ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 159


__ADS_3

setelah kepergian Nile, mereka juga memutuskan untuk kembali. di dalam perjalanan Chaterine terus mengalihkan pandangannya agar tidak melihat ke arah David yang kebetulan duduk di depan nya saat ini.


setelah sampai Chaterine memilih pergi ke dalam kamar nya dari pada bergabung dengan mereka yang tengah duduk di ruang tamu.


"sayang."panggil Leon, tetapi yang ia lihat istrinya tengah berdiri di balkon kamar mereka.


"apa yang sedang kamu pikirkan sayang?"tanya Leon sambil memeluk tubuh Chaterine dari belakang.


"tidak ada, apa aku boleh ke rumah nya kak Hayden."


"tentu saja boleh sayang, apa kamu ingin pergi sekarang?"


"tidak, dua hari lagi saja."jawab Chaterine sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya,.


sedangkan angel mengirimkan pesan ke pada keluarga uncle nya dan memberitahukan bahwa Chaterine akan ke Jerman.


cukup lama mereka menunggu kedatangan pasangan itu tetapi tidak ada yang turun juga, terlebih lagi ini juga sudah waktunya makan siang.


.


.


.


.


.


.


"dimana Chaterine?" tanya Angel saat melihat Leon turun sendirian tanpa Chaterine.


"di dalam kamar, kata nya dia akan makan di dalam kamar saja." jawab Leon, David yang mendengar nya mengernyitkan keningnya, mungkin Chaterine sedang menghindari nya karena kejadian di restoran tadi.


Leon meminta salah satu pelayan untuk mengantarkan makanan dan minuman untuk Chaterine, setelah pulang entah mengapa Leon merasa jika istrinya sedikit berbeda dari biasanya.


setelah selesai makan mereka mengobrol tanpa kehadiran Chaterine, angel terus menatap ke atas dan berharap jika sepupunya akan turun ke bawah.


"angel, apa kamu memberitahu Dady tentang Chaterine memiliki saudara kembar?"tanya Leon


"tidak, jika sampai mereka tahu pasti mereka akan bersedih."jawab angel dengan ketus, Leon mengangguk kan kepalanya

__ADS_1


"tetapi aku memberitahu uncle jika kalian akan ke Jerman dan mereka semua akan datang ke Jerman untuk menghindari Markus."timpalnya


"itu lebih baik, jika mereka masih di sana aku takut nya Markus akan menjadikan mereka sandera untuk bertemu dengan Chaterine."ujar Leon yang setuju dengan keinginan keluarga besarnya untuk datang ke Jerman.


"ada apa dengan mu David?"tanya Hans saat melihat ekspresi wajah David yang berbeda dari sebelumnya.


"entahlah, kepala ku sangat pusing dan tubuhku sakit semua rasa nya."keluh David, Erick yang melihat ada luka di lengan David mengernyitkan keningnya dan terlebih lagi luka itu membiru.


"aku akan memanggil dokter." ujar Alvin, Leon memapah David ke kamarnya di bantu oleh Jack.


"bagaimana dengan dokter nya Vin?" tanya Erick yang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya,


"sebentar lagi akan sampai."jawab Alvin,


"sejak kapan kamu terluka?"tanya Erick, ia yakin jika lukanya David lah yang membuatnya menjadi seperti ini.


"sepertinya waktu di pulau itu."jawab David dengan nada lemah. tidak butuh waktu lama dokter datang dan langsung ke kamar David,


Chaterine yang melihat dokter yang tengah terburu-buru membuntuti nya dari belakang dan saat ingin masuk ia urungkan karena kamar itu kamarnya David.


"bagaimana dengan kondisi nya?"tanya Alvin kepada dokter.sebelum menjawabnya terdengar helaan nafas berat dari dokter pribadi mereka.


"dia terkena racun dan terlebih lagi racun ini belum ada yang tahu jenis nya tetapi ada satu orang yang tahu segala jenis racun itu."jawab dokter itu dengan pelan.


"soal nama aku tidak tahu,."


"apa kamu pernah melihat nya?"


"jika sekarang tidak pernah, aku terakhir melihatnya saat dia masih kecil."jawab dokter Reynald yang tak lain adalah sahabat mereka.


Leon yang seperti melihat Chaterine segera keluar dan benar saja jika istrinya sedang berdiri di luar, Leon membawa masuk Chaterine.


"ck, kenapa baru nongol?"tanya Angel kepada Chaterine, Reynald menatap wajah Chaterine tanpa berkedip sama sekali.


"jangan menatap istri ku seperti itu Reynald, atau aku akan mengeluarkan bola mata mu itu."ancam Leon sambil menatap tajam ke arah Reynald.


"dia istri mu?"tanya Reynald yang masih tidak percaya.


"iya." jawab Leon dengan singkat, setelah mendekat ke arah David barulah Chaterine melihat ada luka di lengan David yang sudah membiru.


dengan cepat Chaterine mengambil dasi di dekat Davin dan mengikatnya di lengan David, mereka semua terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Chaterine, begitu juga dengan David.

__ADS_1


"kenapa kamu ikat sayang?"tanya Leon Sambil mendekat ke arah Chaterine dan memeluknya dari belakang.


"jika tidak di ikat racun nya akan lebih cepat menyebar di dalam tubuh nya kak David."jawab Chaterine yang kembali fokus pada luka di lengan David, dan segera menelepon seseorang.


"hallo kak Cruise, tolong ambilkan peralatan medis ku dan juga bawa setiap penawar racun ke sini, aku membutuhkan nya sekarang."ujar Chaterine to the poin setelah panggilan telepon nya terangkat.


"baik nona."jawab Cruise dan segera mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan oleh Chaterine.


"luka ini tidak bisa sembarang di tindaki!"seru Reynald,


"aku tahu."


"apa kamu seorang dokter?" tanya Reynald kembali, jika tidak mungkin nyawa David yang akan menjadi taruhannya.


"iya tapi aku tidak bekerja di rumah sakit. aku lebih suka menekuni di bidang bisnis."jawab Chaterine, angel yang baru mengingat nya tersenyum kecil.


"angel, tolong bantu aku ambil kan air panas dan juga air dingin."pinta Chaterine tanpa menoleh sedikitpun ke arah sepupunya.


"tangan ku cuma dua."jawab angel dengan kesal.


"minta bantuan sama kak Dion kan bisa."ujar Chaterine, tanpa berbicara lagi angel pergi sambil menarik tangan Dion.


"jangan tidur kak David, kak David bisa langsung ke alam lain nanti jika tidur."ujar Chaterine, sedangkan David terkekeh kecil mendengar perkataan dari Chaterine.


"ada apa bunny?"tanya Chaterine


"eumm anak buah mu sudah sampai." jawab Leon, Chaterine mengangguk kan kepalanya, Dion dan angel sudah kembali dan membawa yang di ingin kan oleh Chaterine dan tidak butuh waktu lama Cruise juga datang dengan wajah paniknya.


"nona, apa anda baik-baik saja?"tanya Cruise dengan nafas ngos-ngosan, Chaterine menggelengkan kepalanya saat melihat tampilan Cruise saat ini, sungguh berantakan dan tidak mirip seperti seorang asisten pribadi.


"aku baik-baik saja kak Cruise, tapi sepertinya kakak yang tidak baik-baik saja saat ini."jawab Chaterine sambil menunjuk ke arah Cruise.


"maaf nona, saya pikir anda sedang terluka jadi saya terburu-buru untuk datang ke sini."ujar Cruise yang baru menyadari penampilan nya sendiri.


"hmm lain kali perhatikan penampilan kakak, ini seperti bukan kakak saja tapi lebih mirip dengan seseorang yang terkena terpaan angin badai." ujar Chaterine sambil cekikikan, orang yang biasanya rapi sekarang berdiri di depan nya dengan penampilan yang berbeda sungguh membuatnya ingin tertawa.


"lalu kenapa anda meminta saya untuk mengambil penawar racun nona?"tanya Cruise dengan merapikan penampilan nya.


"untuk kak David."jawab Chaterine sambil memastikan jenis penawar racun tersebut.


"nona, apa mungkin racun ini dari sana?"

__ADS_1


"itu benar."jawab Chaterine dengan memfokuskan diri nya pada luka David, Chaterine mengambil Sempel darah untuk mengetahui racun apa yang ada di diri David.


"kak Cruise tolong ambilkan penawar cx 16."pinta Chaterine, setelah itu Chaterine menyuntik kan penawar racun itu dengan hati-hati karena ia harus menyuntikkan nya tepat di lukanya.


__ADS_2