
"eumm, aku ingin ganti baju dulu."ujar Chaterine yang gugup saat melihat tatapan mata dari Leon, Leon yang mendengar segera menarik pergelangan tangan Chaterine sehingga membuat nya menabrak dada bidang suaminya.
Chaterine mendongakkan kepalanya dan tatapan mata mereka bertemu, pandangan mata Leon kini turun ke BI*bi*r Chaterine yang menjadi candu nya dan mengusap nya.
Leon mendekat kan wajahnya sampai hidung mereka bersentuhan.
deg
deg
deg
deg
suara detak jantung kedua nya berdebar-debar saling bersahutan, dan tiba-tiba
cup
"sayang, aku menginginkan mu seutuhnya,"bisik Leon Dengan suara serak, ia sedang menahan ha*srat nya.
Chaterine tidak segera menjawab perkataan dari Leon, dia hanya bisa menunduk kan kepala nya dan tidak berani melihat mata Leon cukup lama lagi.justru diam nya Chaterine di anggap nya sebagai jawaban nya.
Leon tersenyum kecil melihat wajah sang istri yang merah seperti tomat, kemudian ia meraih dagu Chaterine agar menghadap nya.
"sayang.. aku tidak bisa menahan diri ku lagi"seru Leon dengan nafas yang terengah-engah, Chaterine yang mendengar perkataan dari Leon, memberanikan dirinya sendiri untuk menyentuh wajah suaminya saat ini dan kemudian ia mengalungkan tangannya ke leher leon sambil mencium bi*bi*r Leon dengan singkat.
Leon yang mendapatkan lampu hijau dari sang istri segera melancarkan aksinya yang sejak tadi ingin dia lakukan. kemudian membaringkan nya dan melepaskan lilitan handuk yang menutupi tubuh Chaterine. Leon yang sudah terbawa suasana itu kembali mencium bi*bi*r mu ngil Chaterine dengan ganas.
__ADS_1
ia mencium bi*bi*r Chaterine dengan ra*kus dan sangat menikmati nya, Chaterine yang juga terhanyut nikmat dunia itu mulai membalas satu persatu perlakuan Leon kepada nya, Leon melepaskan semua pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer saja.
Chaterine yang melihat nya kembali memalingkan wajahnya, Leon kembali meraih dagu Chaterine agar menghadap nya. Leon terus mencium dan menggigit semua apa yang ia bisa lakukan untuk menyalurkan hasrat nya, meninggalkan beberapa kiss Mark di tubuh Chaterine.
ternyata teori yang sempat ia pelajari dari internet tidak semudah mempraktekkan nya,
Leon benar-benar kesulitan dan tenaga nya hampir terkuras untuk itu, bahkan sudah beberapa kali ia mencobanya tetapi tetap saja tidak berhasil, hingga akhirnya kesabaran Leon habis dengan sedikit memaksa masuk kini Leon berhasil membobol segel milik Chaterine.
"ahh...... sakit." teriak Chaterine merasakan sakit di bagian ke*wa*ni*ta*an*nya, Chaterine mencengkram kuat sprei tersebut.
yang awalnya bermain dengan ritme pelan kini justru menjadi ritme cepat, hentakan demi hentakan yang di lakukan oleh Leon membuat Chaterine tidak berdaya di bawah Kungkungan nya.
di dalam ruangan itu penuh dengan de****n keduanya, sedangkan orang-orang yang berada di luar kamar mereka masih berusaha untuk mencuri dengar apa yang terjadi di dalam kamar,
sudah tiga jam lamanya Leon masih belum merasa puas dan sepertinya tidak berniat untuk menghentikan nya, sedang kan Chaterine sudah merasa lelah dan sangat lemas, bahkan tenaga nya sudah terkuras habis Karena kegiatan panas mereka.
entah berapa banyak gaya yang Leon praktek kan, ia sendiri tidak tahu dari mana Leon mengetahui banyak gaya untuk melakukan hubungan in tim mereka saat ini, tapi tidak dapat di pungkiri jika Leon membuatnya melayang entah kemana.perasaan yang belum pernah ia rasakan ataupun ia lakukan, kini ia dapat merasakan nya sendiri dari sentuhan lembut dari Leon.
Leon men cium bi*bi*r dan pipi Chaterine, kemudian ia membaringkan tubuhnya di samping tubuh sang istri, Leon menatap lekat wajah Chaterine yang masih mengatur nafas nya.
mungkin malam ini Chaterine belum merasa sakit tapi entah pagi hari nya, tapi yang jelas ia sangat kelelahan melakukan kegiatan panas mereka, ia menatap wajah Leon yang seperti nya sama sekali tidak lelah.
"terima kasih untuk malam ini sayang, ini pengalaman pertama untuk ku yang luar biasa dan tentunya ini juga yang pertama untuk mu."ujar nya, Chaterine hanya tersenyum simpul mendengar perkataan dari Leon, Leon menarik Chaterine kedalam pelukannya dan mencium kepala nya beberapa kali, dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh mereka yang tanpa menggunakan sehelai benang pun.
"tidur lah sayang" perintah nya, dan Chaterine menganggukkan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya sambil memeluk erat tubuh sang suami.
tidak butuh waktu lama mereka tertidur pulas dan pergi ke alam mimpi mereka masing-masing.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
pagi harinya
disaat semua orang sudah terbangun dan berkumpul bersama di ruang makan tetapi berbeda dengan pasangan yang baru menikah, kini justru mereka masih terlelap tidur dengan nyenyak dan posisi yang masih sama, bahkan Chaterine sangat nyaman tidur di pelukan sang suami begitu pula dengan suami nya. yang biasanya bangun sangat pagi, kini justru ia terbangun kesiangan.
di meja makan mereka semua tidak menunggu pasangan baru itu untuk turun sarapan pagi bersama dengan mereka, dan tentu saja mereka tahu apa yang sedang mereka lakukan tadi malam, bukan karena mereka mencuri dengar nya tapi kedua orang tua mereka yang memberi tahu nya. sebenarnya tanpa di beri tahu mereka juga tahu apa yang sedang di lakukan dua sejoli itu di dalam kamar mereka.
sesekali Erick melihat ke arah atas, walaupun ia sudah mengikhlaskan melepaskan Chaterine untuk Leon tetapi perasaan tidak bisa di bohongi jika dirinya masih mencintai nya sampai sekarang. Hans yang melihat arah pandang Erick berbisik kepada nya.
"apa kamu masih mengharapkan nya Erick? ayolah kita ini saudara dan tidak seharusnya kamu masih memendam rasa cinta mu kepada istri Leon saat ini, kamu tahu sendiri kan Leon tidak mungkin melepaskan Chaterine sampai kapan pun. jadi berhentilah mengharapkan nya, aku tidak ingin persaudaraan kita menjadi hancur karena satu perempuan itu." bisik Hans, Alvin yang tidak sengaja mendengar perkataan dari Hans merasa tersinggung oleh omongan nya barusan,
__ADS_1
"jangan berbicara yang tidak-tidak Hans, jika Leon mendengar nya kamu tahu apa yang akan di lakukan oleh nya kepada mu, begitu juga dengan ku."jawab Alvin dengan dingin, kini Alvin dan Hans saling pandang satu sama lain. apa mungkin Alvin juga jatuh cinta kepada Chaterine saat ini.
"aku tidak punya perasaan apapun terhadap Chaterine, dia sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri " timpalnya saat menyadari tatapan kedua sahabatnya, kemudian ia kembali duduk dengan tenang.