
setelah perdebatan kecil antara Chaterine dan angel, kini mereka berempat sudah berada di bandara internasional.
Leon menatap kesal ke arah Chaterine dan Zee yang sedari tadi sibuk Dengan sendirinya.
"anda mau kemana nona?" tanya Zee saat melihat Chaterine berdiri dari duduknya.
"mau beli minuman."jawab Chaterine dan segera pergi meninggalkan mereka bertiga.
"menjauh lah sedikit dari istri saya."ujar Leon, ia benar-benar tidak suka melihat istrinya berdekatan dengan pria lain selain dirinya sendiri.
"itu tidak bisa tuan, selain saya sekertaris nona, saya juga bodyguard bayangan nona. tugas saya untuk menjaga nona, anda baru melihat kedekatan antara kami berdua , Bagaimana jika anda melihat kedekatan antara nona dengan kelima bodyguard bayangan nona yang lain nya dan terlebih lagi kedekatan nona dengan ketiga asisten pribadi nya dan para tuan muda yang lainnya.
seharusnya anda sudah tahu soal ini, anda harus menyiapkan hati anda dengan lapang saat melihat nona sedang bersama dengan kami nantinya." ujar Zee, selain dirinya memang masih ada bodyguard bayangan Chaterine, dan juga asisten pribadi nya.
mereka semua akan selalu overprotektif kepada Chaterine. apalagi mereka sudah mengenal Chaterine lebih lama dari keluarga nya sendiri.
"nona adalah seseorang yang sangat berarti bagi kami semua, dulu kami tidak bisa menjaganya dengan baik sampai dia harus berada di sini tapi karena kami sudah kembali dan menemukan keberadaan nona, tentu saja kami tidak akan membiarkan nona terluka kembali."timpalnya, tanpa Zee sadari ada perkataan nya yang membuat Leon dan Alvin membuat mereka terkejut.
Chaterine yang sudah kembali dengan membawa tiga minuman memberikan nya terlebih dahulu kepada Leon, Alvin dan barulah Zee.
"kenapa cuma tiga sayang?"tanya Leon sambil menarik tangan Chaterine hingga membuat nya duduk di pangkuan nya Leon.
"aku sudah minum di tempatnya tadi, itu untuk kalian."jawab Chaterine, Zee tersenyum kecil melihat wajah nona nya saat ini. walaupun sebenarnya nona kecilnya sangatlah garang saat berhadapan dengan musuh nya tetapi sebenarnya dia juga pemalu dan terkadang sangat polos dalam beberapa hal.
"ayo masuk, sebentar lagi pesawat nya akan lepas landas."ujar Alvin, Leon menggenggam tangan Chaterine dan memasukkan tangan mereka berdua ke dalam saku jas milik Leon.
__ADS_1
tanpa mereka sadari jika Alvin sedari tadi mengambil beberapa gambar mereka berdua, Leon duduk di samping sang istri tentu nya, sedangkan Alvin duduk bersama dengan Zee.
walaupun mereka sedang di dalam pesawat tetapi Zee tidak mengurangi kewaspadaan nya sama sekali.
Leon tersenyum kecil saat melihat Chaterine tengah tertidur pulas sambil menyandarkan kepala di dada nya, dengan hati-hati Leon mengambil selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu.
butuh berapa jam perjalanan menuju ke negara Paris, saat Leon dan Chaterine sedang tidur tiba-tiba ada dua orang yang mendekati mereka berdua. Alvin dan Zee yang sedari tadi hanya menutup matanya saja, membuka matanya dan memperhatikan kedua orang yang sedang berdiri di samping Leon.
saat kedua orang misterius itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku baju mereka dan mengulurkan tangannya ke arah Leon dan Chaterine, dengan cepat Zee menahan tangan orang tersebut. begitu juga dengan Alvin yang menahan tangan orang satunya lagi.
Alvin maupun Zee dengan cepat membius mereka dengan sapu tangan di tangan orang misterius itu, dan membawa nya ke tempat duduk yang kosong. untung saja keadaan di dalam pesawat sedang sepi karena semua orang sedang tidur.
Zee membenarkan selimut Chaterine yang sedikit berantakan dan kembali ketempat duduk nya, orang-orang yang mengincar nyawa nona nya tidak akan dengan mudah melepaskan nya begitu saja.
walaupun orang yang sudah membunuh kakek Chaterine tertangkap tetapi dalang di balik itu semua belum juga tertangkap,
setelah sampai di Paris mereka semua pergi ke hotel tempat menginap mereka selama di sini, mereka hanya beberapa hari di Paris dan setelah itu mereka pergi lagi ke tempat yang lainnya.
dalam perjalanan Zee maupun Chaterine memasang waspada, karena sedari tadi seperti sedang ada yang mengikutinya.
setelah sampai di hotel mereka masuk ke dalam kamar masing-masing,Alvin berada di depan kamar Leon maupun Chaterine, sedangkan kamar berada di samping kamar Leon dan Alvin.
tanpa Chaterine ketahui, ia meminta beberapa anggota black wolf untuk mengisi kamar di samping nona nya untuk berjaga-jaga saja.
"aku sangat lelah!"seru Chaterine dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk, Leon menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istri kecilnya itu.
__ADS_1
"mandi dulu sayang, setelah itu baru bisa istirahat." perintah Leon, seperti anak kecil Chaterine mengikuti perkataan dari Leon dan mengambil handuk nya.
"setelah Chaterine masuk ke dalam kamar mandi, Leon mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Alvin.
"Vin, siapa mereka?" tanya Leon, sedari tadi mereka juga merasa ada yang tengah mengikuti mereka dari kejauhan.
"mereka mengincar Chaterine, saat di dalam pesawat tadi juga ada yang ingin melukai kalian berdua."jawab Alvin seraya memberitahu Leon tentang kejadian di dalam pesawat.
"lalu bagaimana dengan orang yang mengisi kamar di samping kita?"tentu saja Leon tahu karena saat dia masuk banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka dan bahkan saat ingin masuk ke dalam kamar pun banyak yang melihat nya dari kejauhan.
"sepertinya itu anak buah Chaterine." jawab Alvin
"lebih baik kita tetap berhati-hati saat di sini."ujar Leon, ia segera mematikan ponsel milik nya saat mendengar suara pintu kamar mandi sedang di buka dan terpampang lah Chaterine yang keluar dengan hanya balutan handuk saja.
Leon dengan susah payah menelan Saliva nya dengan kasar saat melihat pemandangan yang berada di depan nya.
Leon mengingat kembali saat dirinya dan Chaterine melakukan pasangan suami istri pertama kali dan itu membuat nya seketika bergairah, terlebih lagi melihat bentuk tubuh Chaterine saat ini membuat nya semakin bergairah saja.
Leon berjalan menuju ke arah Chaterine yang sedang mengambil pakaian gantinya. Leon memeluk erat tubuh Chaterine dari belakang sambil mencium leher dan punggung Chaterine yang terlihat.
"sayang aku menginginkan mu lagi."ujar Leon dengan suara serak dan semakin mempererat pelukannya, Chaterine hanya diam mendapatkan serangan dadakan dari Leon dan sepertinya ia harus mandi kembali nanti.
Leon membalikkan tubuh Chaterine agar menghadap nya dan menelusuri setiap inci wajah Chaterine dan berhenti tepat di bibir Chaterine, Leon men*ci*um bibir Chaterine dengan lembut dan tangan satunya berada di pinggang dan yang satunya lagi menahan tengkuk lehernya Chaterine agar memperdalam ciu*man nya.
Leon menuntun Chaterine ke arah meja rias di sana dan menyingkir kan semua benda yang berada di atas meja dan mengangkat tubuh Chaterine di atas meja rias tersebut.
__ADS_1
Leon melepaskan pakaian nya dan membuangnya asal, kemudian ia menarik handuk yang melilit di tubuh Chaterine dan melemparkan nya ke sembarang arah.
Leon menggendong Chaterine seperti koala dan membawa ke atas ranjang tanpa melepaskan ci*u*man mereka, Leon merebahkan tubuh Chaterine dengan hati-hati.