ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 119


__ADS_3

"kenapa di antara delapan anak yang aku asuh, hanya tiga yang normal di antara mereka."keluh Chaterine sambil memijit pelipisnya, sedangkan Zee memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan oleh nona nya karena sedang menahan tawanya.


memang benar di antara delapan adik angkat nona nya hanya tiga yang normal dan selebihnya tidak ada. mereka berlima sangat susah di atur dan lebih menurut ke Chaterine, bahkan perilaku mereka semua juga mirip dengan Chaterine.


"berani tertawa ku potong seluruh gaji dan bonus mu Zee!" seru Chaterine saat Zee sedang menahan tawanya, Zee yang mendengar nya kembali berekspresi seperti awal.


"Chaterine."panggil seseorang yang baru saja datang.yang tidak lain adalah keluarga nya sendiri


"Dady!"seru Chaterine, Zee bernafas lega saat melihat perubahan ekspresi wajah Chaterine yang tidak seperti tadi.


"Zee, dimana keberadaan ke empat anak itu sekarang?" tanya Chaterine, sepertinya ia harus menyelesaikan masalah ini segera mungkin, untuk mengobrol dengan keluarga nya bisa nanti saja.


"mereka sedang berlibur nona, tapi saya tidak tahu mereka berlibur kemana? anak buah saya kehilangan jejak para tuan muda."


"ke tiga bocah itu pasti tahu kemana keberadaan mereka berempat."gumam Chaterine dan mengambil handphone nya yang berada di meja dan segera menghubungi seseorang.


"dimana mereka? jangan sampai kalian berbohong atau kakak akan menghukum kalian juga."ancam Chaterine, sedang kan yang di sebrang telepon segera menjawab nya. tentu saja mereka bertiga tidak ingin mendapatkan hukuman dari kakak angkat mereka, bisa habis nyawa mereka pikir nya.


"kak, sebelum nya mereka sedang berada di negara Italia, tapi aku baru mendapatkan kabar jika mereka sedang menuju negara A." jawab nya cepat, Chaterine yang mendengar tersenyum lebar dan segera meminta zee untuk membawa keempat bocah itu hari ini juga.


"Zee, perintahkan anak buah mu yang berada di sini untuk mencari mereka di daerah xxx, seret mereka semua kehadapan ku sekarang juga dan bawa bocah tengik itu juga."perintah Chaterine dengan tersenyum Devils, Zee sudah bisa bayangkan nasib kelima tuan muda nya itu.


"baik nona. kalau begitu saya permisi"jawab Zee, dan segera berpamitan untuk melaksanakan tugas nya. Chaterine melambaikan tangannya dan kembali duduk di samping sang Dady.


"sudah selesai sayang?"tanya Dady Axel


"sudah, kenapa Dady datang ?" tanya Chaterine, sepertinya ada yang ingin Dady nya sampai kan kepada nya saat ini.


"Dady ingin menemui pembunuh kakek kamu."jawab Axel langsung to the poin, Chaterine mengangkat sebelah alisnya sambil menatap wajah sang Dady.

__ADS_1


"untuk apa dad?"


"hanya ingin tahu kenapa dia melakukan ini semua kepada keluarga kita." jawab Axel, Chaterine tidak langsung mempercayai begitu saja.


"itu bukan jawaban yang sebenarnya bukan dad! jika Dady ingin membunuh nya, Chaterine tidak akan mengizinkan Dady bertemu dengan nya tapi jika Dady hanya ingin memberikan hukuman ringan kepada nya, Chaterine bisa membawa Dady untuk bertemu dengan nya."


"kenapa Dady tidak boleh membunuh nya? apa kamu ingin melindungi nya dari Dady sayang?" tanya Axel, Chaterine menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


"bukan itu dad, Dady bisa melampiaskan kemarahan Dady kepada nya tapi tidak membunuhnya. soal membunuh nya biar Chaterine saja, karena Chaterine sudah memikirkan cara untuk membunuhnya secara perlahan dan tentu saja menyakitkan untuk nya." jawab Chaterine dengan tegas.


"apa yang akan kamu lakukan kepada nya?"


"tentu saja dengan cara yang sama saat dia membunuh kakek, Chaterine akan menyiksanya dua kali lipat saat dia menyiksa kakek dulu." jawab Chaterine, tentu saja dia masih ingat bagaimana cara mereka membunuh sang kakek dan akan ia kembalikan kepada para pembunuh itu.


"apa Dady bisa menemui nya sayang?"


"tentu saja, Chaterine akan membawa Dady ke markas black wolf, karena mereka di tahan di sana."jawab Chaterine dengan tersenyum manis,


"eumm dad, ada yang ingin Chaterine bicarakan dengan Dady." ujar nya, Dady Axel kembali duduk dan menatap wajah sang putri yang tengah menatapnya dengan wajah yang serius.


"ada apa sayang?"


"Chaterine tidak akan melanjutkan kuliah Chaterine lagi tapi Chaterine ingin fokus pada pekerjaan Chaterine, boleh."


Axel tersenyum lebar mendengar nya, putrinya sudah tumbuh semakin dewasa dan mengerti tugasnya nya.


"jika itu pilihan kamu, Dady dengan yang lainnya tidak masalah sayang tapi kamu tetap tinggal di sini bukan di Jerman. mengerti sayang," Chaterine cukup terkejut saat sang dady tahu jika letak perusahaan nya berada di Jerman.


"oke tidak masalah, Chaterine memang selalu bekerja di sini." ujar Chaterine menyetujui permintaan sang Dady.

__ADS_1


"sebelum kalian pergi lebih baik kita makan dulu saja, Chaterine juga belum makan dari pagi." ujar papa Ludwig, Samuel yang mendengar nya segera menatap wajah sang adik sedangkan sang empunya segera mengalihkan pandangan nya dari sang kakak.


Samuel baru tersadar saat memperhatikan wajah sang adik dengan seksama dan kini tatapan nya terkunci pada tanda kepemilikan di daun telinga dan belakang leher nya, sepertinya adik nya tidak sadar akan hal itu.


Samuel beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah sang adik, Samuel membenarkan rambut sang adik agar tanda itu tidak terlihat oleh orang lain.


"kami makan nanti saja Ludwig, bukan maksud saya menolaknya tapi saya ingin segera menemui orang itu." ujar Dady Axel, walau tidak enak hati dengan sahabat nya karena menolak ajakannya.


"tapi kenapa Dady mengajak mereka semua?"


ujar Chaterine yang baru sadar jika yang lainnya juga ikut datang.


"mereka ingin melihat markas black wolf katanya."jawab Axel, Chaterine yang mendengar nya menggelengkan kepalanya.


"boleh kan sayang."


"boleh mom,"


"kalau begitu kami juga ingin ikut, sepertinya akan menarik jika kita pergi bersama ke sana."ujar papa Ludwig, Chaterine hanya mengangguk saja mendengar nya.


"ya sudah, ayo pergi." ujar Chaterine dan segera menelepon anak buah nya untuk memberitahu kedatangan nya.


Chaterine berjalan terlebih dahulu dan ia menyandarkan tubuhnya di mobil sambil memainkan ponselnya, entah siapa lagi yang dia hubungi kali ini sehingga terlihat sangat serius.


"Chaterine yang supir mobil nya ya!" seru Chaterine dan langsung mendapat tatapan tajam dari Dady, uncle dan para kakaknya.


"kamu duduk saja di samping suami kamu, biarkan dia yang mengendarai mobil nya dan kamu memberikan arahan kepada nya."ujar Dady Axel,


"kita akan nyasar nanti dad." kata Chaterine yang tidak di hiraukan oleh sang dady, Chaterine segera masuk dan duduk di depan bersama dengan Leon.

__ADS_1


"kita kemana?" tanya Leon


"jalan lurus saja." jawab Chaterine dengan memainkan ponselnya kembali, Leon segera menyalakan mesin mobil nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di ikuti oleh yang lainnya.


__ADS_2