
"berikan hasil penyelidikan kalian selama ini." ujar Chaterine dengan tegas, ia memilih duduk di samping angel jika dia duduk di samping Leon sudah bisa di pastikan suaminya itu tidak akan melepaskan nya.
"nona, silahkan anda membaca nya sendiri." ujar Kane dengan menyerahkan map coklat, Chaterine yang membaca setiap informasi yang dia inginkan menjadi sangat marah.
"apa kamu sudah menahan orang ini Kane?"tanya Chaterine dengan menutup map coklat itu.
"sudah nona, dan sekarang ini dia berada di markas black wolf."
"bagus, berikan hasil penyelidikan kalian semua." ujar Chaterine, anggota black wolf yang mendengar segera memberikan nya, setelah Chaterine membaca semua informasi yang dia dapatkan menjadi marah, Kane yang melihat kemarahan di wajah Chaterine sangat ketakutan.
"nona, kami semua juga sudah menangkap nya tetapi hanya satu orang itu yang berhasil lolos."ujar Sean dengan ketakutan.
"aku ingin kalian mencari keberadaan orang itu lagi entah dalam keadaan mati maupun hidup."perintah Chaterine,
"baik nona."
"pergilah, kalian bisa istirahat sekarang."
"baik nona, kalau begitu kami permisi."
"tunggu Kane."
"iya nona apa ada yang bisa saya bantu?"
"ajak mereka bersama mu, dan tunjukkan kamar mereka."
"baik nona."jawab Kane dengan pasrah.
"kalian tahu bukan apa yang akan aku lakukan jika kalian membuat masalah."
"kami mengerti nona."
"pergilah"ujar Chaterine Sambil melambaikan tangan nya, tidak perlu di tanya apa yang akan Chaterine lakukan kepada mereka jika sampai membuat masalah ataupun mengkhianati nona nya.
"apa yang sedang kamu cari sayang"
"Chaterine hanya sedang mencari tentang rekan bisnis kakek yang membawa kabur uang kakek dulu, hanya itu saja dad."jawab Chaterine dengan jujur.
"apa yang akan kamu lakukan jika berhasil menemukan keberadaan mereka sayang?"
__ADS_1
"tentu saja memberikan mereka semua pelajaran atas perbuatan mereka, memangnya apa lagi."
"apa Dady boleh bertanya sesuatu kepada mu sayang?"
"tentu saja boleh Dady?"
"kamu tidak memiliki apa yang di miliki oleh uncle dan kakek kamu kan sayang?" tanya Dady Axel dengan was-was,
"bagaimana menurut Dady?"
"sepertinya kamu memiliki nya sayang, terlebih lagi Dady mendengar tentang apa yang terjadi kepada angel waktu itu, dan pada akhirnya kita memutuskan untuk segera menikahkan angel dengan Dion beberapa bulan yang lalu." Chaterine yang mendengar nya tersenyum lebar, Dady dan kakak nya selalu jeli terhadap nya, sekuat apapun dia berusaha untuk menutupi nya pada akhirnya akan ketahuan juga.
"yang Dady katakan memang benar aku memiliki nya, tetapi Dady tenang saja Chaterine bisa menjaga diri dengan baik."
"itu artinya kamu tahu apa yang akan terjadi pada mu dalam waktu dekat ini!"seru Samuel dengan menatap sendu wajah sang adik. Chaterine mengangguk sebagai jawaban.
"apa kamu tidak bisa memberitahu kami apa yang akan terjadi kepada mu sayang?"tanya Julio, ia sangat khawatir dengan keselamatan adiknya sendiri saat ini, sedangkan mereka yang tidak mengerti mencoba untuk mencerna setiap obrolan mereka.
Chaterine berpindah duduk di samping sang kakak dan memegang wajah kakak nya.
"kita bisa mencegah semua ini bersama sayang, asal kamu memberitahu kepada kami semua."timpal nya, mereka berdua memang suka saling menjahili satu sama lainnya, tetapi jika harus berpisah itu akan sangat sulit bagi mereka.
"sekeras apapun kita mencoba nya tetap saja takdir itu akan datang kembali kepada diri kita kak, sama seperti kakek, aku sudah mencegahnya tetapi tetap saja takdir itu datang kembali kepada kakek."ujar Chaterine dengan lembut.
"setidaknya kita sudah berusaha sayang!"seru Andrew.
"apa yang akan terjadi sayang?"tanya Dady Axel dan kali ini ia tidak ingin kehilangan sesosok orang yang ia sayangi.
"kematian dan perpisahan."jawab Chaterine dengan tersenyum kecut, Axel yang mendengar nya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh putri nya.
"kapan itu terjadi sayang?"tanya Samuel, mereka bisa membuat rencana untuk mencegah kejadian ini terjadi.
Chaterine menatap ke arah Leon yang sedang menatapnya dengan tatapan sedih.
"dalam waktu dekat ini, hanya itu saja yang bisa Chaterine katakan."jawab Chaterine dan memilih untuk meninggalkan keluarga nya, Chaterine berjalan keluar dan entah mau kemana dia akan pergi. memberitahu apa yang akan terjadi membuat nya semakin bersedih, tanpa di sadari Leon mengikuti nya dari belakang.
Chaterine duduk di sebuah taman yang sepi dan jauh dari mansion nya, Chaterine duduk dengan termenung hingga ada seseorang yang membuat nya terkejut.
"bunny..."panggil Chaterine dengan lirih, Leon berjongkok di depan Chaterine sambil memegang kedua tangan sang istri, ada kesedihan yang besar saat mengetahui yang sebenarnya.
__ADS_1
"kamu mau kemana sayang?"tanya Leon dengan suara yang sedikit bergetar.
"maaf bunny.."ujar Chaterine dengan memeluk tubuh Leon, sekuat apapun ia mencoba untuk tegar tetap saja dia tidak bisa dihadapan Leon.
"kita akan menghadapi semua ini bersama sayang."ujar Leon , ia berusaha untuk menenangkan sang istri yang tengah menangis di pelukan nya walau sebenarnya ia juga sedih mendengar nya.
"ayo pulang sayang."timpal nya, Chaterine menggelengkan kepalanya dan menghapus air matanya.
"aku ingin jalan-jalan sebentar."
"baiklah,ayo kita pergi sayang."
"bunny.. apa kamu kecewa kepada ku?"
"tidak, aku tahu kamu menutupi semua ini agar tidak membuat semua orang bersedih."
"jika aku sudah tidak ada kamu bisa menikah kembali dengan seseorang yang kamu cintai nantinya."ujar Chaterine dengan lirih, tentu saja ia masih ingat dengan apa yang di katakan oleh Leon waktu itu, Leon yang mendengar nya menghentikan langkahnya.
"itu tidak akan pernah terjadi sayang, hanya kamu satu-satunya orang yang berada di dalam hati ku dan di kehidupan ku." jawab Leon dengan lirih, Chaterine tersenyum kecil mendengar nya dan merasa terharu.
"terima kasih bunny.. aku sangat mencintai mu."ujar Chaterine dengan mencium bibir Leon, setelah itu ia menyatukan kening mereka.
"bunny, ayo kita membuat sebuah kenangan terindah untuk kita berdua."timpal Chaterine dengan tersenyum manis, Leon menganggukkan kepalanya setuju. mereka tidak peduli dengan kekhawatiran orang-orang yang sudah berada di rumah karena mereka pergi tanpa pamit.
Leon dan Chaterine menghabiskan waktu bersama di luar, mengunjungi tempat-tempat yang indah dan mengambil beberapa foto untuk mereka. dalam seketika mereka melupakan tentang apa yang membuat mereka sedih tadi pagi.
setelah malam hari barulah mereka kembali, Chaterine terus saja tersenyum begitu juga dengan Leon.
"kalian dari mana?"tanya Alvin yang kebetulan sedang berada di luar rumah.
"habis jalan-jalan kak Alvin, iya kan bunny." jawab Chaterine, Leon mengangguk kan kepala nya, mereka masuk dengan saling bergandengan sedangkan Alvin mengikuti mereka dari belakang.
Axel yang melihat wajah Chaterine yang tengah berbahagia tersenyum lebar, mereka harus mencari cara untuk membuat kejadian itu tidak terjadi.
"sepertinya kalian habis bersenang-senang!"seru Samuel yang tidak kalah bahagia melihat wajah adiknya yang kembali tersenyum.
"tentu saja kak, kami pergi tanpa ada gangguan dari angel atau teman-teman nya Leon. mereka semua kan pengganggu."ujar Chaterine yang sudah berlari menuju kamar nya, angel yang mendengar nya ingin sekali melempar sepupunya itu ke laut.
"oh iya kapan kalian akan berbulan madu?"tanya orang tua Dion.
__ADS_1
"tidak perlu berbulan madu ma, disini saja kita juga bisa."jawab Dion dan mendapatkan pukulan bantal dari angel.
"kalau bicara jangan asal."ujar angel sambil melotot kearah Dion. sedangkan sang empu meringis mendengar nya.