
Bukan tanpa alasan Leon mencurigai Chaterine, sebelum pergi dari toko buku yang mereka datangi, Leon sempat melihat seseorang yang bersembunyi di balik tembok dekat toilet yang sedang di tunjuk oleh Chaterine dan mendengar kan obrolan mereka semua.
jika orang itu adalah pengunjung bisa saja ia langsung keluar jika sudah selesai, tapi ia keluar menunggu Chaterine pergi dari sana dan setelah itu orang itu juga ikut pergi. sebelum masuk mobil Leon memperhatikan Chaterine yang seperti nya sedang memberikan kode seseorang dari gerakan tangan nya yang ia keluarkan sedikit.
Leon pun melihat ke arah belakang dan mendapati orang itu membalas kode Chaterine dengan cara yang sama, dan orang itu membungkuk kan tubuh nya ke arah Chaterine, dan di balas anggukan kecil dari Chaterine. entah sengaja atau tidak, kejadian ini membuat Leon menjadi curiga terhadap Chaterine.
ia pun tidak peduli jika Chaterine juga seorang mafia, Leon sendiri juga seorang mafia dan tentu nya banyak musuh yang mengincar nyawanya, jika Chaterine bisa menjaga dirinya sendiri ini lebih bagus lagi dan tidak membuatnya semakin khawatir saat meninggalkan nya.
kini mereka semua sudah tiba di kediaman banedict dengan Chaterine yang turun terlebih dahulu dan di ikuti angel, saat Chaterine keluar dari mobil semua bodyguard membungkukkan badan mereka atas kedatangan nya.
"Dady.... Chaterine pulang." ujar Chaterine saat memasuki rumah, sedangkan angel tersenyum kecil. sepupunya ini memang minta di pukul terkadang. sedang kan Dady Axel menggeleng kan kepala nya melihat tingkah laku putri nya yang terkadang mirip seperti anak kecil.
"di mana buku yang kamu beli sayang?." tanya Samuel saat melihat sang adik tidak membawa satu buku pun di tangan nya, biasanya Chaterine akan kembali membawa buku yang sangat banyak tapi kali ini justru ia tidak melihat nya.
__ADS_1
sedangkan Chaterine menunjuk ke arah pintu dan seorang bodyguard berjalan ke arah nya membawa beberapa paper bag di tangannya, Gavin yang melihat salah satu bodyguard nya membawa begitu banyak barang pun masih tidak percaya jika adik nya tidak pernah berubah.
Chaterine yang melihat reaksi orang-orang yang berada di rumah hanya menggaruk kepalanya yang terasa gatal karena di tatap horor oleh sang kakak, sedangkan angel menahan tawanya agar tidak pecah saat melihat reaksi keluarga berserta yang lainnya. Leon dan yang lainnya tak kalah menahan tawanya saat melihat reaksi orang-orang.
"kenapa tidak sekalian saja kamu membeli toko buku itu sayang?." ujar Samuel dengan memijat pelipisnya, ia sendiri bingung dengan kebiasaan adik nya yang berbeda dari anak perempuan pada umumnya.
biasanya perempuan akan menghabiskan uang mereka untuk berbelanja pakaian, perhiasan, tas dan yang lain-lainnya. apalagi biasanya perempuan sangat suka menghabiskan waktu mereka di salon kecantikan selama berjam-jam, sedangkan sang adik menghabiskan waktu luangnya hanya untuk membaca, memasak, melukis, menyirami tanaman dan berkuda. adiknya ini benar-benar berbeda dari yang lainnya,bisa di katakan spesies langka.
"dari pada Chaterine membeli toko nya, lebih baik uang nya untuk membeli buku lagi dan Chaterine bisa membuat perpustakaan besar sendiri di rumah. jika ada yang sulit kenapa harus memilih yang mudah kak!." ujar Chaterine panjang lebar, Samuel dan adik-adiknya yang mendengar perkataan dari adik kecil mereka melongo di buat nya.
"kemari lah sayang?." panggil dady Axel kepada Chaterine, sebelum menghampiri Dady axel, Chaterine mengambil sebuah novel dan buku tentang medis untuk ia baca. Samuel yang melihat buku medis pun mengernyitkan dahi nya, setahu nya adiknya tidak mengambil jurusan medis.
"eumm dad, ada yang ingin Chaterine katakan kepada Dady?."ujar Chaterine setelah duduk di antara Dady Axel dan mommy Jovinka.
__ADS_1
"ada apa sayang?." tanya Dady Axel dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut dan menatap wajah Chaterine yang meneduhkan baginya.
"kelulusan Chaterine di undur tiga Minggu lagi dad."ujar Chaterine yang fokus membaca novel yang berada di tangan nya, sesekali ia melirik ke arah sang Dady untuk melihat reaksi nya.
"kenapa di undur?."
"sepertinya karena ada dosen baru dad, dan satu Minggu ini khusus untuk dosen baru itu memberikan materi pelajaran yang akan ia sampaikan, Chaterine belum tahu jelas itu benar atau tidak nya." jawab Chaterine dengan acuh, ia sangat bosan jika membahas tentang dosen baru itu, bahkan moodnya untuk membaca pun sedikit berkurang.
"hmm, bukan kah ini sangat bagus sayang,kamu bisa bertunangan lebih dulu dengan Leon dalam satu Minggu ini?." ujar Dady Axel kepada sang putri dan mendapatkan pelototan dari sang empunya, Samuel tersenyum tipis mendengar perkataan dari sang Dady nya, ia tahu jika sang Dady ingin mengerjai adik mereka yang terkadang jahil terhadap mereka semua.
walaupun perkataan sang Dady serius, ia juga akan sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh Dady Axel. bagaimana pun mereka semua tidak akan bisa menjaga sang adik untuk selamanya, dan jika pertunangan nya di percepat juga hal bagus. namun di sisi lain ia masih belum bisa melepaskan sang adik nantinya.
Chaterine mendengus Kesal ke arah sang Dady, bisa-bisa nya Dady nya bercanda di saat seperti ini, Chaterine tidak menanggapi nya kembali dan memilih untuk melanjutkan membaca novel nya. sesekali ia cekikikan saat mendapati bacaan yang menurut nya lucu.
__ADS_1
sedangkan Axel menggeleng kan kepala nya, putri nya ini kalau sudah membaca novel sulit untuk di ganggu.