
"tidak apa-apa sayang, kamu udah selesai kan." ujar mama Stella dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut.
"eumm sudah aunty" jawab Chaterine jujur, dari kejauhan ada yang memandang tak suka ke arah Leon , saat Leon menyadari jika ada seseorang yang tengah menatapnya pun mencari keberadaan orang itu. Leon menyipitkan matanya saat melihat siapa orang yang menatap nya itu.
"oh iya chaty, bagaimana dengan hasil nya tadi?" tanya Angel yang penasaran dengan hasil tesis Chaterine, walau ia percaya sepupunya itu tidak mungkin merevisi ulang skripsi nya.
"lolos dong, tinggal nunggu wisuda nya saja," ujar Chaterine dengan tersenyum lebar saat memberitahu angel tentang tesis nya.
angel yang mendengar nya pun tidak kalah senangnya, ia memeluk Chaterine dan memberikan ucapan selamat untuk nya.
"selamat ya." ujar angel dan di angguki oleh Chaterine, Kayla dan Monica juga tidak kalah heboh nya dengan angel, bahkan mereka melupakan seseorang yang berada di samping mereka.
"selamat ya bestie bentar lagi akan wisuda, dan bentar lagi kita juga akan aman dari kamu."ujar Kayla dan Monica sambil memeluk Chaterine. Chaterine yang mendengar perkataan dari mereka berdua menepuk kepala dua teman nya itu dengan buku tebal yang ia bawa.
"terima kasih"jawab Chaterine dengan tatapan tak bersalah nya, sedang kedua teman nya sudah siap untuk mengomeli nya.
"bagaimana kalau nanti malam kita barbeque an."usul angel sudah lama mereka tidak mengadakan makan bersama dengan teman-teman nya.
__ADS_1
"eumm boleh, dimana?." tanya Chaterine, hitung-hitung sebagai perpisahan mereka nanti kalau ia jadi ke Jerman untuk waktu yang lama.
"bagaimana kalau di rumah kamu Kay?." usul angel, dengan menatap mereka semua secara bergantian.
"boleh aja, gas lah pokoknya entar malam." seru Kayla, mereka seperti nya sudah punya imajinasi nya tentang nanti malam.
"oh iya aku sampai lupa memberitahu kalian kalau mereka sudah kembali." ujar Monica yang baru ingat, kalau sahabat mereka yang lainnya juga sudah kembali.
"kapan?." tanya mereka bertiga bersamaan, Leon yang melihat antusias dari Chaterine menyipitkan matanya.
"kalau begitu ajak aja sekalian mereka berdua." ujar Kayla, dan di angguki yang lainnya. Chaterine yang baru ingat kehadiran Leon, Alvin dan mama Stella, ia kembali menepuk jidatnya. ia kenapa bisa melupakan mereka kembali.
"oke deal ya nanti malam kita party," ujar Monica dan di angguki yang lainnya. hitung-hitung mereka bernostalgia dengan kedua temannya yang lainnya.
"oke girls, aku pergi dulu ya.masih ada urusan," pamit Chaterine,
"angel aunty duluan ya sayang,"ujar mama Stella kepada calon keponakan nya. angel mengangguk kan kepalanya, sebelum pergi angel menarik tangan Chaterine dan membisikkan sesuatu kepada Chaterine.
__ADS_1
"selamat kamu mendapatkan pria yang jauh lebih dingin dari kakak kamu, dan juga ia sangat pencemburu. berhati-hati lah," bisik angel dan membuat Chaterine menatap tajam ke arah nya, sedang kan angel tersenyum lebar melihat wajah kesal sepupunya itu
Chaterine berjalan di belakang mama Stella dengan Alvin, Leon memperhatikan tatapan mata dari mahasiswa pria yang ada di sana dengan tatapan yang mereka tunjukkan untuk Chaterine. Leon yang tidak suka melihat tatapan mata mereka untuk Chaterine, dengan segera ia meraih pinggang ramping Chaterine dan tentu nya membuat Chaterine terkejut.
setelah dari kampus mereka menuju ke sebuah restoran yang banyak diminati banyak orang, Chaterine duduk di samping Leon yang masih betah melihat nya, mama Stella hanya menggeleng kan kepala melihat sikap putra nya yang mulai posesif terhadap Chaterine.
Chaterine hanya diam saja saat Leon menggenggam tangan nya dengan erat, bahkan saat ini tengah malu karena di depan mereka ada mama Stella dan Alvin yang sedari tadi menatap ke arah mereka tanpa mengalihkan pandangan nya.
mereka menikmati makanan mereka dengan tenang dan tanpa adanya obrolan di antara mereka, hanya terdengar suara dentuman sendok dan piring mereka. setelah selesai makan Leon mengantarkan Chaterine pulang, sedangkan mama Stella diantar pulang oleh Alvin.
Leon tidak melepaskan genggaman tangan nya dari Chaterine, dan justru Leon menarik tangan Chaterine, sehingga membuat sang empunya duduk di pangkuan nya. Chaterine menundukkan kepalanya saat ia sudah berada di pangkuan nya leon, Leon membelai rambut Chaterine dengan kasih sayang.
ingin sekali rasanya Leon membawa Chaterine pulang ke apartemen miliknya dan mengunci nya di dalam kamar, agar tidak dapat di lihat oleh pria lain,
di dalam perjalanan pulang, Chaterine maupun Leon tidak banyak berbicara, Leon menikmati kebersamaan nya bersama dengan Chaterine.
Leon sendiri tidak ingin cepat sampai agar kebersamaan mereka semakin lama, namun sayangnya harapan nya kandas saat mereka sudah sampai di depan gerbang mansion keluarga banedict.
__ADS_1