
hampir satu jam lamanya Chaterine di dapur tapi tidak ada yang berani masuk saat mendengar suara keras dari dapur.
setelah selesai memasak Chaterine menata nya di ruang makan dengan perasaan yang masih kesal, karena waktu sudah siang, kini mereka makan siang bersama dan bahkan saat makan pun Chaterine masih terlihat kesal. sedangkan keluarga nya hanya saling lempar tatapan mata mereka.
setelah selesai makan mereka mengobrol kembali, apa lagi mengingat leon dan Chaterine akan pergi berbulan madu membuat mereka menghabiskan waktu lebih lama bersama dengan mereka berdua.
Ayumi menjadi bingung sendiri dibuatnya, dia berusaha keras untuk membujuk Chaterine agar tidak marah lagi seperti sekarang ini.
"aku pulang dulu."ujar Ayumi dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Chaterine, Ayumi kembali duduk di samping Chaterine.
"kamu tinggal disini masih lama kan?"tanya Chaterine sambil memeluk Ayumi,
"hmm dua Minggu lagi aku harus kembali, aku bekerja disini hanya menggantikan teman saja."jawab Ayumi
"hmm kamu pulang sekarang?"tanya Chaterine kembali.
"iya, aku harus memeriksa tugas anak-anak."
"ya sudah, setelah ini aku juga harus pergi."
"hati-hati dan jangan lupa bawa dia untuk bertemu dengan papa dan mama." ujar Ayumi dan mengingatkan kepada Chaterine, Chaterine terdiam sejenak sebelum menjawab perkataan dari Ayumi.
"kalau ingat."jawab Chaterine dengan asal, Ayumi yang mendengar nya langsung memukul kepala Chaterine dengan buku yang kebetulan berada di depan nya itu.
"harus ingat, aku pulang dulu."ujar Ayumi dengan berdiri dan menghindari tatapan mata Chaterine itu.
"uncle, aunty, Ayumi pulang dulu dan terima kasih atas makan siang nya." pamit Ayumi dengan membungkukkan tubuhnya.
"seharusnya bilang makasih nya kepada ku."ujar Chaterine dengan cemberut, Ayumi berpura-pura tidak mendengarkan nya.
"apa kamu tidak mau tinggal bersama dengan uncle saja Ayumi?"tanya Dady Axel
"tidak uncle, Ayumi tidak ingin merepotkan orang lain.lain kali Ayumi akan menginap di rumah uncle,"jawab Ayumi, setelah selesai berpamitan dengan keluarga besar Chaterine dengan suami nya. Ayumi berjalan keluar tanpa Chaterine.
__ADS_1
Chaterine yang sedari tadi hanya diam saja kini berlari menuju Ayumi yang belum jauh dan memeluknya, Chaterine mengantarkan Ayumi sampai di depan mobil dan baru masuk kembali setelah mobil Ayumi tidak terlihat lagi.
Chaterine kembali duduk bersama dengan keluarga nya dan yang lainnya, ia memfokuskan diri nya pada ponsel miliknya. Leon mendekatkan wajahnya untuk melihat siapa yang sudah mengirimkan pesan kepada Chaterine, sehingga istri kecilnya itu sangat fokus dan terlihat serius.
Chaterine menaruh ponselnya kembali setelah selesai mengirim pesan, Leon yang ingin tahu pun tidak bisa melihatnya dengan siapa istrinya membalas pesan.
"sayang, itu apa isinya?"tanya Yura yang melihat paper bag besar di samping Chaterine.
"tidak tahu kak, ini dari Ayumi."jawab Chaterine tetapi ia ambil untuk membuka nya dan melihat isi di dalam paper bag tersebut.
Chaterine membuka nya dengan sangat hati-hati dan mengambil satu persatu dari dalam paper bag tersebut, ia tersenyum kecil saat melihat apa yang di berikan oleh Ayumi untuk nya.
"isi nya pakaian semua sayang,?"tanya mourent
"tidak kak di dalam nya masih ada sepatu dan tas."jawab Chaterine sambil memasukkan kembali pakaian itu, dan membawanya naik ke atas. ia juga harus menyiapkan pakaian untuk Leon dan juga dirinya sendiri untuk pergi honeymoon nanti.
saat ingin mengambil pakaian nya, Leon datang untuk membantu nya menyiapkan segala nya.
"jangan memeluk ku, ini tidak akan selesai nanti."ujar Chaterine, bukan nya menjauh justru Leon semakin mempererat pelukannya.
"Leon nanti kita bisa telat!"seru Chaterine yang berusaha untuk bangun, entah mengapa tenaganya tidak bisa dia gunakan saat berhadapan dengan leon maupun keluarga. seakan-akan ia tidak memiliki tenaga sama sekali.
"jangan memanggilku dengan nama, atau aku tidak akan melepaskan mu."ujar Leon yang semakin mempererat pelukannya.
"lalu aku harus memanggil mu apa?"tanya Chaterine yang akhirnya
untuk melepaskan diri dari pelukan nya Leon.
"terserah, tapi jangan panggil aku dengan nama saja."jawab nya, Chaterine mencoba untuk mencari nama panggilan untuk Leon tetapi justru dia yang merasa malu saat membayangkan dirinya memanggil Leon seperti itu.
"eumm honey, baby, sayang, bunny, cinta, my love, swety, atau apa?" tanya Chaterine dengan wajah polosnya menatap wajah Leon yang sedang memerah karena panggilan nya.
"terserah kamu saja sayang, asal jangan nama."jawab Leon, Chaterine yang melihat wajah Leon memerah terkekeh geli. dia juga yang memintanya tapi juga malu saat mendengar nya secara langsung.
__ADS_1
"eummm bunny."ujar Chaterine, Leon hanya tersenyum kecil mendengar nya. sekian banyaknya panggilan sayang justru istrinya memanggil dengan bunny.
"ayo sayang, kita harus segera menyelesaikan nya."ujar Leon yang sudah bangun, Chaterine mengangguk kan kepalanya.
"tidak perlu bawa pakaian banyak sayang, nanti kita membeli nya di sana."timpal.
"memang nya kita mau pergi ke mana Leon?" tanya Chaterine, sedangkan Leon yang mendengar namanya di panggil kembali oleh sang istri seketika menoleh ke arah nya.
"panggil apa tadi?" tanya Leon sambil bersedekap tangan.
"maaf bunny, aku lupa."jawab Chaterine dengan cengengesan, bagaimana mungkin dia akan memanggil nya seperti itu di hadapan keluarga mereka nanti.
Leon kembali tersenyum lebar, setelah selesai bersiap mereka segera turun dan menemui keluarga mereka. tidak hanya mereka yang pergi tetapi Alvin juga ikut pergi karena permintaan langsung dari Chaterine.
tanpa sepengetahuan dari keluarganya, Chaterine juga meminta Zee untuk menemaninya pergi untuk berjaga-jaga saja, jika soal perusahaan di sana masih banyak orang kepercayaan nya yang lainnya.
"kenapa kamu juga ada di sini?" tanya Julio kepada Zee,
"aku yang meminta Zee untuk datang kak, Chaterine mau Zee juga ikut pergi."jawab Chaterine yang baru datang, dan langsung menghampiri Zee. Leon yang mendengar nya menatap tidak percaya ke arah istrinya.
"lepas topeng kamu Zee dan pakailah ini."ujar Chaterine sambil menyerahkan topi dan masker untuk zee. Zee melepaskan topeng nya dan memakai topi dan masker yang di berikan oleh Chaterine.
Dion yang melihat angel terus memperhatikan wajah Zee menjadi sangat kesal, bisa-bisanya tunangannya mengagumi Zee secara terang-terangan di depan nya.
"jangan menatap Zee ku seperti itu angel, atau aku benar-benar akan mengeluarkan bola mata mu itu."ujar Chaterine dengan kesal, tidak hanya Dion yang cemburu tetapi Leon juga merasakan hal yang sama saat Chaterine memanggil nama Zee.
"ck, kamu itu sudah punya suami, sadar dong."ujar angel dengan kesal, niat hati ingin mencuci mata melihat pria seperti Zee, justru dia mendapatkan ancaman dari sepupunya.
"kenapa memangnya? berani menggoda Zee, aku pukul kamu."ujar Chaterine dengan ketus,
Zee menahan tawanya, tidak hanya pada dirinya saja Chaterine bersikap seperti ini tetapi juga pada bodyguard nya yang lainnya juga.
"kalau Zee mau tidak masalah untuk ku."ujar angel dengan asal-asalan dan membuat Chaterine semakin geram dan melemparkan bantal kecil itu tepat di wajah angel.
__ADS_1
"mau mendekati Zee, harus mendapatkan izin dari ku dulu. lagi pula Zee juga sudah punya istri dan tidak mungkin lagi dia tertarik dengan mu!"seru Chaterine, jawaban dari Chaterine membuat angel membuka matanya lebar-lebar, sedangkan Dion merasa lega saat mendengar nya.