
dan kalau di perhatikan luka Zee cukup parah tetapi dia lebih mengutamakan keselamatan Chaterine dari pada dirinya sendiri, seperti nya memang benar jika Zee mengetahui sesuatu tentang Chaterine selama ini dia sembunyikan.
tidak berselang lama Leon turun dan menghampiri mereka berdua, Leon menatap wajah Zee yang tengah sibuk dengan handphone milik nya.
"lebih baik kamu pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka mu."ujar Leon, Zee mendongak kan kepala nya melihat ke arah Leon yang tengah menatapnya dengan tajam tapi ia tidak peduli dengan itu.
"tidak perlu tuan, luka saya tidak seberapa di bandingkan luka yang di dapat nona."tolak Zee secara halus, ia mengirimkan pesan kepada anggota black wolf untuk memantau markas Kings dari kejauhan agar musuh tidak tahu keberadaan nona nya.
"apa saya boleh pinjam dapurnya sebentar tuan?"tanya Zee, Leon mengernyitkan keningnya saat mendengarkan perkataan dari Zee.
Leon mengangguk kan kepala nya, Zee segera menuju ke arah dapur, sedari tadi nona nya belum makan dan ia khawatir dengan kesehatan nya.
Chaterine yang terbangun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu, ruangan itu begitu asing untuk nya. Chaterine segera turun untuk mencari keberadaan sang suami, Alvin dan juga Zee saat ini, sedang kan setelah selesai memasak segera kembali ke ruang tamu.
Alvin memberikan kode kepada Leon saat dirinya melihat Chaterine yang terburu-buru turun, Leon menoleh ke arah belakang dan mendapati sang istri yang berjalan menuju ke arah nya.
Leon segera berdiri dan menghampiri sang istri,
"sayang kamu mau kemana?"tanya Leon sambil memeluk tubuh Chaterina.
"aku mau mencari mu."jawab Chaterine dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
"tidak perlu takut lagi, kita akan aman selama tinggal di sini."ujar Leon dan mendapatkan anggukan kepala dari Chaterine,
sepertinya orang-orang itu benar-benar sudah membuat sang istri ketakutan, sebenarnya apa yang sudah di lakukan oleh mereka kepada Chaterine dulu, pikir nya.
Chaterine melepaskan pelukannya, dan sepertinya ia mencium aroma makanan yang sangat familiar untuk nya.
"nona."panggil Zee dengan membawa satu piring yang berisi makanan dan jus di tangan nya. Leon membawa Chaterine untuk duduk bersama dengan mereka, sedangkan Chaterine terus menatap wajah Zee dengan tatapan tajam nya.
"nona belum makan kan, saya sudah buatkan makanan untuk nona."ujar nya dengan menyodorkan piring tersebut di hadapan Chaterine.
Chaterine yang awalnya tidak lapar kini justru sangat lahap saat menyantap makanan nya, cukup terkejut untuk nya jika Zee bisa membuatkan makanan yang selalu di buatkan oleh sang kakek waktu kecil.
"apa kamu yang memasak ini Zee?"tanya Chaterine, mereka hanya memperhatikan Chaterine makan sedari tadi. zee tersenyum kecil mendengar nya, dia memang berlatih memasak makanan yang sering di buat oleh kakek Wilson dulu untuk Chaterine.
__ADS_1
"iya nona,"
"luar biasa,masakan kamu hampir mirip dengan masakan nya kakek, aku menyukai nya."ujar Chaterine,Zee hanya tersenyum mendengar perkataan dari Chaterine.
"tapi dari mana kamu tahu jika kakek selalu memasakkan aku makanan ini."timpalnya, sepertinya nona sudah lupa.
"anda selalu mengatakan jika tuan besar Wilson selalu memasakkan makanan ini untuk anda waktu masih kecil."jawab Zee dengan sopan.
"sepertinya aku lupa soal itu, tapi terima kasih makanan nya."
"sama-sama nona,saya senang anda menyukai masakan saya."
Chaterine kembali terdiam dan seketika menatap tajam ke arah Zee yang tengah duduk di depan nya, Zee yang mendapatkan tatapan tajam dari Chaterine merasa heran kenapa nona nya menatap nya seperti itu.
"suruh mereka untuk kembali Zee, atau aku yang akan datang sendiri dan memberikan hukuman untuk kalian semua." ujar Chaterine,Zee yang tahu arah pembicaraan nya mengangguk kan kepalanya.
"tapi nona, mereka di sini untuk menjaga anda."timpal Zee
"kamu tahu aku bukan Zee, aku saja bisa merasakan kehadiran mereka di sini, lalu bagaimana dengan musuh kita Zee, apa menurutmu mereka tidak menyadari kehadiran mereka semua."
"suruh mereka untuk mengawasi dari jarak jauh, dari posisi mereka saat ini, aku tidak ingin mereka mengetahui posisi kita saat ini."perintah Chaterine dengan tegas dan tidak ingin mendengar penolakan.
"baik nona."ujar Zee dan segera menghubungi anggota black wolf untuk mencari posisi yang aman dan jauh dari tempat mereka saat ini.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
disisi lain di negara A, mereka semua terkejut saat mendapatkan kabar dari Leon jika orang itu juga berada di Paris dan berhasil melukai Chaterine saat di hotel dan itu membuat semua orang menjadi khawatir.
niat awal mereka mengirim mereka ke Paris untuk menghindari Chaterine bertemu dengan orang itu, tetapi siapa yang sangka jika orang gila itu juga berada di Paris dan untungnya dia tidak membawa pergi dari mereka saat ini.
"apa Chaterine akan baik-baik saja Axel, kita melakukan ini untuk membuat Chaterine tidak bertemu dengan nya disi tetapi justru mereka malah bertemu di sana."tanya papa Ludwig, ia sendiri juga merasa khawatir dengan keselamatan Chaterine saat berada di Paris.
"entah lah Ludwig, tapi aku berharap jika putri kita akan baik-baik saja di sana dan setidaknya biarkan mereka pergi ke luar negeri sampai orang itu kembali ke sini."jawab Dady Axel, ternyata yang membuat dada nya terasa sakit ada hubungan nya dengan putri nya.
"dad, bukankah dia sebentar lagi juga akan datang?"tanya Samuel
"itu benar boy, kita harus bisa membuat Chaterine lebih lama lagi tinggal di Paris, sampai orang itu meninggalkan negara A."jawab Axel, hanya hitungan hari orang itu akan datang dan meminta mereka untuk menyerahkan Chaterine kepada nya.
.
.
.
.
Chaterine duduk di gazebo dengan di temani oleh Zee dari jarak jauh, Chaterine memandang langit-langit malam yang terlihat indah malam ini menurut nya.
"apa kamu sudah memberitahu kan hal ini kepada keluarga kita?" tanya Alvin, Leon menganggukkan kepalanya.
"sepertinya kita harus pindah Vin, aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan Chaterine."ujar nya, Leon melihat Chaterine dari dalam ruangan, ia ikut tersenyum saat melihat Chaterine lagi.
"tenang lah Leon, masih ada kami yang akan berusaha menjaga Chaterine dari orang seperti dia."ujar Alvin yang mencoba untuk menenangkan pikiran Leon, memang benar kata Zee jika orang itu menginginkan Chaterine untuk menjadi pendamping nya.
Chaterine kembali masuk setelah selesai menikmati pemandangan malam hari yang indah. Alvin menggeleng kan kepala nya saat melihat Chaterine senyum-senyum sendiri.
"ada apa?"tanya Alvin dengan penasaran.
__ADS_1
"tidak ada apa-apa kak Alvin."jawab Chaterine dengan cepat, sambil duduk di samping Leon. Chaterine. mereka melirik ke arah Zee, sedangkan Zee mengedikkan bahu nya tanda dirinya tidak tahu apa-apa pun itu,