
"kak Hayden, ayo pulang!"seru Chaterine, jika dia tidak segera pergi bisa saja angel bertanya lagi.
"ayo sayang."
"bunny aku pergi dulu ya."pamit Chaterine sambil mencium pipi Leon.
"iya, jangan melakukan yang tidak-tidak selama aku tidak ada."
"eh itu tergantung ya, jika aku bosan di rumah tentu saja aku akan mencari gigolo tampan di luar sana."jawab Chaterine dengan mengedipkan sebelah matanya, Leon yang mendengar nya segera menarik telinga sang istri.
"jika sampai itu terjadi, aku akan mengurung mu di dalam sangkar burung."ujar Leon dan melepaskan tangannya dari telinga Chaterine. Chaterine tertawa kecil mendengar perkataan dari Leon.
"tenang saja bunny, aku akan keluar dari kandang harimau dan akan masuk kedalam kandang singa. singa-singa yang berada di sana lebih galak dan sensitif."ujar Chaterine seraya bercanda, angel yang mendengar tertawa terbahak-bahak Bagaimana bisa sepupunya berbicara seperti itu di hadapan semua orang.
Hayden yang mendengar nya memukul kepala Chaterine dengan pelan, terkadang mulut ada adik nya ini terlalu jujur dan juga terlalu polos. Chaterine mengerucutkan bibirnya saat mendapatkan pukulan dari sang kakak.
"ulangi lagi."ujar Hayden dengan menatap tajam ke arah Chaterine.
"maaf kak."ujar Chaterine menutup sebelah mata nya sambil menjulurkan lidahnya dan tidak lupa ia juga melakukan menggaruk kepalanya seperti waktu kecil.
"ayo pergi!"seru Hayden sambil memegang tangan sang adik.
"kak Dion jangan lupa pesan ku tadi ya, bye semuanya."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar dan tidak lupa ia melambaikan tangan nya.
setelah Chaterine pergi, Leon kembali menatap tajam ke arah Dion. sepertinya tidak hanya tentang angel yang mereka katakan tapi masih ada yang lainnya.
"sebenarnya apa yang kalian katakan tadi, tidak mungkin hanya soal itu kan?"tanya Leon kepada Dion.
"iya, Chaterine meminta ku untuk mengawasi angel dan juga kedua temannya."jawab Dion, angel yang mendengar nya mengangkat sebelah alisnya.
"memangnya ada apa?"tanya mereka serentak
"Chaterine hanya khawatir jika mantan kekasih angel akan membalas perbuatan mereka jika sudah ketahuan, tadinya dia ingin memberitahu mu tapi tidak jadi karena kamu ingin mencari keberadaan Markus."jawab Dion yang berusaha menyakinkan mereka.
"apa ada yang lain lagi?"tanya Leon, Dion menggelengkan kepalanya.
"lebih baik kamu segera meminta anak buah mu untuk menjaga kedua sahabatnya Chaterine."ujar Dion, Leon mengangguk setuju. jika pria itu bertindak maka bukan hanya mereka bertiga yang terkena tapi istrinya juga akan terkena imbasnya. mau bagaimana pun istrinya juga ikut terlibat perbuatan angel.
setelah selesai berbicara mereka kembali melihat keadaan David saat ini.
__ADS_1
"bagaimana dengan keadaan mu?"tanya Dion yang melihat sahabatnya terbaring lemah, Reynald yang kebetulan belum pulang memeriksa kembali kondisi David.
Reynald cukup terkejut saat mengetahui jika David Sydah baik-baik saja.
"Leon, katakan kamu mendapatkan nya dari mana?"tanya Reynald dengan penasaran.
"di lampu merah"jawab Alvin sedangkan Leon menatap tajam ke arah Alvin.
"kenapa?"
"racun yang berada di dalam tubuh David sudah hilang."jawab Reynald
"tidak mungkin istri mu hanya seorang dokter biasa, dia banyak tahu tentang racun Leon. aku semakin penasaran dengan nya."timpalnya
Leon memikirkan perkataan Reynald ada benar nya tapi ia bisa mengurus nya nanti saja yang terpenting sekarang adalah mencari keberadaan Markus dan anak buah nya.
"Vin, apa kamu sudah mendapatkan kabar dari anggota kita?"tanya Leon yang masih di dalam kamar David dan sekarang mereka duduk tanpa kehadiran Dion dan angel, entah apa yang akan di lakukan oleh mereka berdua nanti.
"belum, mereka masih mencari keberadaan nya, dimana mereka berdua?"jawab Alvin seraya bertanya sedari tadi mereka masuk tidak melihat pasangan yang sedang berantem itu.
sedangkan yang mereka cari saat ini tengah duduk di dapur, sesuai arahan dari Chaterine. Dion mencoba mengambil hati angel kembali, ia memasak makanan kesukaan angel sambil di temani oleh angel langsung walau harus memaksa nya terlebih dulu.
"tampan." gumam angel dengan pelan, Dion hanya tersenyum kecil melihat angel yang masih memperhatikan nya dengan posisi yang masih sama.
"sayang, mau makan di sini atau di ruang tamu."ujar Dion yang membuyarkan lamunan angel, angel menatap ke arah makanan yang di masak oleh Dion yang ternyata makanan kesukaan nya.
"di sini saja, ini bisa di makan kan?"
"bisa dong sayang, coba deh." jawab Dion sambil menyuapi angel.
"enak, kamu jago masak juga ternyata."
"hanya untuk kamu sayang."gombal Dion, angel mengalihkan pandangan saat mendengar gombalan dari Dion.
"segera di habiskan, aku ingin mengajak mu jalan-jalan."
"kemana?"
"kejutan."jawab Dion sambil terkikis lucu melihat ekspresi wajah angel yang terlihat kesal.
__ADS_1
"kamu tidak mau makan, padahal enak lho."tawar angel dengan mulut penuh.
"jika kamu yang suapi aku mau sayang!"
"manja."decak angel dengan ketus tapi tetap menyuapi Dion dan bergantian dengan nya hingga makanan nya habis tidak tersisa.
"kalau kayak gini terus lama-lama aku bisa gemuk nih,"keluh angel sambil memegangi perutnya yang kekenyangan.
"walaupun gemuk kamu tetap cantik sayang."ujar Dion sambil mengusap kepala angel dengan pelan.
"cantik dari mana nya kalau aku cantik tidak mungkin sampai kamu jajan di luar."timpal angel dengan cemberut jika mengingat Dion yang membawa dua perempuan sekaligus ke hotel.
"sayang, aku tahu aku salah tapi tolong dengarkan aku, aku tidak ada hubungan apapun dengan mereka."ujar Dion dengan menggenggam ke dua tangan angel dan sesekali mencium nya.
"bohong, kalau tidak ada hubungan kenapa membawa mereka masuk ke dalam hotel.!"seru angel dengan ketus.
"sayang tolong percayalah, jika sudah waktunya aku akan menceritakan semua nya kepada mu! percayalah kepada ku sekali ini saja oke."jawab Dion dengan lembut, angel akhirnya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar ke arah Dion.
"kalau senyum gini kan tambah cantik." timpal nya, sedangkan sang empunya terkekeh kecil saat Dion menciumi seluruh wajah nya.
"gak jadi nih ngajak aku jalan-jalan."
"jadi dong sayang, kamu siap-siap dulu biar aku pamitan sama anak-anak yang lainnya, nanti takutnya di cariin." jawab Dion, angel mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya, saat ingin berjalan tiba-tiba saja Dion memeluknya dari belakang dan pada akhirnya mereka berjalan menuju ke kamar dengan saling berpelukkan.
angel kembali ke dalam kamar nya dan mengganti pakaian nya, sedangkan Dion masuk ke dalam kamar David dan berpamitan kepada sahabat nya kalau dirinya akan pergi keluar bersama dengan angel.
"ada kemajuan kayaknya?"tanya Hans saat melihat kebahagiaan di wajah Dion.
"tentu saja, aku berhasil meluluhkan hati wanita ku kembali."jawab Dion dengan bangga.
"ck, dasar pamer."
"cepetan cari pacar gih, biar nggak jadi obat nyamuk Mulu." ujar Dion seraya mengejek sahabatnya yang masih pada jomblo.
"aku pergi dulu."timpal nya dan berlalu pergi dari kamar David dengan terus tersenyum sejak tadi.
tok tok tok tok
angel membuka pintu kamar kamar nya dan terlihat lah Dion yang berdiri diluar kamar nya yang sudah memakai pakaian casual nya.
__ADS_1
"kamu selalu cantik sayang."puji Dion sambil mencuri ciuman dari angel. sedangkan sang empu nya tersenyum malu.