ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 183 bonus


__ADS_3

sudah satu tahun kehidupan mereka benar-benar berubah setelah kedatangan Chaterine kembali.


tak tak tak tak tak


"pagi mom."sapa kelima putranya yang sudah siap untuk pergi bersekolah.


"pagi baby."sapa Chaterine kembali kemudian mencium satu persatu pipi sang putra, Ludwig tersenyum lebar melihat interaksi antara ibu dan anak di depan mereka.


"pagi opa, Oma."


"pagi sayang, siapa yang akan mengantarkan kalian nanti?"


"mommy, Oma."


"sayang, biar mama dan papa yang mengantarkan mereka sekolah ya."


"baiklah ma, tidak apa-apa kan baby."


"tidak apa-apa mom, tapi nanti pulang nya di jemput sama mommy dan Daddy ya."


"oke baby."


"pagi sayang, kenapa tidak menungguku tadi hmm?"sapa Leon seraya bertanya kepada istrinya, sudah berulang kali ia meminta sang istri untuk menunggu nya saat turun ke bawah.


"maaf bunny aku lupa."jawab Chaterine dengan cengengesan.


cup


Leon yang merasa gemas dengan tingkah laku Chaterine mencium pipi sang istri.


Chaterine tersenyum kecil mendapatkan perlakuan manis dari Leon.


mereka kembali makan bersama sebelum melakukan aktivitas pagi mereka, setelah selesai makan mereka segera pergi dan tersisa lah Chaterine yang di tinggal sendirian di rumah.


"Chaterine."panggil angel yang baru saja datang bersama dengan Dion.


"hai angel, kak Dion."


"apa kakak tidak bekerja lagi hari ini?"tanya Chaterine dengan penasaran.

__ADS_1


"tentu saja bekerja, aku ke sini untuk mengantarkan ratu ku."jawab Dion sambil menunjuk ke arah angel, Chaterine menggelengkan kepalanya melihat keromantisan mereka.


"nanti kalau sudah selesai aku akan menjemputmu lagi."ujar Dion sebelum benar-benar pergi.


sedangkan di sisi lain Leon tengah kesal, dari tadi malam ia menunggu ucapan selamat ulang tahun dari sang istri tetapi tetap ia dapatkan sampai sekarang. ia memang tidak bisa marah kepada sang istri makanya ia melampiaskan kemarahannya kepada para karyawan perusahaan nya saja dan bahkan sahabat-sahabatnya juga terkena imbasnya.


"ada apa dengan nya?" tanya Dion yang melihat Leon terlihat sedang marah.


"mungkin sedang berantem dengan istri kesayangan nya, apa lagi memangnya yang bisa membuat Leon menjadi gila seperti ini"jawab Erick dan di angguki kepala oleh mereka semua, sedangkan orang yang sudah membuat Leon tengah kesal kini sedang asyik berbelanja bersama dengan angel dan kedua temannya.


Chaterine mengambil pesanan untuk Hadiah ulang tahun Leon, sebenarnya ia ingat tapi ia ingin memberikan sebuah kejutan untuk suami nya.


setelah selesai berbelanja kini angel maupun Chaterine mereka sedang menuju ke perusahaan milik Leon, karena ia tahu jika mereka saat ini pasti sedang berkumpul di sana.


ceklek


"nah akhirnya datang juga,"ujar Zack saat melihat kedatangan Chaterine bersama dengan angel.


"ada apa?"


"dari tadi pagi suami mu terlihat marah-marah tidak jelas."jawab Zack, dan mereka berpamitan untuk pergi ke kantin kantor, kebetulan mereka semua belum makan siang hari ini.


"bunny apa kamu marah dengan ku?"tanya Chaterine dengan lembut, Leon menggelengkan kepalanya melihat wajah sang istri yang tengah berada di samping saat ini.


"apa ini sayang?"


"kado untuk mu, bukalah."jawab Chaterine dengan berjalan ke dapur kecil di dalam ruangan Leon yang memang di sediakan oleh Leon jika sewaktu-waktu jika istri dan anak-anak nya datang berkunjung.


Leon membuka kotak kecil itu yang di dalam nya ada sebuah jam tangan dan sebuah benda kecil tipis, Leon yang melihat nya segera menghampiri sang istri dan memeluknya sangat erat.


"terima kasih sayang, ini hadiah terindah untuk ku."ujar Leon dengan tersenyum lebar, tangan nya juga sudah ia tempelkan pada perut Chaterine yang masih terlihat rata itu.


"sama-sama bunny. bunny aku lapar."ujar Chaterine dengan menyembunyikan wajahnya, Leon kembali di buat gemas dengan tingkah istrinya itu.


"mau makan di luar saja, atau bagaimana?"


"aku mau makan di kantin kantor saja Bareng yang lainnya."jawab Chaterine dengan lembut, Leon mengangguk kan kepala nya dan menggandeng tangan sang istri.


di sisi lain mereka yang baru sampai di kantin kantor menjadi bahan pembicaraan para karyawan yang sedang makan siang di sana.

__ADS_1


"apa menurutmu Leon masih marah?"tanya Zack, Alvin tersenyum kecil mendengar nya. bagaimana bisa Leon marah jika sang pawang ada di dekat nya.


"tidak, apa kamu lupa jika di samping nya sudah ada pawang nya."jawab Alvin dan di angguki kepala oleh mereka semua dan tidak berselang lama Chaterine dan Leon ikut bergabung dengan yang lainnya.


"ck, kenapa kamu seperti orang gila? tadi pagi masih marah-marah dan sekarang senyum-senyum tidak jelas."tukas Erick dengan kesal, karena ia juga harus terkena amukan dari Leon dari tadi pagi.


sedangkan Leon tidak mendengarkan perkataan dari sahabat-sahabatnya dan memilih cuek saja.


"kamu ingin makan apa sayang?"


"udang tapi aku mau nya kamu yang memasak nya."jawab Chaterine dengan cepat sambil cengengesan, Leon mengangguk dan segera pergi ke dapur.


sedangkan mereka menatap aneh ke arah Chaterine, bisa-bisanya dia meminta sang suami masak di dapur kantin kantor dan masih banyak karyawan di sini.


"sayang."panggil Leon yang sudah membawa satu piring masakan udang yang diinginkan oleh sang istri.


"terima kasih bunny."ujarnya dengan tersenyum manis.


"kalian sudah baikan?"tanya mereka semua dengan spontan, kecuali Alvin yang terlihat santai saja.


"apa kita sedang berantem bunny?"tanya Chaterine dengan mengedipkan beberapa kali matanya saat mendengar perkataan dari mereka semua.


"tidak,"jawab Leon dengan cepat.


"lalu tadi pagi kamu marah-marah karena apa?"


"oh itu, aku hanya merasa kesal karena Chaterine tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada ku hanya itu saja."jawab Leon dan sukses membuat mereka membuka mulutnya lebar-lebar, Chaterine Tertawa kecil melihat reaksi mereka.


"ck, kami pikir kalian sedang perang dingin makannya sikap kamu seperti itu, tau nya cuma masalah kecil membuat kami sport jantung saja."keluh Hans dengan kesal.


"eumm, masakan kamu sangat enak bunny."puji Chaterine setelah memakan masakan nya Leon.


"kalau begitu kamu harus menghabiskan nya."ujar Leon, Chaterine yang mendengar nya segera menggelengkan kepalanya. jika di suruh untuk makan sebanyak ini sudah pasti ia tidak akan bisa.


"aku tidak akan bisa menghabiskan nya bunny, ini terlalu banyak dan perut ku tidak akan muat."keluh Chaterine sambil menggelengkan kepalanya seperti anak kecil.


"tetapi kamu harus makan banyak sayang, kamu tidak sendirian saat ini."ujar Leon sambil mengusap perut sang istri, sedangkan mereka yang mendengar perkataan Leon membelalakkan matanya dan refleks menatap ke arah perut Chaterine yang masih di usap oleh Leon.


"kamu hamil lagi chaty?"tanya Angel dan mendapatkan anggukan kepala dari Chaterine maupun Leon, tentu saja mereka bahagia mendengar kabar bahagia ini.

__ADS_1


"sepertinya kalian harus mentraktir kita makan di luar!"seru David.


"atur saja."ujar Leon yang masih sibuk menyuapi Chaterine.


__ADS_2