
"apa yang sedang kalian lakukan di sini?"tanya Chaterine dengan penuh selidik, yang masih dalam pelukan Leon.
"tidak ada sayang, kami hanya ingin mengobrol saja."jawab Leon, Chaterine memiringkan kepalanya untuk melihat reaksi dari Zee dan kak Alvin tapi sepertinya mereka berdua menghindari tatapan mata nya.
"ayo tidur lagi sayang."timpalnya dan membawa sang istri masuk kedalam kamar mereka, Alvin dan Zee lega saat melihat Chaterine di bawa masuk kembali.
Alvin maupun Zee kembali ke dalam kamar mereka masing-masing.
"tapi aku mau jalan-jalan!"seru Chaterine dengan cemberut saat di paksa untuk tidur lagi, Leon yang mendengar nya membalikkan tubuhnya dan mendapati sang istri yang tengah cemberut.
"baiklah ayo kita pergi."ujar Leon dan membuat Chaterine tersenyum lebar, saat ingin mengambil tas miliknya dengan cepat Leon menahan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
Leon dan Chaterine memutuskan untuk pergi jalan-jalan berdua, Zee yang awal nya ingin keluar dari dalam kamar nya menghentikan langkahnya saat mendengar suara pintu dari kamar sebelahnya.
Zee yang melihat Chaterine ingin pergi meminta anggota black wolf untuk memantau keamanan Chaterine saat di luar hotel dan mengawasi nya dari jarak sejauh mungkin.
Zee menyandarkan tubuhnya di pintu. kali ini dia berhasil menggagalkan rencana mereka untuk mencelakai Chaterine tetapi ia tidak selanjutnya akan berhasil atau tidak.
sedangkan penglihatan Chaterine akan di dapatkan di waktu-waktu tertentu saja, dan bahkan penglihatan masa depan nya tidak akan berguna untuk orang-orang yang di cintai nya.
"maafkan saya nona yang tidak bisa menjaga anda dengan baik di kehidupan kita sebelum nya dan membuat kita berakhir mengenaskan, saya berharap di kehidupan kita yang sekarang ini kami semua bisa menjaga anda dengan baik."gumam Zee, Tanpa ia sadari jika Alvin mendengar perkataan nya saat ingin mengetuk pintu kamar nya, Alvin terdiam sejenak dan mencerna setiap perkataan dari Zee,
Alvin memilih untuk pergi dan segera mengirimkan pesan kepada Leon untuk menemuinya tapi sepertinya Leon sedang tidak membawa handphone nya.
__ADS_1
sedangkan Alvin yang tengah sibuk dengan pemikiran nya, terbanding terbalik dengan Leon yang sedang mengajak Chaterine pergi berjalan-jalan santai dan sesekali ia tersenyum lebar melihat tingkah istrinya yang sepertinya anak kecil.
"mau makan sekarang sayang."ujar Leon sambil mengusap kepala Chaterine dengan kasih sayang, Chaterine mengangguk dan tersenyum manis ke arah Leon.
Leon dan Chaterine kembali berjalan untuk mencari restoran di dekat mereka, bahkan genggaman tangan mereka tidak lepas satu sama lain.
"aku mau makan di sana."ujar Chaterine Sambil menunjuk ke arah sebuah restoran kecil dan cukup ramai, Leon mengangguk kan kepalanya dan mengikuti ke inginan sang istri.
Leon memilih tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua, dan memesan makanan untuk mereka.
banyak pengunjung yang terus memperhatikan mereka berdua sejak masuk ke dalam restoran tersebut, Leon yang melihat beberapa pria melihat ke arah Chaterine merasa kesal dan dengan cepat ia menggeser posisi duduk nya untuk lebih dekat dengan sang istri.
kini mereka menikmati makanan mereka tanpa ada pembicaraan, sesekali Leon menyuapi Chaterine dengan makanan nya.
setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi tetapi kali ini tatapan matanya tertuju pada seseorang yang tengah mengawasi dari atas gedung, Chaterine memilih untuk diam dan memberikan mereka pelajaran nanti saja.
"sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu?"tanya Leon, Chaterine mengangguk kan kepala nya. mereka berdua bahkan tidak peduli dengan tatapan mata dari orang-orang yang berada di taman tersebut.
"kenapa kamu ingin terjun ke dunia mafia dulu?"
"untuk menjaga diri sendiri dan menjaga orang-orang yang aku sayang, kakek dulu pernah bilang jika pekerjaan nya, Dady,uncle sangatlah berbahaya dan kemungkinan besar kakak juga ikut serta. tapi waktu itu aku belum tahu jika kakek adalah ketua mafia dan di wariskan kepada uncle dan Dady."jawab Chaterine dengan jujur.
"kakek juga pernah bilang, jika Dady mempunyai banyak musuh dan kakek pernah mengatakan jika suatu saat nanti jika aku tinggal bersama dengan Dady dan kakak kemungkinan besar musuh-musuh Dady dan kakak akan mengincar ku. apalagi jika mereka tahu kelemahan Dady dan kakak adalah aku, itu akan membuat mereka semua semakin menginginkan aku untuk di jadikan sebagai ancaman untuk mereka dan saat itulah aku ingin menjadi mafia agar bisa melindungi orang-orang yang aku sayang dari bahaya."timpal nya dan mendongakkan kepalanya sebentar dan kembali keposisi nya tadi.
__ADS_1
"umur berapa kamu saat kakek mengatakan itu semua."tanya Leon dengan mempererat pelukannya.
"lima tahun, karena kakek tahu kalau aku berbeda dengan anak-anak lainnya dan pastinya akan mengerti setiap perkataan nya."jawab Chaterine sambil memejamkan matanya.
"apa kamu tahu saat itulah aku mengatakan kepada kakek jika aku ingin menjadi mafia dan tepat usia enam tahun kakek meninggalkan aku di tengah hutan untuk melatih ku."timpal nya
"apa kamu merasa bersalah saat kakek tiada?"
"tentu saja aku merasa bersalah, saat itu usia ku baru empat belas tahun. jika saja aku tidak mengikuti kemauan kakek untuk tetap diam dan tidak menunjukkan jati diriku yang sesungguhnya tentu saja kakek masih bersama dengan ku sampai saat ini, kakek takut jika mereka akan melukai ku seperti mereka melukai uncle dan aunty."
"jika saja kakek tidak membuatku berjanji aku pasti bisa menyelamatkan nya, dan saat itu juga aku mengikuti keinginan terakhir kakek untuk menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya."
"lalu siapa yang sudah di bunuh oleh dokter waktu itu?"
"kakek yan, dia adalah asisten pribadi kakek yang tinggal bersama dengan kami, kakek yan sudah seperti kakek ku sendiri, dia yang selalu menjaga ku saat kakek tidak ada." jawab nya lirih, kakek yan selalu menyayangi dan memanjakan nya seperti cucunya sendiri.
selain kakek nya, kakek yan juga mengajarkan nya bela diri maupun senjata.
"lalu bagaimana dengan adik angkat mu?" tanya Leon tentu saja dia ingin mengenal lebih dekat dengan istrinya.
"Gerald dan Forlan cucu dari kakek yan dan kedua orangtuanya sudah tidak ada dalam kecelakaan,Fu,zu dan Lim mereka bersaudara dan mereka anak-anak dari bodyguard bayangan kakek untuk menjaga ku dulu dan orang tua mereka tiada karena melindungi ku dari para pembunuh bayaran.sedang kan Grey's, Kelvan, gio, anak dari bodyguard kakek sendiri, setelah kakek tidak ada mereka menjaga ku dari kejauhan dan mereka juga harus tiada karena ku."
"mereka semua meminta ku untuk menjaga kedelapan bocah iblis itu, terkadang aku heran dari mana sikap mereka yang sama sekali tidak mirip dengan para paman dan Tante." ujar Chaterine dan membuat Leon menahan tawanya, apa istrinya itu tidak sadar jika perilaku mereka mirip dengan perilaku nya selama ini.
__ADS_1
"Fu,zu dan Lim, mereka orang luar kan sayang?."
"iya, ayah dan ibu mereka dari cina dan sebenarnya mereka anak angkat nenek, tetapi mereka lebih memilih menjadi bodyguard."jawab Chaterine,