ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 109


__ADS_3

Chaterine yang melihat kotak kecil itu mengangkat sebelah alisnya dan beralih menatap wajah Hayden.


"aku tidak butuh kado dari kak Hayden ataupun yang lainnya, cukup kalian datang dan itu sudah cukup bagiku." tolak Chaterine dengan halus sambil mendorong pelan kotak itu. Hayden tersenyum kecil, ternyata adik angkatnya tidak pernah berubah dari dulu.


"kami tahu itu florist, tapi kali ini terimalah kado dari kami semua." ujar nya dan seperti perkataan nya yang lainnya juga ikut mengeluarkan kado untuk Chaterine (florist).


"tidak kak Hayden, aku masih bisa menerima dua gaun pemberian kalian, tapi tidak dengan yang ini."tolak nya lagi sambil menggelengkan kepalanya, mereka yang melihat keras kepala nya Chaterine dan saling pandang satu sama lainnya.


"lagi pula aku juga masih menyimpan kado dari kalian semua."timpalnya lagi dan membuat teman-temannya bingung, karena setahu mereka hanya memberikan Chaterine dua gaun pernikahan sebelum nya.


"kado yang mana?" tanya Marcell dengan tatapan bingungnya, Chaterine tidak segera menjawab nya dan beralih pergi ke dalam kamarnya dan segera turun setelah mendapatkan apa yang ia ingin ambil.


"ini!" seru Chaterine dengan menunjukkan sebuah black card yang baru saja ia ambil , angel yang melihatnya terkejut. apa teman-teman nya Chaterine seroyal itu.


Hayden menghela nafas panjang saat menyadari nya.


"itu uang jajan dari kami untuk mu, bukan kado." ujar Hayden yang pusing sendiri dengan sikap Chaterine.


"hadiah ini simpan saja dan black card itu juga kamu simpan." timpal Nicholas sambil menarik tangan Chaterine dan menaruh kado nya di tangan Chaterine begitu saja dan ikuti yang lainnya.


"kalau soal gaun, itu adalah janji kami dulu saat kamu masih kecil. apa kamu ingat, jika kami pernah mengatakan akan membuatkan mu gaun saat kamu akan menikah nanti?" tanya Zico, sedangkan Chaterine menggelengkan kepalanya.


"gaun ini adalah janji kami kepada mu, dulu kami mengatakan jika masing-masing dari kami akan memberikan mu gaun pernikahan yang indah, tapi kamu menolak nya dan mengatakan jika kami memberikan nya masing-masing itu akan membuat mu tidak bisa memilih nya suatu saat nanti. dan kami tepati janji kami dengan membuatkan mu dua gaun, supaya memudahkan mu untuk memilih." cukup melelahkan bagi Zico untuk berbicara panjang lebar tapi apa boleh buat, dia melakukan nya untuk membuat Chaterine ingat dengan janji mereka saat kecil.

__ADS_1


"terimalah kado dari kami! jika kamu tidak mau memakai nya, cukup kamu simpan dengan baik."timpal nya dan menaruh kadonya, walau sebenarnya mereka belum bisa melepaskan Chaterine tapi mereka juga harus menghargai keputusan dari Chaterine.


"eumm terima kasi, ternyata kamu bisa bicara panjang lebar juga. cukup mengejutkan."ujar nya sambil meledek Zico, sedangkan sang empu nya kembali cuek setelah mendengar perkataan dari Chaterine.


"ayo kita ambil foto tapi hanya dengan mu saja tanpa pengantin pria nya." ujar Marvell yang sedari tadi hanya diam dan kini mengutarakan keinginannya.


tanpa meminta persetujuan dari suami Chaterine, mereka menarik nya ketempat yang sepi tanpa ada cctv di sana, mereka mengambil foto bersama-sama dan setelah selesai mereka kembali turun dan segera berpamitan.


"kami sudah harus pergi."ujar Hayden, mereka masih banyak urusan penting saat ini.


"eumm hati-hati di jalan!"seru Chaterine dengan tersenyum lebar, kedatangan mereka membuatnya sangat bahagia.


"selamat sekali lagi untuk mu."ujar Hayden dengan tulus dan kemudian ia mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Leon. "selamat datang di keluarga kami dan berhati-hatilah dengan mereka semua, karena mereka memiliki perasaan lebih kepada istri mu." ujar nya dengan sengaja, memang benar jika teman-teman nya yang lain menyukai Chaterine selama ini dan ini adalah hari patah hati untuk mereka semua.


Leon tersenyum kecil mendengar nya, tanpa di beritahu dia sudah tahu jika ketujuh pria itu menyukai istrinya.


"kalian akan menemukan seseorang yang tepat untuk kalian suatu hari nanti."batin Chaterine dan menoleh ke arah belakang dan mendapati tatapan penuh tanda tanya dari semua orang.


"sudah malam, lebih baik kalian istirahat."ujar Dady Axel dengan santai, jika dilihat secara teliti, mereka melindungi Chaterine dengan cara mereka sendiri. tapi tidak masalah bagi Axel jika mereka berteman baik dengan putri nya walau mereka lebih misterius dari putri kecilnya.


tepat saat mereka ingin masuk kedalam kamar masing-masing, terdengar suara tepukan tangan dari arah belakang, Chaterine yang mengenalinya seseorang itu mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.


prok prok prok

__ADS_1


"gadis kecil kita bertemu lagi."sapa pria misterius dan jika di lihat sepertinya dia tidak mendengarkan obrolan mereka tadi.


"apa kamu masih mengingat ku gadis kecil?"


"ck,aku pikir siapa? ternyata seorang pembunuh yang hanya berani bersembunyi di belakang tubuh anak buahnya."ketus Chaterine dengan


tatapan membunuhnya, seketika orang itu terdiam melihat Chaterine yang begitu berani terhadap nya.


"sepertinya aku salah menilai mu!"seru seseorang itu yang ternyata pembunuh kakek Wilson, Axel tahu dengan orang berada di depannya tapi dia tidak tahu ada hubungan apa putri nya dengan orang itu.


"seperti yang kamu katakan, karena kamu sudah berada di sini, aku tidak akan membiarkan mu keluar hidup-hidup di sini." ujar Chaterine tanpa ada rasa takut, entah mengapa orang itu menjadi takut saat melihat tatapan mata Chaterine yang penuh dengan kebencian.


Chaterine tersenyum mengejek saat orang itu menjadi ketakutan,tidak anak buah nya, tidak bos nya sama-sama pecundang pikir nya.


"apa kamu pikir bisa membunuhku dengan mudah gadis kecil,.,?"


"orang bodoh juga akan tahu jika kamu itu bodoh.'," jawab Chaterine ketus, orang misterius itu yang mendengar perkataan dari Chaterine menjadi sangat murka dan berjalan sangat cepat menghampiri Chaterine saat ini.


"aku akan membunuh mu seperti aku membunuh kakek mu." ujar pria itu dengan marah, Chaterine hanya diam saja tidak bergerak sedikit pun.


"apa kamu bisa membunuh ku? jangan harap."ujar Chaterine dengan ketus, dengan tatapan tajam nya membuat pria itu semakin takut dengan Chaterine.


Chaterine yang menyembunyikan sebuah pisau kecil, segera meraih nya dan masih menyembunyikan nya. ia akan menggunakan pisau itu jika dalam keadaan yang genting saja.

__ADS_1


"jika aku tidak bisa mengirim mu ke tempat kakek tua itu,aku akan gila memikirkan nya." ujar nya dan menodongkan senjata api ke arah Chaterine yang masih bisa tersenyum lebar di saat situasi seperti ini.


"orang yang bisa membunuh ku belum lahir ke dunia ini. sedangkan kamu hanya seorang pecundang."ujar Chaterine tak kalah gila nya, orang itu semakin kesal mendengar nya.


__ADS_2