
"siapa kalian?" tanya Alvin tapi kini pandangan nya beralih ke arah Chaterine yang tengah menyantap makanan nya, Alvin menghentikan Chaterine untuk memakannya sedangkan kedua orang itu tersenyum lebar melihatnya, walau hanya sedikit yang di makan oleh Chaterine itu sudah cukup untuk membuatnya menderita.
"apa yang sedang kamu lakukan Chaterine, kenapa kamu malah memakannya?"tanya Alvin, Leon tak kalah paniknya. baru sebentar saja dia tidak memperhatikan sang istri justru itu membuat istrinya berulah.
"haha.... rencana kita untuk membunuh pewaris keluar banedict yang terakhir sudah berhasil walau kita harus mati di sini, setidaknya kita membawa pembawa masalah untuk kita di masa depan." ujar orang itu, Chaterine berdiri sambil membawa piring yang berisi makanan tersebut di hadapan ketiga orang itu.
"apakah makanan ini yang kamu maksud? tapi sayangnya racun yang kalian pergunakan untuk ku tidak akan berpengaruh terhadap ku."tanya Chaterine seraya memberitahu.
"itu tidak mungkin, racun itu adalah racun yang baru saja kami buat."teriak salah satu dari mereka bertiga dan kini giliran Chaterine yang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari musuhnya.
"bagaimana bisa, seharusnya racun itu bekerja setelah satu menit setelah dia memakannya tapi kenapa ia terlihat baik-baik saja?" tanya orang itu dengan tidak percaya
"karena aku memiliki penawar racun nya."jawab Chaterine dengan menunjukkan sebuah botol kecil yang berisi cairan penawar racun tersebut.
"haha... walaupun kami tidak berhasil membunuh mu, setidaknya kamu tahu kapan kamu akan tiada!"seru orang itu, dia sangat yakin jika Chaterine juga memiliki kelebihan seperti kedua orang yang sudah mereka bunuh.
tentu saja perkataan dari mereka membuat Leon terkejut, apa mungkin yang membuat istrinya banyak pikiran adalah ini.
"bagaimana mungkin Chaterine mengetahui kapan dirinya tiada?"batin mereka, Chaterine tersenyum kecil mendengar nya.
"kalian sudah terlalu berani untuk menentang ku, apa aku harus melepaskan kalian atau menguliti hidup-hidup kalian semua."ujar Chaterine dengan tersenyum Devils, senyuman yang jarang dia perlihatkan kepada semua orang.
"ck, apa mungkin kami takut dengan wanita lemah seperti mu hah."bentak salah satu dari mereka, Leon merasa geram mendengar perkataan dari mereka tetapi Chaterine menghalangi nya saat ingin memberikan pelajaran kepada ketiga penyusup itu.
"orang yang kalian anggap lemah justru dia yang akan membuat kalian semua sengsara." ujar Chaterine dengan santai, kemudian ia beralih menatap ke arah Leon yang tengah menahan emosi nya sejak tadi.
"bunny, tolong suruh anak buah mu untuk membuka pintu gerbang nya!"seru Chaterine dengan tersenyum lebar, sedangkan Leon bingung dengan permintaan dari sang istri, tetapi ia juga tidak bisa menolak keinginan istri kecilnya itu.
"apa kau ingin memanggil bala bantuan?"tanya salah satu dari mereka,
__ADS_1
"no, no...no, aku tidak akan memanggil bala bantuan tapi aku akan memanggil kesayangan ku untuk menghukum kalian bertiga di sini dan sekarang ini."jawab Chaterine dengan tersenyum Devils, setelah itu Chaterine menekan tombol kecil yang berada di anting-anting nya yang langsung terhubung dengan hewan-hewan peliharaan nya.
tidak butuh waktu lama Zoe, Moa dan lion datang, para anak buah lion yang melihat kedatangan hewan-hewan buas itu terkejut. bahkan tuan nya belum mengeluarkan peliharaan nya dan sudah datang binatang buas yang lainnya.
"Zoe, Moa, lion. mereka bertiga mainan baru untuk kalian dan perlakukan mereka dengan sangat baik."ujar Chaterine dengan bersedekap tangan dan tidak lupa dengan tersenyum Devils.
anak buah Leon menyingkir dan membiarkan mereka bertiga di bawa pergi oleh ketiga binatang lainnya.
"ternyata nona sama menakutkan seperti tuan muda."batin mereka yang bergidik ngeri melihat Chaterine, mereka pikir selama ini nona nya perempuan yang lemah dan ternyata mereka semua salah.
"dari mana kamu tahu jika di makanan kita ada racunnya?"tanya David dengan menatap tajam ke arah Chaterine, sedangkan Chaterine acuh saja dengan perkataan dari David.
"aku berbicara dengan mu!"seru David dengan nada tinggi.
"jangan pernah meninggikan suara mu di depan istri ku David."ujar Leon yang berdiri di depan sang istri.
"apa kalian sudah bisa diam sekarang? kenapa kalian selalu meributkan sesuatu hal yang kecil dan tidak bisakah kalian berhenti bertanya kepada ku, itu membuat ku pusing."
Chaterine menunjukkan bagaimana dia bisa mengetahui di dalam makanan itu ada sebuah racun nya, walau tanpa alat sebenarnya ia juga bisa mengetahui nya tetapi ia melakukan hal ini untuk mereka berhenti bertanya.
"lalu kenapa kamu memakannya sayang? apa kamu tahu, kamu membuatku khawatir tadi?"tanya Leon
"sebelum memakan nya aku sudah meminum obat penawarnya terlebih dahulu."jawab Chaterine dengan jujur.
"kalau begitu kita makan di luar saja dan sekaligus kita pergi ke sana."ujar Leon dan menarik tangan sang istri agar pergi ke dalam kamar mereka terlebih dahulu.
"apa kalian percaya dengan apa yang di katakan oleh Chaterine tadi?"tanya Erick, entah mengapa ia merasa jika Chaterine sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka tapi apa.
"tidak,"jawab mereka bersamaan,
__ADS_1
"lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Hans
"mencari tahu apa yang sedang di sembunyikan oleh Chaterine tetapi secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari Chaterine sendiri, aku juga penasaran dengan perkataan ketiga orang tadi."jawab Alvin,
"kenapa dia tiba-tiba ingin datang ke tempat seperti itu?"tanya David
"aku juga tidak tahu, sepertinya masih ada sebuah rahasia besar dibalik semua ini dan rahasia itu hanya di ketahui oleh kakek nya Chaterine.
"siapa pria tadi? kenapa Chaterine bertingkah seperti itu?"batin angel, angel berdiri saat melihat Chaterine kembali turun dengan wajah cemberut dan entah apa yang di lakukan oleh Leon sehingga membuat sepupunya seperti itu.
"ayo kita pergi!"seru Leon yang masih menggandeng tangan Chaterine, Chaterine hanya diam saja.
"kakek, semua rahasia yang kamu sembunyikan akan aku cari sampai dapat."batin Chaterine, dan kini mereka telah menaiki kapal untuk ke tempat tujuan mereka,.
di atas kapal Chaterine masih terdiam dan acuh dengan tatapan mata dari semua orang, ia menyibukkan dirinya sendiri untuk mencari lokasi Cruise saat ini.
setelah menempuh perjalanan satu jam lebih kini mereka telah sampai di sebuah pulau kecil yang ia maksud, mereka semua turun dari kapal dan berjalan menuju ke tempat villa itu berada.
Chaterine mengernyitkan keningnya saat menyadari lokasi Cruise tidak berpindah tempat selama setengah jam ini.
Chaterine berlari menuju ke tempat Cruise, dan ia melihat Cruise yang tengah berusaha untuk melepaskan jebakan itu.
"apa kak Cruise baik-baik saja?"tanya Chaterine, setelah membatu Cruise keluar dari jebakan tersebut.
"saya baik-baik saja nona, terima kasih sudah menolong saya."jawab Cruise dengan sopan, Chaterine melihat begitu banyak luka pada tubuh Cruise dan itu membuatnya menjadi yakin jika tempat ini tidak lah sesederhana itu.
"minumlah ini kak, ini akan mempercepat proses penyembuhan luka kakak."ujar Chaterine dengan memberikan sebuah obat untuk Cruise, Cruise segera meminum obat itu.
"nona, tolong berhati-hati lah di sini sangat berbahaya."ujar Cruise, Chaterine mengangguk kan kepala nya. Chaterine melihat sebuah tali ia segera tarik dan benar saja jebakan itu tersenyum di bawah dedaunan yang telah berguguran.
__ADS_1
Chaterine berlari cepat untuk menghindari tombak itu, dan begitu seterusnya.
"dari tempat kalian ke tempat ku sekarang ini seharusnya sudah tidak ada jebakan lagi."ujar Chaterine, Leon tersenyum miring mendengar nya, sepertinya istrinya masih marah kepada nya.