, bahkan kami semua tidak mengenali mu tadi."ujar mama Stella.
"oh ya sayang, Dady ingin melihat perusahaan mu apa boleh?"
"tentu saja boleh Dady, tapi tidak sekarang karena di perusahaan masih ada masalah."
"nona, bodyguard anda sudah menunggu di depan."ujar paman wu.
"baiklah paman wu terima kasih."
"semuanya Chaterine pergi dulu ya."pamit Chaterine dan segera pergi, ia benar-benar sudah terlambat untuk urusan nya..
setelah pulang dari perusahaan nya, Chaterine duduk di sofa sambil menyenderkan tubuhnya. untung saja masalah kali ini tidak sampai berlarut-larut dan bisa ia selesaikan dengan mudah.
"apakah Chaterine sudah pulang paman wu?"tanya Samuel, karena mereka sekarang sedang duduk di gazebo.
"nona muda baru saja kembali tuan."jawab paman wu dengan sopan.
"kalau begitu saya permisi dulu tuan, saya harus meminta para pelayan untuk menyiapkan makanan."
"baiklah"
Leon yang kebetulan kembali masuk ke dalam rumah tersenyum lebar melihat Chaterine sudah kembali.
"apa kamu baru kembali sayang?"tanya Leon Sambil mencium kening Chaterine.
"iya bunny."jawab Chaterine Sambil menyenderkan kepalanya di bahu Leon.
"ehemm... apa kalian tidak bisa sehari saja tanpa bermesraan ya!"seru angel yang lagi-lagi harus melihat mereka berdua sedang bermesraan.
"di sini banyak orang, kalau mau bermesraan di dalam kamar saja sama."timpal Hans seraya mengusir pasangan baru itu, sudah beberapa hari mereka bersama tetap saja jadi obat nyamuk mereka.
"bagaimana dengan urusan kamu sayang, apa sudah selesai.?"tanya papa Ludwig
"sudah pa, semua nya sudah baik-baik saja."
"istirahat lah jika kamu lelah sayang."ujar Dady Axel
"it's okay Dady, aku baik-baik saja."
__ADS_1
"nona, maaf makan malam nya sudah siap."ujar paman wu yang baru saja datang
"terima kasih paman wu."
"sama-sama nona."
"Dady dengan yang lainnya saja yang makan,aku sudah makan tadi."
"apa kamu yakin?"
"iya dad, tadi aku sudah makan bersama dengan beberapa pegawai kantor."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar, Axel mengangguk kan kepala nya dan meninggalkan Chaterine yang masih duduk di ruang keluarga.
mereka makan malam tanpa bersama dengan Chaterine, sedangkan Chaterine tengah sibuk dengan beberapa file yang harus ia tanda tangani.
hari semakin malam dan kini mereka semua tidur di dalam kamar yang sudah di siapkan oleh Chaterine sebelumnya.
hari berganti bulan dengan cepat, sudah tidak terasa mereka semua tinggal di Jerman hampir tiga bulan dan pernikahan Leon sudah memasuki empat bulan.
selama di Jerman Chaterine menghabiskan waktu nya bersama dengan keluarga dan juga Leon, terkadang ia mengajak keluarga nya untuk berkunjung ke perusahaan milik nya.
dan entah kenapa pagi ini sikap Leon sungguh berbeda dari biasanya, ia terus saja menempel pada Chaterine hingga terkadang membuat Chaterine kesal sendiri.
"kamu mau kemana sayang?"tanya Leon saat sang istri ingin melepaskan pelukannya.
"mau ke dapur sebentar."jawab Chaterine dengan tersenyum kikuk, bagaimana tidak jika di depan nya ada keluarga besar mereka.
"aku ikut."ujar Leon , Chaterine hanya bisa pasrah mendengar nya. baru juga berdiri Leon kembali memeluknya dari belakang.
"ada apa Dengan Leon?"tanya Alvin dalam hati saat melihat tingkah Leon yang berbeda hari ini.
"sayang apa kamu akan pergi meninggalkan ku?"tanya Leon saat mereka sudah berada di dapur, entah mengapa ia merasa jika Chaterine akan meninggalkan nya yaitu saat nanti. Chaterine yang mendengar perkataan dari Leon terdiam, apa sikap Leon seperti ini ada sangkut-pautnya tentang kejadian yang akan terjadi.
"tidak bunny, memang nya aku mau meninggalkan mu karena apa."jawab Chaterine seraya bertanya.
"entahlah sayang, mungkin hanya perasaan ku saja, jika kamu akan meninggalkan ku dalam waktu lama."
"apa kamu mau bunny?"tanya Chaterine mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"tidak sayang." tolak Leon yang masih belum mau melepaskan pelukannya,
di sisi lain
berdirilah seorang pria yang menatap ke arah jendela, ia menunggu kedatangan anak buah nya untuk laporan yang akan anak buahnya berikan. tidak berselang lama anak buahnya datang dengan membawa sebuah map coklat yang berisi tentang informasi yang ia inginkan.
"tuan, saat ini mereka semu sedang berada di Jerman dan sudah tiga bulan mereka menetap di sana."ujar seseorang pria yang lebih muda dari atasannya.
__ADS_1
"apa kamu mendapatkan apa yang aku inginkan?"
"saya mendapatkan nya tuan, mereka memiliki seorang putri dan juga ada kemiripan dengan orang itu terutama pada mata dan aura membunuh nya."
"apa mungkin dia putrinya?"
"tidak tuan putri orang tersebut sudah tiada bersamanya waktu itu, dan perempuan ini benar-benar keponakan nya karena dia lahir setelah satu tahun dari kejadian itu."
"apa kamu yakin?"
"saya yakin tuan, saya mendapatkan informasi dari anak buah kita yang berhasil lolos dari nya waktu itu jika dia benar-benar mirip dengan orang itu jika sedang marah."
"bagaimana dengan tanda lahir nya, apakah dia memiliki nya?"
"soal itu belum saya dapatkan tuan."
"cari tahu lagi, jika saja dia tidak akan menjadi ancaman bagiku di masa depan aku ingin memilikinya di samping ku walau dia sudah memiliki pasangan aku tidak peduli dengan itu."
"baik tuan saya akan mencari tahu informasi nya lagi."
"pergilah"perintah orang itu dengan melambaikan tangannya.
"gadis kecil jangan salah kan aku untuk menghabisi mu, keberadaan mu akan membuat ku dalam masalah." ujar pria itu dengan memegang sebuah foto Chaterine yang tengah tersenyum sangat manis.
saat ini Leon meminta beberapa anggota nya untuk datang ke mansion tempat mereka tinggal, entah mengapa ia merasa akan terjadi sesuatu yang besar nanti nya.
setelah mendapatkan kabar dari pimpinan mereka kini segera pergi kemana tempat yang di minta oleh Leon, sedangkan Chaterine menjadi pusing melihat kehadiran anggota Kings di kediaman nya, apalagi yang datang adalah orang-orang kepercayaannya Leon.
Chaterine memilih untuk pergi ke dalam kamar nya, sedangkan keluarga nya hanya bisa tertawa kecil melihatnya. begitu juga dengan angel yang merasa puas di atas penderitaan Chaterine.
tak tak tak tak
mereka kembali di kejutkan dengan kedatangan beberapa orang, sedangkan anggota Leon yang mengenali mereka menodongkan senjata mereka kearah mereka semua.
"ck, kenapa kita harus bertemu kembali."ujar salah satu anggota Kings dengan menatap permusuhan terhadap mereka.
"apa menurutmu kami mau bertemu dengan kalian lagi?"jawab anggota black wolf, Chaterine yang mendengar suara keributan segera turun dan melihat anggota nya maupun anggota Leon saling menodongkan senjata.
"jika kalian ingin saling membunuh pergi dari sini!"seru Chaterine yang baru saja datang, sedangkan anggota black wolf yang mendengar suara Chaterine, menarik kembali pistol mereka dan membungkuk sopan ke arah Chaterine.
"nona..."sapa mereka semua bersamaan.
"apa tugas yang aku berikan kepada kalian semua sudah selesai?"tanya Chaterine dengan nada dingin.
"sudah nona, tapi dia berhasil lolos karena ada sekelompok lalat yang mengganggu waktu itu."
__ADS_1
"berani-beraninya kamu "ujar salah satu anggota Kings dengan menodongkan senjata kearah Kane.
"diam, jika kalian masih saja berdebat lebih baik pergi dari sini."bentak Chaterine, sedangkan kedua anggota yang tengah berseteru terdiam mendengar nya.