
malam itu Chaterine benar-benar menjahili kakak nya yang sedang ingin tidur, Chaterine mulai dari ranjang sang kakak dan kemudian ia menyetel alarm jam setiap jam akan berbunyi dan menyembunyikan jam itu ke tempat yang berbeda-beda agar tidak mudah untuk ditemukan oleh sang kakak dan menaruh tepung di atas pintu kamar mandi.
setelah memastikan bahwa semua nya sudah selesai, Chaterine mengendap-endap untuk keluar dan segera berlari ke arah lift dan menuju ke kamar nya sendiri. Samuel dan adik-adiknya melihat ke arah sekeliling nya untuk memastikan tidak ada sebuah benang yang akan membuat mereka terjatuh.
setelah merasa aman mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan segera mengunci pintu kamar mereka semua agar sang adik tidak bisa masuk begitu saja ke dalam kamar mereka, mereka menghela nafas lega saat tidak ada keanehan di dalam kamar mereka, mungkin sang adik lupa untuk menjahili nya, begitu lah isi pikiran mereka semua.
namun ketenangan itu tak berlangsung lama, ter saat mereka masuk kedalam kamar mandi, mereka terkena siraman tepung dari atas pintu kamar mandi, Samuel berdecak kesal. bisa-bisa nya mereka melupakan jika sang adik tidak akan menyerah begitu saja saat mengerjai mereka.
Samuel menatap sekeliling kamar mandi nya lagi setelah di rasa aman dan tidak ada kejanggalan di dalam kamar mandi nya, ia segera membersihkan tubuh nya karena banyak tepung yang menempel pada tubuhnya.
seharusnya ia bisa langsung tidur malam ini, karena ulah sang adik ia kembali mandi di saat hampir tengah malam dan itu membuat nya sangat kesal.
setelah selesai mandi Samuel berganti pakaian dan segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang, namun sesaat kemudian ranjang yang biasanya kokoh kini tiba-tiba patah dan membuat Samuel bertambah kesal.
__ADS_1
krek....krek...klak
bugh
Samuel meringis saat merasakan badannya terasa sakit akibat ranjang yang tiba-tiba patah dan ia terjatuh bersama dengan kasur yang untung nya sangat empuk sehingga tidak membuatnya merasa teramat sakit.
Samuel tidak memperdulikan tempat tidur nya yang ia butuhkan sekarang adalah tidur dengan tenang, walaupun itu mustahil untuk dilakukan nya saat ini. ia sudah sangat mengenal sang adik kecil nya yang terlewat jahil nya itu.
mereka semua sudah terbiasa dengan kelakuan sang adik namun untuk malam ini benar-benar sang adik membuat mereka kehabisan tenaga untuk memarahi nya, sepertinya mereka menyesal karena sudah terlalu memanjakan sang adik y hingga membuat mereka menderita seperti ini.
Samuel bangun dengan wajah lesu begitu juga dengan ketiga adik nya,namun tidak untuk dengan sang adik yang justru tersenyum lebar saat membayangkan bagaimana wajah sang kakak pagi ini.chaterine turun tergesa-gesa dan segera menuju ruang makan yang sudah ada Dady Axel dan mommy Jovinka yang tengah duduk di samping nya.
"pagi Dady, mommy?." sapa Chaterine dengan tersenyum lebar, Dady Axel yang melihat wajah sang putri yang tengah berseri mengernyitkan keningnya, apa yang membuat sang putri begitu bahagia pagi ini.
__ADS_1
"pagi sayang." jawab Dady dan mommy bersamaan dan menatap wajah Chaterine dengan seksama, mereka seperti sudah lama tidak melihat wajah putri mereka yang seperti ini.
"pagi mom, dad!." ujar Samuel dengan yang lainnya, Dady Axel dan mommy Jovinka yang mendengar suara anak-anak nya pun menoleh dan betapa terkejutnya mereka saat melihat wajah ke empat anak mereka. kini mereka berdua tahu kenapa putri kecil mereka terlihat begitu bahagia, Dady Axel menggeleng kan kepala nya dengan pelan.
Samuel menatap tajam ke arah adik kecilnya itu, namun ia tidak bisa marah terhadap sang adik atas apa yang ia lakukan tadi malam terhadap mereka semua, begitu juga dengan ketiga adiknya yang saat ini mereka hanya bisa menghela nafas berat saat melihat sang adik tersenyum puas melihat kedatangan mereka.
bukannya takut tapi justru Chaterine malah cekikikan saat mengingat kembali kejadian tadi malam yang sedang dia lakukan di kamar ke empat sang kakak, ia sangat senang karena Sudah berhasil membuat sang kakak tidak bisa tidur nyaman.
"ada apa dengan wajah kalian sayang? apa kalian tidak tidur dengan nyenyak tadi malam?." tanya mommy Jovinka kepada ke empat putra nya yang terlihat sangat lesu dan memiliki lingkaran mata panda.
"tanyakan itu kepada putri kesayangannya mommy yang saat ini sedang bahagia di atas penderitaan orang lain nya." Jawa Julio mewakili saudara-saudaranya, sedangkan Chaterine mengalihkan pandangan nya saat sang mommy melihat ke arah nya.
mommy Jovinka menggeleng kan kepala nya, pantas saja pagi ini putrinya sangat bahagia, ternyata ia benar-benar membuat mereka tidak bisa tidur dengan tenang dan lebih membuat mereka sakit hati adalah mereka tidak akan bisa marah kepada sang adik nya
__ADS_1