
Ludwig sendiri juga sudah tahu tentang kejadian yang menimpa papa sahabatnya dan Chaterine, apalagi Chaterine adalah saksi dari kejahatan mereka dan menyaksikan nya sendiri saat mereka menyiksa kakeknya.
Ludwig tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi fisik maupun mental Chaterine dulu,
Ludwig yang membayangkan nya menjadi sangat pucat, begitu dengan Leon yang sedang menahan amarahnya saat mendengar perkataan Chaterine dan mengingat kembali tentang apa yang pernah di katakan oleh papa nya dulu.
Axel sendiri membawa Chaterine ke ahli terapi untuk menghipnotis Chaterine agar melupakan tentang wajah para pembunuh itu namun tidak dengan kejadian yang menimpa nya.
Axel ingin putri nya tumbuh menjadi gadis yang ceria dan melupakan bayang-bayang wajah dari pembunuh itu.
apalagi saat itu Chaterine mengalami trauma yang sangat besar sehingga tidak ingin di dekati oleh orang lain termasuk keluarga nya, dengan berbagai cara dan kesabaran mereka mencoba mendekati Chaterine dengan perlahan dan membuat nya merasa nyaman di dekat mereka.
seiring berjalannya waktu, Chaterine berhasil melupakan kejadian itu dan trauma yang ia derita juga sudah hilang walau tidak sepenuhnya, ia bisa kembali trauma saat mengingat kembali kejadian mengerikan itu dan bertemu dengan para pembunuh nya langsung dan itu lah alasan Axel membawa Chaterine ke ahli terapi untuk menghipnotis dan menghilangkan beberapa memori nya.
__ADS_1
disisi lain setelah Chaterine sampai kedalam kamar nya ia segera mengunci pintu kamar dan melemparkan semua barang yang ada di dekat nya saat ini, ia merasakan sakit yang luar biasa di kepala saat mengingat kembali kejadian itu. terlebih lagi saat melihat sedikit wajah dari para pembunuh itu, kamar Chaterine sendiri kedap suara jadi tidak akan ada yang bisa mendengar apa yang tengah terjadi di dalam kamar nya.
Samuel yang sudah berada di depan pintu kamar Chaterine segera mengetuk pintu nya namun sayang tidak ada jawaban dari dalam, ia sangat takut jika saat ini bisa saja trauma yang di alami oleh Chaterine kambuh kembali dan Chaterine tidak bisa mengontrol emosi nya dan melukai diri nya sendiri.
Axel begitu cemas karena Samuel belum juga turun dari dalam kamar Chaterine, Julio yang sudah tidak sabar pergi untuk menyusul kakak dan adik nya dengan di ikuti Gavin dan Grace. mereka tidak kalah khawatir saat melihat reaksi Chaterine yang sedikit gemetaran sebelum masuk ke dalam kamar nya.
Chaterine melemparkan semua barang yang ada di dekat nya dan menyandarkan punggungnya ke tembok, ia bergumam lirih Kepada diri sendiri. "tidak Chaterine, jangan sampai trauma mu kembali lagi, dan jika mereka mengetahui nya mereka pasti sangat bahagia telah berhasil membuat mu hidup dalam ketakutan." gumam nya kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya dan berlari ke arah tempat berganti pakaian nya dan duduk sambil memeluk kakinya. walaupun sudah menyakinkan dirinya sendiri agar tidak larut namun kenyataannya tetap saja ia tidak bisa menghilangkan rasa takut nya itu.
Julio yang melihat sang kakak mondar-mandir di depan pintu kamar sang adik pun bertambah khawatir dengan kondisi Chaterine saat ini.
Setelah berpikir Samuel berjalan ke arah kamar yang di samping kamar Chaterine, ia terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan dari adik-adiknya.julio segera mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban dari dalam, Samuel membuka jendela kamar dan segera memanjat pinggir tembok dengan hati-hati.
tidak hanya tinggi namun celah jalan yang sedang ia panjat juga sedikit kecil, ia terus berjalan dengan hati-hati. setelah cukup dekat dengan balkon sang adik, Samuel segera melompat dan bernafas lega.setelah nya Samuel segera membuka paksa jendela sang adik, cukup lama Samuel membukanya dan akhirnya nya berhasil membuka jendela nya.
__ADS_1
saat memasuki kamar Chaterine dari jendela ia melihat kamar sang adik sangat berantakan dengan berbagai barang yang sudah pecah dan berserakan di lantai, Samuel mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Chaterine dengan berjalan hati-hati agar tidak menginjak pecahan kaca.
Samuel yang semakin khawatir karena tidak menemukan keberadaan Chaterine di dalam kamar nya, segera berjalan menuju ke sisi tempat berganti pakaian dan saat masuk Samuel membeku melihat keadaan sang adik yang sedang meringkuk memeluk kakinya dan menyembunyikan wajahnya di lututnya dengan tubuh yang gemetaran.
dengan langkah cepat Samuel menghampiri Chaterine dan segera memeluk tubuh nya dengan sangat erat,walau beberapa kali ia di dorong oleh Chaterine namun ia tetap memeluk erat tubuh adik kecilnya.
"lepas, tolong lepaskan aku" ujar Chaterine dengan memukul dada sang kakak, sedangkan Samuel membiarkan sang adik memukuli nya.
"tenang lah sayang, ini kakak. jangan takut mereka tidak akan ada yang bisa menyakiti kamu selama ada kakak di sisi kamu." jawab Samuel lirih,ia sangat takut kehilangan sang adik. namun melihat trauma sang adik kambuh itulah yang membuat nya semakin takut.
cukup lama Chaterine terus memberontak di pelukan Samuel,dan akhirnya ia tertidur karena kelelahan dengan memeluk erat tubuh Samuel.
Samuel yang melihat Chaterine tertidur segera menggendong nya dan menidurkan nya di ranjang nya dengan sangat pelan agar sang adik tidak terbangun.
__ADS_1