
"apa ada yang ingin kamu tanyakan angel?"tanya Chaterine yang akhir nya membuka obrolan Antara mereka, angel masih saja tetap diam hingga dia di pukul dengan buku yang ada di tangan Chaterine, hingga membuatnya meringis kesakitan.
"di mana pelayan yang waktu itu?"tanya Angel setengah-setengah Chaterine yang mendengar nya menghela nafas panjang, sepertinya otak sepupunya ini bergeser dari tempat nya sehingga membuat ia tidak sadar dengan perkataan nya sendiri.
"pelayan yang mana! kalau ngomong itu jangan setengah-setengah angel, apa kamu tidak otak kamu sedang tidak di tempat nya?" cerca Chaterine dengan pedas, angel yang mendengar nya menjadi kesal bukan main,
"ck, ini karena kamu yang sering memukul kepala ku Chaterine?" ujar angel dengan kesal, pukulan yang di dapatkan Chaterine di kepala tidak main-main sakit nya.
"jika tidak ingin di pukul lagi oleh ku, gunakan otak kamu dengan benar."seru Chaterine tak kalah kesal, sedangkan para pria hanya diam mendengarkan perdebatan dua perempuan di hadapan mereka ini. bahkan mereka tidak ada yang melerai nya sama sekali.
"ini juga sudah aku gunakan dengan benar ya, kamu nya aja yang selalu berpikiran buruk." jawab angel yang tidak mau di salah kan, Chaterine yang mendengar nya bukannya marah justru tersenyum smirik menatap wajah angel.
"kamu bilang aku yang selalu berpikiran buruk, angel apa perlu aku ingatkan kepada mu jika otak kamu itu isi nya cuma pacaran, makan, tidur, dan yang terakhir otak kamu selalu kamu gunakan untuk berpikiran mesum." skakmat, angel terdiam mendengar penuturan dari Chaterine, sedangkan Dion menatap angel dengan tatapan bertanya.
"yakkkk, kenapa kau mengatakan itu semua di depan mereka Chaterine!"teriak angel yang duduk di hadapan Chaterine, sedangkan Chaterine mengedikkan bahu dan cuek dengan teriakan dari angel.
"bukannya itu kenyataan nya!."ujar Chaterine tanpa rasa bersalah sedikitpun, angel melayangkan tatapan tajam ke arah Chaterine.
"apa menurutmu aku akan takut dengan tatapan mu itu?"tanya Chaterine dengan dingin, angel yang melihat perubahan sikap sepupu nya menghela nafas berat.
"jawab pertanyaan ku yang tadi? kemana perginya pelayan yang saat itu di rumah ini sedang ada penyusup?" tanya angel yang kembali berbicara dengan serius bahkan kali ini ia menatap Chaterine dengan seksama dan tentu nya untuk mencari kebohongan di mata Chaterine.
__ADS_1
"sudah tiada, bukan nya kamu sudah mendengar nya waktu itu!."jawab Chaterine dengan jujur, ia menoleh ke arah Leon yang sekarang sedang menatap nya dan tersenyum kearah nya.
"kamu apakan dia?." tanya Angel kembali, tidak mungkin pelayan itu mati dengan sendirinya kalau bukan sepupunya yang bertindak.
"dia meminum racun yang sudah ia dapatkan sebelumnya, racun ini tidak meninggalkan bau ataupun jejak nya." jelas Chaterine, ia memang belum menyentuh pelayan itu dan saat diri nya yang hendak ingin menghampiri pelayan itu, dia sudah tergeletak di lantai.
"terus kamu tahu dari mana jika ada racun di dalam minuman uncle waktu itu!." tanya Angel, Chaterine yang mendengar nya justru menatap tajam ke arah Leon. hanya Leon dan kedua orang tua nya yang tahu tentang kejadian ini, sudah bisa di tebak jika Leon yang memberi tahu tentang ini kepada angel.
"bau yang ada di minuman,"jawab Chaterine dengan asal, ia sendiri juga tidak tahu kena dia bisa tahu tentang racun yang berada di minum nya.
angel mengangguk kan kepala nya seolah sudah mengerti tentang apa yang di katakan oleh Chaterine kepadanya.
"apa hanya itu saja yang ingin kamu ketahui angel?"tanya Chaterine dengan mengangkat sebelah alisnya dan menatap ke arah angel yang sedang memikirkan sesuatu.
"kakek."jawab Chaterine dengan cepat dan tegas, memang sang kakek yang mengajarkan nya bela diri dulu, tapi juga tanpa sepengetahuan dari kakek nya Chaterine selalu melihat orang berlatih bela diri dari ponsel nya dulu, walau hanya melihat nya Chaterine sudah bisa mempraktekkan nya.
"terus kenapa baru sekarang kamu menunjukkan diri kamu yang sekarang ini?" kali berlatih bela diri dulu saat bersama dengan mu tapi dasar kamu nya saja yang bodoh dan tak menyadari nya." seru Chaterine dan masih sempat nya menjelekkan sepupunya itu.
"kamu mau kemana?."tanya Angel saat melihat Chaterine yang hendak pergi, untung ia segera memegang pergelangan tangan Chaterine dengan cepat.
"mau masuk,"jawab Chaterine dan justru jawabannya membuat angel menjadi kesal, niat hati untuk membujuk nya agar tidak marah kembali tapi justru juteknya Chaterine kembali lagi setelah obrolan mereka selesai.
__ADS_1
"ck, aku belum selesai berbicara dengan mu Chaterine. duduk lah dulu,"seru angel yang semakin erat memegang pergelangan tangan Chaterine.
"apa kamu ingin mematahkan tangan ku angel?."ujar Chaterine dengan ketus, ia menatap pergelangan tangannya yang di pegang oleh angel dengan sangat erat.
angel yang mendengar nya pun segera melepaskan genggaman tangannya dari Chaterine, ia tersenyum saat melihat Chaterine kembali duduk di depan nya, walau terlihat kesal tapi tidak masalah baginya asal Chaterine mau duduk kembali dengan nya.
"ada apa?."tanya Chaterine datar dan menatap wajah angel yang sedang menatap nya dengan tersenyum lebar ke arah nya.
"kamu masih marah." ujar angel yang terus memperhatikan wajah Chaterine dengan seksama,
"menurut mu!" jawab Chaterine dengan dingin.
"ayolah Chaterine, jangan marah lagi ok, aku benar-benar terpaksa waktu itu."seru angel dengan tatapan memelas nya, bukannya kasihan justru Chaterine berdiri dan meninggalkan mereka semua di gazebo.
"hah dasar si chaty, susah sekali membujuk nya kalau sudah marah begini."gerutu angel dengan menatap kepergian Chaterine yang semakin menjauh dari nya.
"dia memang seperti seekor kelinci tapi sayang kalau sudah marah menjadi singa mengamuk. lebih baik diam seperti biasanya dari pada diam nya yang sekarang."omel angel yang tidak ada habis nya, ia sendiri juga bingung kenapa bisa Chaterine sangat susah di bujuk kalau sudah marah.
"sepertinya aku harus mencari cara untuk membuat nya tidak marah lagi, tapi bagaimana caranya ya!"batin Leon , dia memilih diam sedari tadi karena memikirkan caranya untuk membuat Chaterine tidak marah lagi.
Leon tersenyum kecil saat mendapatkan ide untuk membuat Chaterine tidak marah lagi kepada nya dan tentu saja dengan bantuan dari angel, ia mendekati angel dan membisikkan sesuatu kepada angel tepat di telinga nya.
__ADS_1
angel yang mendengar rencana Leon mengangguk-anggukkan kepalanya, ide dari Leon juga bagus dan semoga saja rencana mereka akan berhasil.