
"sayang, tuh lihat wajah suami kamu yang sedari tadi hanya cemberut!"seru Yura sambil menunjuk ke arah Leon, sedang kan Chaterine menoleh ke arah Leon yang sedang memasang wajah kesalnya.
"lalu?"tanya Chaterine
"hais kamu ini pura-pura tidak tahu atau apa sayang, suami kamu lagi ngambek karena kamu tidak memperdulikan nya dari tadi."jawab Cornelia dengan tertawa kecil, Chaterine yang mendengar nya seketika menatap wajah Leon cukup lama dan segera melihat ke arah sang Dady.
"oh." jawaban Chaterine tentu membuat mereka melongo mendengar nya, bagaimana bisa adik mereka secuek ini sama suaminya. sedangkan Leon mendengus kesal saat mendengar jawaban dari sang istri.
"aku mau ambil buah lagi!" seru Chaterine yang hendak berdiri namun di tahan oleh Leon.
"mau buah apa?" tanya Leon
"apel" jawab Chaterine dan Leon segera berdiri di ikuti Alvin dan teman-temannya yang lainnya, Chaterine hanya menjadi penonton untuk mereka saja.
"sayang, aku juga mau buah mangga nya!" seru Yura, begitu juga di ikuti yang lainnya. mau tidak mau Samuel pun mengambilkan nya untuk sang istri.
Chaterine terus memperhatikan Leon dengan yang lainnya berusaha untuk manjat, sesekali ia cekikikan melihat mereka yang kembali terjatuh.
tidak hanya Leon, tetapi sang kakak juga sama hal nya tidak bisa memanjatnya. Samuel dengan yang lainnya menyerah untuk memanjat dan entah kenapa pohon itu sangat licin untuk di panjat.
"apa kamu senang melihat kami semua terjatuh seperti tadi hmm?" tanya Samuel dengan menatap tajam ke arah Chaterine.
"kakak sangat lucu!"seru Chaterine yang masih cekikikan, Samuel yang mendengar nya menjadi kesal
"jika kamu bisa memanjat pohon itu, kakak akan memberikan apapun yang kamu mau."ujar Gavin dengan menantang sang adik, Chaterine tersenyum lebar mendengar nya.
"janji ya."
"iya."
__ADS_1
"oke, siapa takut!" seru Chaterine dengan tersenyum lebar, mereka tidak tahu saja kalau adik mereka bisa memanjat pohon dan bisa di bilang ahlinya manjat pohon.
Chaterine yang sudah terbiasa memanjat pohon dengan cepat sudah berada di atas pohon dan membuat sang kakak terkejut di buatnya, Gavin berdiri dari sana dan berjalan ke arah pohon yang di panjat oleh Chaterine.
"bagaimana cara nya kamu bisa sampai di atas sana sayang, padahal pohonnya sangat licin saat kakak panjat tadi?" tanya Andrew yang penasaran.
"apa kakak saat manjat tidak lihat pijakan di sisinya itu?" bukannya menjawab pertanyaan dari sang kakak justru Chaterine bertanya kembali sambil menunjuk ke arah pijakan yang mirip seperti jamur untuk memanjat pohon.
"eh bukannya ini jamur sayang."
"tidak kak Andrew, itu pijakan untuk manjat. memang bentuknya mirip dengan jamur, jika kakak manjat langsung akan licin kak." ujar Chaterine yang sudah mengambil beberapa buah apel, dan kembali turun ke bawah.
"jangan lupa janji nya kak." timpal nya dan segera berlari ke arah orang tuanya yang sedang memperhatikan nya dari kejauhan.
sepertinya sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini, apalagi saat melihat wajah putrinya yang tersenyum bahagia seperti itu membuat nya ikut bahagia.
"berikan kepada suami mu terlebih dahulu sayang."kata Dady Axel, Chaterine mengikuti permintaan sang Dady dan membawa satu apel untuk Leon.
"mau tidak?" tanya Chaterine dengan menyodorkan sebuah apel. Leon tersenyum miring dan menarik kuat tangan Chaterine hingga duduk di atas pangkuan nya, sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku pasangan baru itu.
"lepas!"seru Chaterine dan tidak lupa menepuk lengan Leon cukup kuat, bukannya melepaskan pelukannya justru Leon semakin mempererat pelukannya.
"tidak akan."ujar Leon dengan dingin, sudah sedari tadi ia tidak di hiraukan oleh sang istrinya dan jangan harap ia melepaskan nya begitu saja, Chaterine yang mendengar mendengus kesal.
"jika kamu tidak mau melepaskan nya, jangan harap aku mau tidur satu kamar dengan mu nanti malam. huh,"bisik Chaterine sambil memalingkan wajahnya.perkataan Chaterine sukses membuat Leon membulatkan matanya dengan sempurna.
dengan berat hati Leon melepaskan pelukannya dari pada ia harus tidur tanpa istrinya nanti malam.chaterine tersenyum puas saat Leon melepaskan pelukannya, kemudian ia bangkit dari duduknya dan memberikan buah apel itu di tangan Leon sambil mengedipkan sebelah matanya.
Chaterine kembali duduk di dekat sang Dady dan menyandarkan kepalanya di bahu sang Dady.
__ADS_1
"Dady dulu belajar menembak dari siapa?" tanya Chaterine yang masih dengan posisi nya.
"kakek kalian."
"eumm,apa Dady pernah di buang ke dalam hutan oleh kakek dulu?" tanya Chaterine, jika benar mungkin ia tidak sendirian mengalami itu semua saat tinggal bersama dengan sang kakek.
"pernah, kakek kalian bilang itu untuk melatih bertahan hidup di alam bebas. bukan hanya Dady saja yang merasakannya tapi uncle dan kakak-kakak kamu juga mengalami nya." jawab Axel yang masih ingat dengan jelas cara sang papa yang mendidiknya begitu keras dan bahkan tidak sungkan membuang nya di tengah hutan saat dirinya masih terlelap tidur.
"bukan hanya Dady tapi aku juga dad, bahkan kakek tidak tanggung-tanggung melatih ku seperti anggota militer dulu."ujar Chaterine dan membuat sang Dady begitu shock.
"kamu pernah di buang oleh kakek kamu di dalam hutan sayang?"tanya Axel yang tidak percaya, padahal dulu ia sering berpesan kepada sang papa agar tidak mengajarkan Chaterine tentang bela diri maupun memegang senjata tapi ternyata ia salah.sedangkan Chaterine mengangguk kan kepalanya,
"berapa lama kamu bertahan hidup di alam bebas?"tanya Gavin, ia tidak menyangka jika sang kakek memperlakukan mereka semua sama saja.
"berapa ya, sepertinya tujuh atau delapan bulan kurang lebih dan itu pun kakek yang menjemput ku."jawab Chaterine sambil mengingat kembali berapa lama ia bertahan di alam bebas.
"wah itu artinya kamu yang paling lama di antara kita semua sayang, Dady paling lama enam bulan, kalau kami hampir tujuh bulan!"seru Julio sambil bertepuk tangan mendengar perkataan dari sang adik.
"lalu bagaimana dengan uncle?"
"sama seperti kamu sayang, tujuh atau delapan bulan." jawab Dady Axel dengan tersenyum lebar, ia tidak menyangka jika putri nya sangat pemberani waktu kecil.
"kenapa harus sampai di jemput kakek dulu?"kali ini mourent yang bertanya,
"karena Chaterine tidak mau pulang saat itu, salah sendiri kakek yang membuang ku dan kakek juga yang harus menjemput ku di dalam hutan itu, kalau tidak jemput mana mungkin aku mau pulang dan bahkan Chaterine membuat tidur kakek tidak nyenyak tiap malam nya." jawab Chaterine dengan santai sambil memakan buah apel yang ia ambil tadi.
"memangnya apa yang kamu lakukan?"
"menghantui kakek dengan bantuan Hana."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar, Samuel sudah bisa menebak apa yang di lakukan oleh sang adik waktu itu.
__ADS_1