ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
menunggu itu tidak enak


__ADS_3

setelah selesai melakukan fitting gaun pertunangan mereka, kini Chaterine duduk di sofa bersama dengan Leon, Chaterine mengernyitkan keningnya melihat siapa yang menelepon nya. Chaterine mengangkat telepon nya dan masih di perhatikan oleh Leon.


"hallo" sapa seseorang di sebrang telefon genggam nya,


"eumm ada apa?." tanya Chaterine to the poin,


"dosen killer meminta tesis kita, dan harus di kumpulkan tiga puluh menit lagi." jawab seseorang itu dengan nada kesal, ia sendiri sudah pulang dan harus kembali lagi ke kampus nya, sungguh membuat nya lelah.


"baik aku mengerti, terima kasih" ujar Chaterine, ia sendiri kebingungan gimana mau bilang nya kepada Leon dan mama Stella, Leon yang melihat gerak-gerik Chaterine yang sedang gelisah pun akhirnya bertanya.


"ada apa sayang?." tanya Leon lembut, ia juga menyelipkan rambut Chaterine kebelakang telinga, Chaterine tidak langsung menjawab nya, ia diam sesaat dan berbicara pelan kepada Leon.


"apa kita masih lama di sini?." ujar Chaterine, ia semakin gelisah saat melihat jam tangannya. ia tidak mempunyai banyak waktu lagi sekarang ini,


"kita akan segera pergi dari sini, apa ada masalah?" jawab Leon seraya bertanya kepada Chaterine, Chaterine mengangguk kecil.


"aku harus ke kampus sekarang, dosen killer meminta tesis nya untuk di berikan dua puluh lima menit lagi." jawab Chaterine dengan BB pelan, Leon yang mengerti segera berdiri dan menghampiri sang mama agar selesai membayarnya.


mama Stella melangkah ke arah Chaterine, setelah ia di beri tahu oleh Leon jika Chaterine harus segera kembali juga ikut panik karena ini juga menyangkut wisuda Chaterine.


"ayo sayang kita pergi." ujar mama Stella dengan menggandeng tangan Chaterine dan berjalan menuju mobil putra nya, setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Alvin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak telat sampai di kampus Chaterine, ia bisa melihat wajah tegang Chaterine saat ini. di dalam perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka semua.


lima belas menit mereka akhirnya sampai di depan kampus Chaterine, sebelum pergi Chaterine berpamitan dan meminta maaf.


"maaf ya aunty, Chaterine jadi merepotkan aunty." ujar Chaterine yang tidak enak kepada mama Stella.


"tidak apa-apa sayang,aunty tunggu kamu di sini ya sayang." jawab mama Stella dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut.


"iya aunty, Chaterine tidak akan lama kok." ujar Chaterine setelah itu ia keluar dari dalam mobil dan segera berlari masuk ke dalam kampus nya, Chaterine terus berlari dan ia sempat berhenti di loker miliknya dan mengambil barang yang ia inginkan. dengan langkah cepat Chaterine segera masuk kedalam ruangan nya dan di sana sudah ada semua teman-temannya.


Chaterine bernafas lega karena tidak telat, ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, ia juga mengobrol sebentar dengan teman-teman nya. Chaterine sendiri cepat akrab dengan teman nya dan ia juga tidak pernah membedakan saat berteman dengan orang dan itu lah membuat mereka menyukai sosok Chaterine.


mereka semua mengumpulkan tesis mereka dan menunggu hasilnya, mereka akan merevisi nya atau tidak. sambil mereka menunggu dosen killer, mereka semua mengobrol sesekali mereka tertawa saat mereka akan segera bebas dari dosen killer mereka.


"Chaterine, cowok tadi siang yang bersama dengan mu itu siapa?." tanya salah satu mahasiswi yang sama fakultas bersama dengan Chaterine, Chaterine tersenyum mendengar perkataan dari mereka.


"tunangan ku." jawab Chaterine tenang, dan membuat mereka semua terkejut. terlebih lagi para pria yang merasa saat ini sedang patah hati karena sosok orang yang mereka sukai sudah ada yang punya.


"kamu jangan bercanda deh, lagi pula kita tidak pernah melihat mu dekat dengan pria mana pun." jawab mahasiswa A dengan menatap wajah Chaterine dengan seksama


"aku tidak bercanda, ia memang tunangan ku. aku di jodohkan oleh orang tua." ujar Chaterine dengan tenang ia juga tidak lupa tersenyum melihat ekspresi mereka.

__ADS_1


"tapi sangat tampan." ujar salah satu mahasiswi lainnya. Chaterine hanya tersenyum kecil mendengar perkataan mereka, tak berselang lama dosen Erland kembali dan menyerahkan tesis mereka lagi, hanya beberapa orang saja yang harus merevisi ulang kecuali Chaterine.


disisi lain nya mama Stella sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Chaterine, tadi mama Stella memarahi putra Karena mengeluh saat menunggu, sekarang giliran mama Stella yang mengeluh.


"kenapa Chaterine lama sekali ya?." ujar mama Stella yang sudah tidak sabar lagi untuk menunggu kedatangan Chaterine.


"sabar ma, baru juga sebentar pergi nya ! kayak udah setahun saja nunggu nya,"celetuk Leon dan Alvin yang langsung mendapatkan pelototan dari mama Stella yang duduk di belakang mereka.


"diam kalian berdua" bentak mama Stella kepada kedua putra nya itu, mama Stella segera keluar dari dalam mobil dan di ikuti oleh Leon maupun Alvin.


"mau kemana ma?." tanya Leon lembut, ia menatap wajah mama nya dengan tersenyum manis.


"mau menjemput Chaterine." jawab mama Stella dan segera berjalan menuju masuk gedung universitas, tapi langkah nya tiba-tiba terhenti saat mendengar perkataan dari putra nya.


"bukan nya tadi mama sendiri bilang harus sabar ya, kok mama jadi tidak sabaran begini. ternyata menunggu itu tidak enak iya kan ma." ujar Leon Dengan mengejek mama nya saat ini. mama Stella mendengus kesal mendengar perkataan dari Leon.


"kalian mau ikut atau tidak." jawab mama Stella yang tidak ingin mendengar perkataan dari putra nya lagi,


"ikut ma." teriak mereka berdua bersamaan dan berlari ke arah mama Stella yang sudah berjalan lebih dulu.


saat mereka masuk kedalam gedung universitas, mereka menjadi sorotan para mahasiswa di sana namun di acuh kan oleh Leon. mereka terus berjalan menuju ke ruang Chaterine yang masih jauh dari tempat mereka saat ini.

__ADS_1


__ADS_2