
"baik kak."jawab Lim dan zu bersamaan, sedetik kemudian senyuman mereka hilang saat melihat senyum Chaterine yang jarang di perlihatkan. mereka bertiga mempunyai firasat yang buruk setelah melihat senyuman itu.
"di mana kelima bocah tengik itu, apa mereka belum juga sampai?"tanya Chaterine, karena sedari tadi tidak melihat orang yang sedang ia tunggu.
"mereka ada di sini nona!"seru Zee yang baru datang bersama dengan adik angkatnya, Chaterine tersenyum miring melihatnya.
"kak kenapa kita di tangkap seperti ini?" tanya salah satu dari mereka berlima. sedangkan keluarga Chaterine hanya menyimak saja dan penasaran bagaimana bisa Chaterine mendidik kedelapan adik angkatnya itu, padahal tingkah dia sendiri masih seperti anak kecil.
"apa kalian sudah tahu apa kesalahan kalian berlima saat ini hmm? tanya Chaterine dengan tersenyum manis, sedangkan senyuman manis Chaterine menandakan bahaya untuk mereka berlima.
"maaf kak, kami benar-benar tidak suka bersekolah. lebih baik kakak meminta kami berempat untuk membunuh saja dari pada harus sekolah." jawab Grey's mewakili saudara nya, Chaterine yang mendengar nya menjadi sangat kesal. kemudian ia beralih menatap ke arah satu anak yang hanya diam saja. sedangkan keluarga Chaterine menahan tawa mereka saat mendengar jawaban dari salah satu anak itu.
"apa ada yang ingin kamu katakan Gerald?" tanya Chaterine dengan nada dingin sambil menatap tangan ke arah adiknya yang lebih tua dari pada yang lain nya.
"kamu yang tertua diantara yang lainnya, seharusnya kamu memberikan contoh yang baik bagi adik-adik kamu Gerald, tetapi justru kamu membuat kakak merasa kecewa kepada mu." timpalnya, sedangkan Gerald menundukkan kepalanya, dia tahu dia salah tapi apa boleh buat. begitu juga dengan yang lainnya mereka memilih diam dan tidak mengatakan apapun saat melihat kakak mereka berbicara.
"kesabaran kakak ada batasnya untuk menghadapi kalian semua, jika selama ini kalian merasa terkekang saat bersama dengan kakak maka pergilah. hidup lah dengan cara kalian sendiri dan pergi lah sesuka hati kalian, kakak tidak akan melarang nya lagi ataupun menghentikan langkah kalian. untuk kalian bertiga, bukankah sudah tahu perbuatan mereka selama ini dan kalian menutupi nya dari kakak, kalian benar-benar membuat kakak kecewa. pergilah lakukan apapun yang kalian mau." ucap Chaterine dengan nada kecewa,Gerald dengan yang lainnya semakin bungkam mendengar perkataan dari Chaterine, biasa nya kakak mereka tidak akan mengatakan hal seperti ini walaupun semarah apapun dia kepada mereka tapi kali ini berbeda.
"kak, kami "
"tidak perlu menjelaskan semuanya, pergilah kalian semua sudah bebas sekarang ini. tidak akan ada yang mengatur kehidupan kalian lagi." potong Chaterine sebelum mereka mengatakan sesuatu lagi,
"Zee, bagaimana dengan keadaan ke dua orang itu?."
"mereka beberapa kali mencoba untuk melakukan bunuh diri nona, tapi rencana mereka berhasil di gagalkan." jawab Zee dengan jujur, "apa anda ingin menemui mereka sekarang nona?".
Chaterine mengangguk kan kepalanya, dia sempat melirik ke arah adik angkatnya yang masih berdiri di tempat mereka.
"kenapa kalian semua masih berdiri sana?
bukan kah aku sudah meminta kalian pergi, setidaknya dengan kalian pergi tidak menambah kepala ku pusing." omel Chaterine, mereka yang mendengar bukannya pergi justru berlari memeluk kakak angkat mereka.
__ADS_1
"maafkan kami semua kak, kami salah.
tolong jangan marah lagi kepada kami,
kami akan melakukan apapun untuk kakak agar tidak marah lagi." ujar Gerald, Chaterine yang mendengar nya tersenyum Devils.
"apapun."
"iya kak, apapun itu." jawab mereka, dan terdiam saat melihat senyuman iblis di wajah sang kakak, mereka saling pandang satu sama lain nya, sepertinya mereka tahu apa yang akan di lakukan oleh kakak angkat mereka.
"eumm kak, kami ada urusan yang harus di selesaikan jadi kami harus segera pergi!"seru Gerald, dan segera berbalik dan berjalan keluar dengan cepat. tapi tiba-tiba langkah mereka terhenti.
"jika kalian berani keluar dari rumah ini, kakak pastikan kalian semua tidak akan melihat kakak lagi untuk selamanya."ancam Chaterine, mereka menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menuju sang kakak yang sedang duduk bersama dengan keluarga nya.
"kenapa kakak selalu mengancam kami dengan kata-kata itu?" tanya Fu dengan kesal, sedangkan Chaterine hanya diam saja mendengarkan perkataan Fu.
"ini tidak lucu kak! bagaimana bisa kakak bicara seperti itu."keluh Gerald,
"selesaikan hukuman kalian semua, jika sudah selesai temui kakak di rumah utama." ujar Chaterine dengan tegas dan tidak menerima bantahan.
"jika sampai kakak melihat kalian minta bantuan kepada para pelayan atau yang lainnya, maka bersiap-siaplah menerima hukuman yang lainnya." timpalnya
"baik kak."jawab mereka semua bersamaan, sepertinya badan mereka akan sakit semua setelah menjalani hukumannya. dan segera pergi untuk menyelesaikan hukuman mereka.
"Dady ayo pergi!" seru Chaterine dengan tersenyum kecil, kemudian ia merenggang kan otot-otot tubuh nya.
"Chaterine, katakan yang tinggal di sini bukan hanya anggota black wolf saja, apa aku benar?" tanya Angel, saat tidak sengaja melihat seorang anak-anak kecil yang sedang bermain-main.
"iya itu benar, di sini juga ada istri dan anak dari anggota black wolf." jawab Chaterine, yang sibuk menggandeng tangan sang Dady.
"apa kamu tidak takut jika mereka akan mengkhianati mu?"
__ADS_1
"perasaan takut pasti ada angel, tapi kemungkinan sangat kecil jika mereka akan mengkhianati ku."jawab Chaterine dengan melepaskan gandengan tangan nya, dan berlari ke arah beberapa orang yang sedang mengambil buah-buahan dan bunga.
Chaterine berjalan dengan berjinjit dan berhati-hati agar tidak menimbulkan suara, saat tiba di dekat mereka. Chaterine mengambil sekeranjang bunga secara diam-diam dan melemparkan bunga tersebut di atas mereka sehingga membuat mereka terkejut.
"nona... berhenti jangan berlari."teriak salah satu orang yang mengambil bunga dan berlari mengejar Chaterine yang tengah berlari sambil tertawa.
"hahaha.....kejar saja kalau bisa."teriak Chaterine sambil berlarian ke sana kemari, sisa nya mengumpulkan kembali bunga-bunga yang sudah mereka ambil.
"jangan sampai saya menangkap anda nona! kenapa anda selalu menjahili kami saat datang kemari?" ujar orang itu dengan nafas ngos-ngosan akibat mengejar Chaterine, Chaterine yang mendengar nya pun berhenti dan berjalan ke arah mereka.
"biar olahraga kak, lagi pula aku suka melihat kalian yang seperti ini."
Chaterine kembali menghampiri sang Dady setelah selesai menjahili para pelayan nya,
"kenapa kamu tidak bisa berubah sama sekali sayang?" tanya Dady Axel
"kenapa aku harus berubah dad?"
tanya Chaterine kembali dengan menaikkan satu alisnya.
"nanti setelah dari ruangan itu, aku mau mengajak Dady ke suatu tempat." timpal nya
"kemana?".
"rahasia dong, kalau di beritahu bukan rahasia nama nya."jawab Chaterine dengan mengedipkan sebelah matanya, saat hampir sampai Chaterine memanggil seseorang untuk membawa anak-anak ke tempat lain.
"Kay"
"iya nona" jawab Kay yang turun dari pohon dan membuat semua orang terkejut, jika di lihat dari wajah nya umurnya sekitar seusia Leon.
"apa kamu ingin membuat ku terkena serangan jantung ya." omel Chaterine dengan melotot ke arah Kay.
__ADS_1
"maaf nona." jawab Kay dengan cekikikan, biasanya nona nya yang selalu membuat mereka semua pusing dan kini ia senang bisa membuat nona nya terkejut.