ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 184 bonus


__ADS_3

"bagaimana dengan uncle, apa mereka sudah tahu?"tanya Angel dengan antusias.


"Dady, mommy, kakak, kakak ipar, papa, mama, uncle, aunty. mereka semua sudah tahu, sebelum aku kira datang kesini tadi aku sempat menelepon mereka dan memberitahukan ini kepada mereka semua."jawab Chaterine dengan tersenyum kecil.


saat asyik mengobrol Chaterine di kejutkan dengan panggilan telepon dari seseorang.


Chaterine mengangkat telepon dan mengaktifkan pengeras suara.


"florist, kamu hamil lagi."ujar seseorang di sebrang telepon dengan nafas ngos-ngosan, entah apa yang membuat nya seperti itu.


"kak Matius tahu dari mana?"


"ck, setiap kamu hamil kenapa harus kami yang tersiksa, kenapa tidak ke Dady mereka saja."ujar Matius dengan kesal, bahkan Markus sudah tidak bisa berbicara karena tenaga nya sudah habis di kuras untuk bolak-balik ke dalam kamar mandi.


"hahaha.... pantas saja aku tidak mengalami morning sicknes ternyata kalian yang merasakan nya." ujar Chaterine dengan tertawa terbahak-bahak, saat hamil pertama nya mereka juga merasakan nya dan entah mengapa Mereka kembali merasakan.


"hahaha... nikmati saja kak, hitung-hitung sebagai tanda maaf kalian, bye...."timpalnya dan segera mematikan panggilan telepon nya sebelum terkena amukan dari kedua singa itu.


"kenapa bisa mereka yang merasakan nya? bukankah seharusnya Leon yang merasakan nya."ujar angel dengan penasaran, Chaterine mengedikkan bahu nya. sebenarnya bukan hanya Markus dan Matius yang merasakannya tetapi Dady dan keempat kakak nya juga merasakan hal yang sama.


"tidak tahu, aku hamil yang pertama juga seperti itu mereka, bahkan para dokter juga heran mendengar nya."ujar Chaterine Sambil tersenyum kecil dan kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahu sang suami tempat yang paling membuat nya merasa nyaman.


"oh iya bunny, anak-anak minta di jemput nanti."timpalnya yang baru ingat dengan perkataan putranya tadi pagi sebelum mereka sarapan bersama.


"baiklah, nanti kita jemput bersama."ujar Leon dengan mengusap pipi chubby sang istri.


"ck, ni anak malah tidur lagi."ujar angel dengan kesal saat melihat sepupunya yang asyik tidur di dalam pelukan nya Leon.


"bangun Chaterine."teriak angel.


"angel, diam."ujar Leon.


Chaterine terbangun dengan nafas ngos-ngosan entah apa yang ia mimpi kan sehingga membuat nya seperti itu.


"apa kamu baik-baik saja sayang?"tanya Leon dengan khawatir saat melihat Chaterine bercucuran keringat dingin.


"tidak bunny."jawab Chaterine terduduk lemas, penglihatan nya kali ini benar-benar membuat nya takut kembali.

__ADS_1


"ada apa sayang?"


"bisakah kamu tidak pergi kemana-mana lagi bunny, aku tidak mau kehilangan mu."jawab Chaterine dengan lirih, Leon dan Alvin saling pandang satu sama lain nya.


"aku tidak akan pergi kemanapun sayang, percayalah."ujar Leon dan membawa sang istri ke dalam pelukannya sambil mengusap pelan kepala Chaterine.


"aku takut bunny."


"tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja."ujar Leon masih berusaha untuk menenangkan pikiran sang istri, mungkin yang di lihat oleh istri nya ada sangkutan nya dengan perjalanan bisnis mereka ke jepang beberapa hari lagi.


"ayo kita kembali ke dalam ruangan ku sayang, di sini banyak orang jika kita ingin melanjutkannya lagi."ujar Leon dan langsung mendapatkan hadiah cubitan dari sang istri.


"bercanda terus."keluh Chaterine dengan manyun.


"kamu sangat manis sayang."ujar leon sambil mencium pipi Chaterine.


"ck,ayo pergi."ujar angel dengan menarik tangan Chaterine, jika tidak di pisahkan entah apa lagi yang mereka lakukan di depan umum.


Chaterine mengikuti saja kemauan dari angel dan berjalan di belakang nya, mereka masuk ke dalam ruangan kerja Leon begitu saja.


dan tidak berselang lama kaum pria juga sudah datang kesana, untuk mengindari keromantisan Leon dengan Chaterine, angel harus memisahkan mereka berdua.


sesekali Leon melirik ke arah Chaterine untuk memastikan jika sang istri baik-baik saja, Chaterine yang sudah bosan merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya dan tak lama setelah nya ia terlelap dalam tidur.


Leon melihat ke arah jam tangan nya dan sudah saat nya untuk menjemput kelima putranya, Leon berjalan menuju Chaterine yang berada di sofa yang tengah tertidur pulas.


"Sayang..."panggil Leon sambil mengusap kepala Chaterine dengan lembut, Chaterine menggercapkan kedua matanya dan tersenyum manis saat melihat Leon berada di depan nya.


"ayo bangun sayang, sudah saat nya kita menjemput anak-anak."


"iya,"jawab Chaterine yang sudah duduk, Leon merapikan rambut Chaterine yang sedikit berantakan dan menggandeng tangan sang istri.


setelah sampai di depan, Leon meminta Chaterine untuk tetap di sana sedang kan dirinya harus mengambil mobil miliknya.


tin tin tin


Chaterine masuk ke dalam mobil, dan Leon menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan hati-hati, ia tidak ingin membuat calon anak nya kenapa-napa.

__ADS_1


setelah sampai mereka keluar dari dalam mobil dan mereka menunggu bersama dengan orang tua yang lainnya.


"mommy, Dady"panggil anak-anak yang berlari ke arah mereka dengan tersenyum bahagia.


"hati-hati boy, kalian bisa membuat mommy kalian jatuh nanti."ujar leon melihat kelima putranya berlari dan memeluk Chaterine.


"UPS, sorry Dady, mom. kami lupa."ujar mereka serentak dan melepaskan pelukannya dengan hati-hati.


"ayo pulang sayang."ujar Chaterine dengan lembut.


"ayo mom, tapi nanti beli makanan dulu ya kamu lapar mom."keluh Luke, Chaterine mengangguk kan kepalanya dan tersenyum kecil mendengar nya.


saat di dalam perjalanan menuju pulang mereka tidak henti-hentinya tertawa.


.


.


.


.


.


.


Malam harinya Chaterine terlihat kesal, Leon yang melihat nya tersenyum kecil. akhir-akhir ini sikap istrinya banyak berubah mungkin karena hormon kehamilan nya.


"ada apa sayang?"tanya Leon dengan lembut sambil berjongkok di depan sang istri.


"bunny, aku mau makan salad buah tapi aku mau nya kak Erick dan kak Zack yang membuatnya." jawab Chaterine dengan cemberut, Leon yang mendengar nya menatap tajam ke arah sang istri.


"kenapa harus dengan mereka? biar aku saja ya."


"tidak mau bunny, aku mau nya sama mereka."kekeh Chaterine, Leon yang melihat wajah sedih sang istri tidak tega melihatnya.


"baiklah, aku akan meminta mereka membuat kan untuk mu."ujar Leon terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulut Leon.

__ADS_1


"terima kasih bunny, aku mencintaimu."ujar Chaterine Sambil mencium pipi Leon.


Leon mengusap kepala Chaterine dengan kasih sayang dan berjalan keluar untuk menghubungi kedua sahabatnya sekaligus sepupunya untuk meminta bantuan mereka.


__ADS_2