
"tetua Xia, apa benar mereka keluarga nona Xia? bagaimana bisa kalian membiarkan nya datang ke acara seperti ini?"tanya nyonya Xia, bahkan para tamu yang datang terdiam mendengar perkataan dari Chaterine yang cukup berani kepada kedua tetua keluarga.
"kenapa keluarga mommy ku tidak boleh datang? ingat kakek tua, mommy datang ke sini karena kalian dan jangan sampai negara ini hancur karena kalian semua. seharusnya kalian semua sudah paham bagaimana sikap mommy ku selama ini."ujar Lucas, nyonya mo yang melihat anak laki-laki di depan nya itu tersenyum lebar. sepertinya anak laki-laki di depan nya bukan lah sembarangan.
"ayo pergi boy?"seru Markus yang mencoba menjauhkan keponakan nya dari keluarga mo.
"baik uncle."jawab mereka bersamaan, sedangkan Chaterine yang sudah berada di luar masih saja marah dan sesekali menendang ban mobil yang tidak bersalah itu untuk melampiaskan kemarahannya.
"florist, bagaimana bisa kamu melupakan keberadaan kelima iblis cilik ini?"tanya Markus dengan menggendong kelima keponakan nya itu. keluarga Chaterine yang melihat Markus sangat marah dan masih memiliki dendam kepada nya.
"ah, maaf kak, aku sampai lupa dengan mereka tadi."
"lain kali lebih di perhatikan lagi."
"baik kak Markus, eumm di mana kak Matius apa dia sudah pulang terlebih dahulu?"
"dia masih ada di sini dan sepertinya dia sedang tidak ingin keluar untuk sekarang."jawab Markus sambil menurunkan kelima keponakan nya.
"anak-anak kalian semua di sini terlebih dahulu, mommy ingin menemui uncle Matius kalian."
"baik mom."
"ayo kak Markus, ada yang ingin aku sampaikan kepada kakak dan juga kak Matius."ujar Chaterine dengan menarik tangan Markus untuk mengikuti nya.
mereka berjalan menuju pepohonan yang cukup lebat dan ternyata mereka sudah di tunggu oleh Matius.
"kenapa kak Matius tidak keluar?"
"kamu sudah bertemu dengan mereka,"jawab Matius dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut dan kasih sayang.
"pulang lah sayang, tempat mu bersama dengan mereka bukan dengan kami."timpal nya walau berat harus melepaskan kepergian Chaterine sang adik.
"kenapa tidak ikut pulang saja kak, mommy sama dady akan senang melihat kak Matius?"
"mereka hanya mengetahui kamu sebagai putrinya, jika mereka melihat ku mereka akan merasa sedih nantinya."
__ADS_1
""apa kak Matius membenci mereka?"
"tidak sayang, kakak tidak pernah membenci mereka, ini adalah takdir kita yang harus tinggal berpisah dari lahir."
"setidaknya biarkan kakak ipar melihat orang tua kandung kakak!"seru Chaterine sambil melihat ke arah kakak iparnya, Matius menatap wajah sang istri yang tengah menghindari tatapan matanya.
"baiklah, ayo pergi."ujar Matius yang akhirnya mengalah, Chaterine tersenyum lebar mendengar nya.
"sudah selesai?"tanya Markus yang baru saja datang bersama dengan sang istri dan Putri nya.
"ayo, kita harus segera pulang setelah ini." ujar Matius, mereka kembali berjalan menuju ke arah keluarga Chaterine, perasaannya benar-benar gelisah saat ingin bertemu dengan keluarga kandungnya yang selama ini ia rindukan.
Axel yang melihat seseorang yang sedang berjalan di samping kanan Chaterine terdiam, melihat seseorang yang mirip dengan Chaterine dan sudah bisa di tebak pria itu siapa.
"Dady, perkenalkan dia kak Matius dan istrinya Michella, mereka yang sudah merawat ku selama ini."ujar Chaterine, Axel masih tetap menatap pria yang berada di depan nya dengan perasaan yang sulit untuk di jelaskan.sedangkan mommy Jovinka sudah lebih dulu memeluk Matius.
"kamu sudah besar sayang, maaf kan mommy dan kami semua karena tidak mencari keberadaan mu."ujar mommy Jovinka, Chaterine tersenyum kecil melihat tatapan mata dari Matius.
"sorry kak, mereka sebenarnya sudah tahu semua nya setelah aku jatuh dari jurang waktu itu."ujar Chaterine dengan cengengesan, Matius menghampiri sang adik dan memberikan nya pelajaran.
"aku akan membunuhmu florist."teriak Matius yang mengejar saudara kembar nya.
"haha.... florist lari lebih cepat lagi jangan sampai kamu berhasil di tangkap oleh nya."teriak Markus, Nile yang baru sampai segera menghampiri Markus dan memukulnya.
bugh bugh
"kenapa kamu bisa ada disini?"tanya Nile dengan marah, Markus hanya diam mendapatkan pukulan dari Nile. Chaterine yang melihatnya segera berlari ke arah Markus.
Nile menarikan kerah kemeja Markus dan ingin memukul nya lagi tetapi Chaterine menahan tangan Nile dengan cepat.
"jangan memukul nya, kak Markus are you okay."
"aku baik-baik saja florist tidak perlu khawatir."
"papi...."panggil seseorang anak perempuan yang baru saja datang dan langsung memeluk Markus di depan mereka semua, mereka menatap wajah Chaterine dengan tanda tanya.
__ADS_1
"haiss.. baru di tinggal aunty sebentar saja sepertinya keponakan aunty yang cantik ini sudah melupakan aunty. aunty menjadi jadinya."
"aku tidak lupa dengan aunty, aunty yang lupa sama aku bahkan aunty tidak pernah menelepon ku setelah pergi."ujar nya, Chaterine menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal.
"sayang, ayo turun, kasihan papi harus menggendong mu lagi."
"no mami, aku mau sama papi saja."
"tidak masalah, biarkan saja."
"florist, kita harus berpisah di sini!"seru Matius, mereka benar-benar harus pergi sekarang ini.
"ayolah kak, apa tidak bisa tinggal dulu di sini?"
"tidak bisa florist, jika sampai ada yang mengetahui kepergian ku mereka akan melakukan sesuatu untuk tempat tinggal ku saat ini."
"baiklah aku tidak akan memaksa mu lagi, aku akan merindukanmu kak."ujar Chaterine sambil memeluk tubuh Matius, dan beralih pada kakak iparnya dan melakukan hal yang sama.
"apa kakak ipar tidak mau tinggal bersama dengan ku saja?"
"boleh."jawab Michella dengan cepat, Matius menarik tangan sang istri agar menjauh dari sang adik atau mereka benar-benar tidak bisa di pisahkan.
"jangan macam-macam, dia akan ikut aku pulang."ujar Matius dengan menatap tajam ke arah Chaterine dan istrinya nya secara bergantian.
"lain kali pulang lah ke sana, kami semua akan kesepian tanpa mu dan juga ke lima iblis kecil kami."ujar Markus, Chaterine tersenyum kecil mendengar nya dan melirik ke arah putranya yang tengah menatap tajam ke arah Markus.
"setidaknya tidur kita akan nyenyak Markus, ingat mereka biang rusuh di rumah kita."timpal Matius.
"apa uncle mau mencoba racun yang baru aku buat?"tanya Lucas dengan kesal, jika tidak ada sang mommy mungkin mereka akan membalas dendam pada uncle nya saat ini juga.
"racun itu lebih ringan kak, lebih baik ikat dengan bom dan buang ke kandang moushi."timpal levon tak kalah ketusnya. Markus menjajarkan tinggi nya dengan kelima keponakan nya.
"kalian anak laki-laki harus bisa menjaga mommy kalian, selama uncle Matius dan uncle Markus tidak bersama dengan kalian maka tanggung jawab keselamatan mommy ada di tangan kalian. ingat sayang, apapun yang terjadi tetap lah bersama dan saling melindungi satu sama lain."
"baik uncle Markus kami akan ingat pesan uncle, jaga kesehatan uncle. kami tahu saat mommy tidak ada di dekat uncle akan sangat susah untuk makan dan juga tidak bisa tidur dengan nyenyak tetapi percayalah uncle kami akan menjaga mommy dengan sangat baik." ujar Lucas, Markus menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"jaga diri kamu baik-baik sayang, akan akan merindukan mu."ujar Markus sambil memeluk tubuh Chaterine dengan erat.
"kalian juga.flo juga akan merindukan kakak."setelah berpamitan dengan Chaterine, mereka segera kembali.lucas memegang tangan sang mommy untuk menguatkan sang mommy agar tidak sedih melepaskan kepergian kedua uncle nya.