ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 43


__ADS_3

saat ini Samuel sedang menelepon seseorang untuk masalah di universitas sang adik, sedangkan Chaterine pergi ke dalam kamar nya untuk pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan seseorang.


saat Samuel kembali ke ruang keluarga ia tidak mendapati sosok adiknya di antara mereka. saat ingin bertanya kepada mommy Jovinka, ia mendengar suara pintu lift terbuka, dan terlihat lah Chaterine dengan penampilan yang berbeda dari yang tadi.


Samuel mengangkat salah satu alisnya menatap tajam ke arah Chaterine, sedangkan Chaterine menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


"dad, Chaterine izin keluar sebentar ya?." ujar Chaterine yang meminta izin kepada Dady Axel, sedangkan Samuel menjadi curiga terhadap adik kecilnya.


"mau kemana berpakaian seperti ini." bukan Dady Axel yang bertanya, melainkan Samuel dengan nada ketus dan dingin. Chaterine yang melihat raut wajah sang kakak sedikit bergidik ngeri.


"mau ke toko buku kak! Chaterine mau beli novel yang lain nya dan mencari beberapa buku tentang ilmu kedokteran." jawab Chaterine dengan tenang agar sang kakak tidak curiga terhadap nya, bukanya menjawab justru Samuel menatap tajam ke arah Chaterine, seolah-olah Chaterine ini makanan.


"sama siapa?." dengan masih nada dingin dan wajah datar nya ia kembali bertanya kepada Chaterine.


"sendiri saja kak." Jawab Chaterine dengan santai. apa kakak mau ikut?." ujar Chaterine dengan menawari sang kakak, tetapi di dalam hati Chaterine menggerutu kenapa ia harus menawari sang kakak. jika sang kakak iku dia tidak bisa bertemu dengan orang itu.


"jika kamu pergi sendirian tidak boleh." jawab Samuel dengan tegas, entah mengapa ia merasa jika Chaterine hanya sedang mencari cara untuk pergi dan bertemu dengan seseorang. "kamu bisa ajak angel, atau kakak kamu yang lainnya." ujar Samuel ia tidak ingin kecolongan lagi.


"kak Julio, kak Gavin, kak Grace, apa kalian mau ikut." tanya Chaterine dengan pasrah dan tersenyum kecil.sedangkan mereka menggeleng kan kepala. tatapan nya kini beralih kepada angel yang sedang menikmati salad buah.

__ADS_1


"angel ayo temani aku?."pinta Chaterine dengan lembut dan terus memperhatikan tingkah angel tak bisa berhenti makan.


"boleh ayo pergi." jawab angel dengan senang hati ia akan ikut kemanapun sepupunya itu pergi. saat mereka hendak ingin pergi tiba-tiba Dady Axel mencegah nya.


"sebentar sayang." ujar Dady Axel dengan menahan tangan sang putri dan menatap lekat wajah putri kecilnya. "Leon, tolong antar kan putri uncle ke tempat tujuan nya." ujar Dady Axel yang ingin mendekatkan hubungan Leon dan Chaterine, berbanding terbalik dengan Leon yang tengah tersenyum lebar, Chaterine justru melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dady nya.


"dengan senang hati uncle."jawab leon, bukan hanya Leon yang ikut pergi tapi juga dengan teman-teman nya Leon. Chaterine hanya pasrah dengan apa yang di katakan oleh Dady Axel.


Chaterine berjalan terlebih dahulu menuju mobil angel, saat ingin membuka pintu mobil


ada sebuah tangan yang menahan nya. Chaterine berbalik untuk melihat siapa orang nya, detik itu juga ia terdiam saat melihat Leon sedang berada di belakang tubuh nya, dan tersenyum menatap wajah nya.


"kalian berdua duduklah di kursi belakang, biar aku yang menyetir mobilnya." ujar Alvin saat melihat Leon yang ingin duduk di depan,


Leon mengangguk kan kepala nya setuju.


Leon membukakan pintu mobil nya untuk Chaterine, setelah Chaterine masuk, kini ia juga ikut masuk di ikuti dengan Alvin yang masuk.


di mobil yang satu nya sudah ada Dion, angel, Hans dan David, angel memilih duduk di depan dengan Dion. Dion yang melihat angel duduk di samping nya tersenyum lebar dan itu tak lepas dari pandangan nya teman-temannya.

__ADS_1


Alvin menyala kan mesin mobil dan menancap kan gas, ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. begitu juga dengan Dion, ia tidak ingin melewatkan waktu bersama dengan tunangannya walaupun di belakang mereka ada Hans dan David.


"kita ke toko buku yang mana Chaterine."tanya Alvin dengan melirik ke arah Chaterine dari kaca spion mobil di depan nya.


"emm kita ke toko buku yang di jalan xxx saja kak alvin."jawab Chaterine sambil mengirimkan pesan untuk seseorang yang ingin ia temui.


"baiklah."jawab Alvin dengan senang hati, entah mengapa ia merasa sangat senang saat di panggil Chaterine dengan embel-embel kakak sebelum namanya. Leon yang melihat ekspresi wajah Alvin pun ikut bahagia.


"semoga dengan kehadiran Chaterine disisi kita, kamu bisa melupakan adik kamu yang sudah tiada Vin." batin Leon, ingin sekali ia menarik pinggang Chaterine dan mendekatkan tubuhnya.


"apa kak Alvin sudah lama mengenal emm." ujar Chaterine tertahan saat melihat ke arah Leon yang sedang memperhatikan nya dengan seksama.


"mengenal siapa hmm." Jawab Alvin dengan memperhatikan wajah Chaterine yang tengah memerah.


"emm Leon." ucap Chaterine dengan pelan, dan mengalihkan pandangan nya dari Leon. Leon yang melihat itu tidak tinggal diam, ia menarik tangan Chaterine sehingga mendekat kepada nya.


Alvin yang melihat nya tersenyum kecil dan segera menekan tombol kecil di samping nya untuk menutup antara kursi penumpang dan belakang. ia ingin memberikan ruang untuk mereka berdua agar bisa lebih dekat lagi.


tatapan mata mereka bertemu, Chaterine maupun Leon terpaku pada mata mereka. kini tatapan mata Leon turun ke bibir ranum milik Chaterine.

__ADS_1


__ADS_2