ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 44


__ADS_3

entah sejak kapan kini yang pasti Chaterine sudah berada di pangkuan Leon yang tengah memeluk erat tubuh nya.


seperti terhipnotis oleh Leon, Chaterine hanya bisa diam terpaku melihat wajah tampan calon tunangannya itu, Chaterine menundukkan kepalanya malu.


Leon meraih dagu Chaterine agar ia kembali menatap wajah nya, kini pandangan Leon tidak bisa lepas dari bibir Chaterine yang merah seperti buah ceri. perlahan ia mendekati wajar Chaterine dan memiringkan kepalanya dan.


cup


Leon mencium bibir Chaterine dengan lembut, sedangkan Chaterine melebarkan matanya tak percaya apa yang sedang di lakukan oleh Leon.


dengan perlahan Leon mengesap bibir Chaterine dengan lembut.


Chaterine sendiri tidak bisa memungkiri menikmati ciu*man mereka. cukup lama mereka ber*ciu*man sampai dimana Leon melihat Chaterine yang tengah kesulitan untuk bernafas.


Leon mengusap bibir Chaterine yang basah, Chaterine menunduk malu dan memeluk Leon sangat erat. sedangkan Leon tersenyum penuh kemenangan setelah mendapatkan apa yang sedang ia pikiran dari tadi pagi.


"apa kamu malu hmm." tanya Leon Dengan berbisik tepat di telinga Chaterine, sedangkan Chaterine bertambah malu ia tidak berani menatap wajah Leon.


"maaf mengganggu waktu kalian tapi kita sudah sampai." ujar Alvin dengan tersenyum kecil melihat wajah Chaterine yang sangat merah merona seperti tomat.

__ADS_1


Chaterine yang mendengar perkataan dari Alvin pun segera membuka pintu mobil dan segera masuk kedalam toko mobil, Leon dan Alvin yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, sedangkan angel merasa heran dengan tingkah sepupunya itu.


angel pun segera membuka pintu mobil setelah mobil berhenti, dan segera menyusul sepupunya yang sudah berada di dalam, dengan langkah cepat Leon juga mengikuti Chaterine yang sudah masuk terlebih dahulu.


setelah mereka masuk, mereka tidak menemukan keberadaan Chaterine dan itu membuat mereka semua khawatir terutama angel. sedangkan yang sedang mereka cari sedang mengobrol dengan seseorang di dekat kamar mandi.


setelah selesai mengobrol Chaterine terburu-buru keluar agar mereka tidak curiga terhadap nya, saat dia keluar dari arah kamar mandi ia melihat jika mereka semua sedang mencari keberadaan nya.


"angel." teriak Chaterine di dekat kasir, angel yang mendengar nya pun menoleh kearah sumber suara. saat melihat Chaterine berdiri di sana, ia segera berlari dan memeluk sepupunya.


"kamu kemana hah." bentak angel yang sudah sangat khawatir kepada nya.


"aku pikir kamu kenapa-kenapa tadi!."


"aku baik-baik saja angel." jawab Chaterine dengan mengusap lembut punggung angel. t "Ayo bantu aku cari novel yang aku inginkan dan jangan lupa buku tentang ilmu kedokteran juga ya!." imbuh nya dengan menarik tangan angel agar mereka mengikuti nya.


"kami akan duduk di sana saja sambil menunggu kalian selesai memilih buku yang kalian cari." ujar Alvin dan berjalan ke salah satu kursi di sana dengan di ikuti Hans dan David.


"iya kak Alvin."jawab Chaterine dengan tersenyum manis menatap wajah Alvin.

__ADS_1


"lebih baik kita berpencar saja dari mencari buku yang kamu inginkan."ujar Dion dengan menarik tangan angel agar ikut bersama nya, dan meninggalkan Leon bersama dengan Chaterine.


"ayo kita kesana." ujar Leon yang membuyarkan lamunan Chaterine, dan akhirnya ia mengangguk kan kepala.


Dion tersenyum lebar saat memisahkan diri dari sahabat nya dan akhir nya ia bisa berduaan dengan tunangannya, Dion sangat merindukan ocehan dari angel, tapi akhir-akhir tunangannya itu sedang marah terhadap nya.


"sayang, aku sangat merindukan mu." ujar Dion dengan memeluk tubuh angel dari belakang dan menciumi leher angel yang menjadi candu nya. "tolong jangan mendiamkan aku lagi dan jangan marah lagi sayang."


"jika aku tidak marah lagi, apa kamu akan merubah kebiasaan kamu yang sering datang ke klub dan bermain-main dengan wanita ****** itu hah." jawab angel dengan berkacak pinggang, ia marah bukan melihat nya ke klub untuk minum-minum. tetapi angel marah karena melihat tunangannya sedang bermesraan dengan perempuan lain di depan nya.


"aku janji tidak akan pergi ke klub malam lagi sayang!"janji Dion ia benar-benar menyesal telah menerima tawaran dari kliennya untuk memanggil wanita panggilan untuk menemani mereka, tapi siapa sangka jika tunangan nya ada di sana dan melihat semua nya.


"bagaimana jika kamu mengingkari janji mu." ujar angel tersenyum miring, tunangannya ini memang perlu diberikan pelajaran agar dia jera.


Dion nampak berpikir.


"apapun yang kamu mau sayang."ujar Dion kembali memeluk tubuh angel yang tengah tersenyum Devils, Dion memiliki firasat buruk tentang senyuman yang di berikan oleh angel.


"jika kamu berani mengingkari janji mu, aku akan membatalkan pertunangan ini. aku tidak peduli tentang orang tua kita, apa kamu mengerti!." jawab angel dengan tegas dan menatap tajam ke arah Dion, dengan susah payah menelan Saliva saat mendengar perkataan dari tunangannya. yang benar saja di batalkan, yang ada dia akan tambah gila.

__ADS_1


Dion pun mengangguk kan kepala nya.


__ADS_2