
"kamu sangat manis, siapa yang sudah meninggalkan mu dalam keadaan terluka seperti ini? dasar tidak berperasaan, dia hanya mau enak nya saja."omel Chaterine, angel yang mendengar perkataan dari Chaterine menatap ke arah Leon dan mungkinkah sepupunya itu sedang memakai suaminya sendiri di depan semua orang.
"tadi bicara apa kamu?"tanya Angel
"bicara yang mana, sana jangan ganggu aku."jawab Chaterine seraya mendorong tubuh angel dengan pelan angel baru sadar jika Chaterine sedang menggendong seekor kucing.
"pemilik mu benar-benar tidak berperasaan bisa-bisa nya dia meninggalkan mu, jika sampai aku tahu siapa orang nya akan ku patah kan tangan dan kaki nya itu."omel Chaterine sedari tadi, Chaterine menaruh dengan sangat pelan di sofa yang sebelumnya sudah di lapisi jaket jazz milik Cruise yang kebetulan ketinggalan tadi.
"kak Alvin,dimana kotak obatnya?"tanya Chaterine.
"ada di laci dekat tv."jawab Alvin seraya menunjuk tempat nya.
Chaterine segera mengambilnya dan mengobati kucing itu dengan sangat hati-hati.
"kamu menemukan nya di mana kucing hitam ini?" tanya Hans yang sedari tadi hanya memperhatikan nya.
"di depan gerbang kak Hans, ada apa?"jawab Chaterine seraya bertanya, Hans terdiam sesaat saat mendengar Chaterine memanggil nya kakak.
"kenapa tiba-tiba saja ada seekor kucing di depan, bukan nya tadi tidak ada ya?"tanya Juno dengan penasaran.
"tanyakan saja sama kucing nya, kenapa malah bertanya kepada ku"jawab Chaterine dengan kesal.
saat membersihkannya bulu-bulu nya yang kotor, mata Chaterine tertuju pada sebuah telapak tangan kucing itu yang memilik tanda lahir seperti nya.
"siapa sebenarnya pemilik kucing ini?."batin Chaterine bertanya-tanya, sama hal nya Chaterine menatap kucing itu dengan intens.
setelah di obati kucing itu langsung pergi begitu saja, dan membuat Chaterine semakin yakin jika kucing itu ada pemiliknya.
"parfum yang menempel pada bulu kucing tadi kenapa terasa tidak asing untuk ku."batin Chaterine, angel menepuk pundak Chaterine dengan kuat.
"ada apa?" tanya Angel, sedangkan Chaterine menggelengkan kepalanya tetapi pandangan mata nya masih tertuju ke arah pintu.
"sepertinya aku harus segera mencari tahu apa yang ingin kakek sampaikan waktu itu, dan aku harus memulainya dari tempat itu dulu."batin Chaterine.
"rahasia yang di sembunyikan oleh kakek harus segera aku ketahui."timpal nya,
__ADS_1
"angel kapan kamu mau memberikan pria itu pelajaran, aku sudah tidak sabar?"tanya Chaterine, angel tersenyum kecil mendengar nya.
"kita tunggu yang lainnya datang, setelah itu baru kita mulai permainan nya."jawab angel sambil melihat jam tangannya, sepertinya jika kedua tempat langsung pergi harus nya butuh waktu tiga jam baru akan sampai.
"ayo makan, aku sudah sangat lapar."keluh angel, sedari datang ia belum makan bahkan sepupunya sendiri tidak berniat untuk makan.
"aku tidak lapar, kamu saja yang makan bersama dengan mereka."ujar Chaterine, Chaterine yang merasakan kehadiran seseorang yang dia kenal segera berdiri dan berlari keluar dari dalam rumah.
angel yang duduk di sampingnya sangat terkejut, Leon dan alvin sudah terlebih dulu berlari mengejar Chaterine, barulah di ikuti angel dan yang lainnya.
setelah sampai di luar Chaterine melihat seseorang yang berdiri di depan pagar sambil membelakangi nya.
"uncle."gumam Chaterine tanpa sadar, angel mengikuti arah pandang Chaterine dan mendapati seseorang pria sedang berdiri sambil menggendong seekor kucing hitam yang baru saja di obati oleh Chaterine.
sedangkan pria itu yang sadar dengan kehadiran Chaterine segera masuk ke dalam mobil nya dan meminta sang asisten pribadi nya segera pergi dari tempat itu.
"tuan, kenapa anda tidak muncul saja di depan nona?"tanya sang asisten pribadi nya, sebenarnya ia merasa kasihan melihat tuan nya yang selalu melihat nona nya dari kejauhan.
"belum waktu nya untuk kami bertemu, melihatnya bahagia sudah membuat ku senang. tetap awasi Markus, jika sampai dia mendekati nya lagi langsung habisi saja."ujar pria misterius itu dan memberikan perintah kepada asisten pribadi nya.
"baik tuan."
Chaterine berlari keluar tapi sayang nya mobil itu sudah pergi jauh,
"ada apa sayang?"tanya Leon.
"apa ada cctv di sini?"tanya Chaterine,
"ada, apa kamu ingin melihatnya sayang?" Chaterine mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
"Chaterine lihat ini!"seru angel sambil memperlihatkan sebuah cincin yang ada ukiran bunga Lotus yang sama seperti miliknya.
"sepertinya itu milik orang tadi."timpalnya dan Chaterine menganggukkan kepalanya.
Leon membawa Chaterine kembali masuk dan memperlihatkan cctv yang berada di depan pintu gerbang nya tadi, tentu saja ia tahu apa yang ingin sang istri cari.
__ADS_1
Chaterine terus memperhatikan nya dengan seksama, ada rasa kecewa saat mengetahui jika orang itu bukanlah uncle nya. walau pria misterius itu menggunakan topi, tapi Chaterine tahu bentuk wajah sang uncle dari foto-foto yang berada di rumah nya.
"dia bukan uncle tapi siapa dia, kenapa dari belakang sangat mirip dengan uncle." ujar Chaterine dengan lirih, angel yang mendengar cukup terkejut bagaimana bisa Chaterine menyimpulkan bahwa orang misterius itu adalah uncle Vincent.
"tunggu, tolong di perbesar lagi bunny."pinta Chaterine, dan memperhatikan bibir pria itu yang sepertinya sedang mengatakan sesuatu.
"belum waktunya kita untuk bertemu."ujar Chaterine yang tanpa sadar.
"rahasia apa yang sudah kakek sembunyikan dari kami semua, mungkinkah ada hubungannya dengan kak Markus."gumam Chaterine, Leon merasa cemburu saat Chaterine menyebut kan nama pria yang sudah melukai Chaterine.
"bagaimana kalau kita batalkan rencana kita dan kita langsung pergi ke tempat yang kamu cari itu?"tanya Angel.
"aku akan menghubungi mereka berdua."timpalnya saat menyadari tatapan mata dari Chaterine, Chaterine mengangguk setuju.
"aku akan mengizinkan kamu pergi, asal kamu mau makan."ujar Leon dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Chaterine, Chaterine segera membuang wajah agar tidak melihat tatapan mata dari Leon.
"beres, aku sudah menghubungi mereka dan aku mengatakan bahwa kita akan melakukan nya lima hari lagi."ujar angel yang sudah selesai berbicara dengan kedua sahabatnya, angel menarik paksa tangan Chaterine dan membawanya ke ruang makan.
"makan, aku di sini untuk liburan bukan mau merawat orang sakit."ujar angel, Chaterine tersenyum kecil sambil melihat makanan yang ada di depan nya itu dan membuat mereka semua semakin heran.
"dimakan bukan di lihatin saja." ujar angel dengan kesal.
"aku masih mau hidup, jika kamu ingin mati makan saja yang ada di sini!"seru Chaterine dan membuat mereka membuka matanya lebar-lebar, mereka bergantian melihat Chaterine dan makanan yang ada di depan mereka secara bergantian.
"jangan bicara sembarangan chaty!"seru angel sambil mendorong pelan piring yang berisi makanan agar sedikit menjauh dari nya.
Chaterine berdecak kesal dengan perkataan dari angel tapi ia hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa.
"bukankah kemarin belum ada pelayan baru ya bunny, tapi kenapa sekarang ada dua pelayan baru dan juga satu bodyguard yang baru."ujar Chaterine, tentu saja membuat mereka semua semakin terkejut dan penasaran.
"siapa yang kamu maksud sayang?"tanya Leon sambil memperhatikan sang istri yang tengah duduk di samping nya.
"mereka sedang bersembunyi di belakang rumah ini, cari saja kalau ingin tahu siapa mereka."jawab Chaterine tanpa mengalihkan pandangan nya, kemudian ia mengambil sendok dan mengaduk-aduk makanan yang berada di depan nya itu.
"ck, bukannya kamu bilang ada racunnya, kenapa malah ingin memakannya hah?"tanya Angel seraya menarik paksa sendok makan itu.
__ADS_1
sedangkan Leon menghubungi salah satu anggota nya dan memerintahkan nya untuk mencari keberadaan seseorang yang sedang berada di belakang rumah ini.
tidak butuh lama mereka membawa dua pelayan dan satu bodyguard yang sudah babak belur akibat anggota Kings.