
"apa ada yang ingin anda tanyakan tuan?"tanya Zee, walau sebenarnya dia marah terhadap suami nona nya yang tidak menemani nya tadi tetapi ia tidak punya hak untuk menghukum nya.
"siapa yang sudah melakukan nya?"bukan nya menjawab justru Leon memberikan pertanyaan kepada Zee,,
"pria yang telah di jodohkan oleh tuan besar untuk nona kecil."jawab Zee dengan jujur.
"jika nona masih di sini mungkin dia akan kembali lagi untuk membawa nona pergi untuk selamanya, dan sepertinya dia belum tahu jika nona sudah menikah dengan anda dan ini kabar yang baik."
"apa maksud mu?"tanya Leon Dengan tatapan membunuh nya.
"seharusnya anda sudah tahu dari tuan besar Axel, jika pria itu terobsesi dengan nona. jika sampai dia mengetahui jika nona sudah menikah mungkin dia akan membunuh nona saat ini juga, karena dia tidak suka melihat nona bahagia dengan pria selain dirinya."jawab Zee, tetapi tiba-tiba ia menghentikan pembicaraan mereka saat mendengar ada suara langkah kaki dari luar kamar mereka saat ini.
lebih terkejut lagi saat Leon dan Alvin melihat Chaterine yang sudah bangun dengan ketakutan dan berhamburan memeluk Zee, Zee meminta Leon dan Alvin berhenti berbicara sebentar.
"nona"panggil Zee dengan pelan dan berusaha melepaskan pelukan Chaterine tetapi Chaterine menggelengkan kepalanya dengan cepat, bahkan nafas nya terdengar tak beraturan.
"di-di-dia di-di disini Zee, aku takut."ujar Chaterine, Zee yang mendengar perkataan dari Chaterine segera menghubungi anggota black wolf yang lainnya tetapi tidak tersambung.
"nona tunggu saja disini, biar saya yang melihatnya."ujar Zee, lagi-lagi Chaterine tidak mau melepaskan pelukannya, Zee menggendong Chaterine dan membawanya kepada Leon, Zee melepaskan pelukannya dengan perlahan dan melingkar kan tangan Chaterine pada leher leon.
Alvin berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh Zee, Alvin mengintip dari lubang kecil dan mendapati beberapa orang yang berpakaian serba hitam dengan memakai topi, tetapi pandangan mata Alvin tertuju pada lambang di jas yang mereka gunakan.
Zee juga melakukan hal sama, dan benar saja orang itu tepat berada di depan pintu kamar nona nya, untung saja sebelum sampai di hotel ia sempat meminta seseorang yang mirip dengan nona nya melakukan check-in di sini bersama seseorang yang mirip dengan nya juga.
saat sudah menjauh Zee merasa lega karena mereka tidak memaksa masuk ke dalam.
__ADS_1
"kita harus pindah dari sini tuan, sebelum semuanya terlambat."ujar Zee, Alvin kembali ke kamar nya untuk membereskan pakaian nya yang ia bawa, Leon mengangguk setuju dan terlebih lagi ini juga untuk keselamatan istrinya. Zee dengan berhati-hati keluar dari dalam kamar Chaterine dan Leon agar tidak di ketahui oleh orang-orang itu dan sebelum keluar Zee juga menyamar menjadi orang lain.
"sayang, kita pindah dari sini ya."ujar Leon yang masih memeluk Chaterine dengan erat, dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan istrinya jika sampai orang itu benar-benar berhasil membawa Chaterine pergi dari sisinya.
Chaterine mengangguk setuju dan bahkan ia tidak berani membuka matanya saat ini, Leon menggendong Chaterine dan mendudukkannya di atas ranjang mereka, Chaterine menggeleng kan kepalanya saat Leon ingin melepaskan pelukannya.
"tidak perlu takut sayang! ada aku disini, semua akan baik-baik saja."bisik Leon dan melepaskan pelan-pelan tangan sang istri, Chaterine duduk dengan tenang dan melihat Leon memasukkan baju mereka yang tadi mereka pakai.
saat mendengar suara derap langkah kaki Chaterine segera berdiri dan memeluk erat tubuh Leon, dengan sabar Leon mencoba untuk menenangkan sang istri.
"tenanglah sayang, jangan takut ada aku di sini."bisik Leon sambil mengusap kepala Chaterine dengan lembut.
"ayo bantu aku untuk membereskan nya."timpalnya, ia membalikkan tubuh Chaterine dan sambil memeluk sang istri ia memasukkan pakaian yang sempat ia keluarkan dari koper.
Alvin mengetuk pintu kamar Leon dan membuka pintu nya secara perlahan, cukup senang bagi nya melihat Chaterine yang sudah lebih baik dari yang tadi.
"Zee"panggil Chaterine,
"nona"
Chaterine baru menyadari jika wajah Zee ada beberapa luka memar, Chaterine berjalan mendekat dan meraih wajah Zee untuk memastikan apa yang ia lihat.
"apa sudah di obati Zee?"tanya Chaterine yang merasa bersalah kepada Zee.
"tidak perlu khawatir nona, luka ini tidak seberapa."jawab Zee,
__ADS_1
"lebih baik kita pergi sekarang."ujar Alvin dan di angguki mereka bertiga, sebelum pergi Zee merubah penampilan dirinya dan juga Chaterine, mereka selama ini memang ahli dalam menyamar. untung saja saat masuk ke dalam hotel ini tadi mereka berdua juga memakai topi dan masker jadi memudahkan mereka untuk tidak di kenali oleh orang lain.
Chaterine tertawa cekikikan saat melihat dandanan Zee yang mirip dengan kakek-kakek, sedangkan sang empu menatap kesal ke arah Chaterine.
"ayo sayang."ujar Leon dengan menggandeng tangan Chaterine, sedangkan koper mereka di bawakan oleh Zee.
Leon menghubungi salah satu anggota nya untuk menjemputnya di hotel tempat menginap mereka, Chaterine yang melihat orang-orang itu keluar kembali ketakutan., Leo. yang melihatnya menarik sang istri ke dalam pelukannya, Leon melirik ke arah orang-orang itu dengan tatapan membunuh nya.
setelah anggota Kings Telah tiba mereka semua masuk ke dalam mobil, dan Leon memutuskan untuk membawa sang istri tinggal bersama dengan anggota Kings di markas Kings.
Chaterine yang merasa mengantuk kembali tertidur pulas di dalam pelukan Leon, Leon mengusap wajah Chaterine dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan sang istri.
dan beruntung saja saat Leon dan Chaterine pergi tadi juga memakai masker dan topi, itu menguntungkan bagi mereka agar tidak susah-susah menghapus cctv tadi dan tempat yang mereka tadi juga tidak ada cctv di sana.
hampir satu jam kini mereka telah sampai di markas Kings yang berada di Paris dan kebetulan mereka berada di sini untuk pekerjaan mereka, saat mereka melihat Leon keluar dari dalam mobil mereka ingin mengucapkan selamat datang tapi di cegah oleh Alvin dan memberikan kode kepada mereka untuk diam.
Leon membungkukkan badan nya dan secara perlahan dia menggendong Chaterine yang masih tidur, mereka semua terkejut saat melihat pemimpin mereka pulang membawa seorang wanita di dalam dekapan nya.
mereka semua memang sudah tahu jika Leon akan menikah tetapi mereka tidak tahu dengan perempuan mana.
Alvin masuk terlebih dahulu dan memberikan kode kepada para pelayan untuk diam tidak bersuara, sama seperti anggota Kings yang berada di luar, para pelayan juga terkejut melihat tuan mereka membawa seorang wanita masuk.
Alvin membiarkan Leon masuk terlebih dulu bersama Chaterine, sedangkan Zee mengikuti nya dari belakang sambil membawa koper mereka.
"wanita tadi adalah istri dari Leon jadi kalian semua harus menjaga dan melayani nya dengan baik."ujar Alvin kepada seluruh anggota Kings dan pelayan rumah.
__ADS_1
"baik tuan."ujar mereka semua serentak, kemudian Alvin menunggumu kedatangan Leon di bawah, Alvin melihat sekilas ke arah Zee yang baru saja turun.