
"bagaimana menurut mu Ludwig? apa kamu setuju dengan acara pertunangan nya seminggu lagi?." tanya Dady Axel kepada sahabatnya, sesekali ia melirik ke arah Chaterine yang tengah fokus pada novel nya saja.
"tentu kami setuju Axel, lebih cepat lebih baik!." jawab papa Ludwig dengan tersenyum lebar, ia juga sudah tidak sabar menunggu kedatangan Chaterine ke dalam tengah-tengah keluarga kecil nya.
Samuel terus menerus melihat ke arah Chaterine yang sedang asyik membaca tanpa memperdulikan tatapan mata dari sekeliling nya, walaupun ia menyadari nya namun ia memilih untuk berpura-pura tidak melihat nya.
"oh iya sayang, bagaimana dengan S3 kamu?" tanya Samuel dengan memperhatikan seksama wajah Chaterine yang terkadang terlihat lebih datar dan dingin darinya. "apa kamu ingin melanjutkan di dalam negeri atau di luar negeri?." Samuel penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh adiknya, walaupun ia tahu jika sang adik sangat ingin kuliah di luar negeri.
"luar negeri kak!" jawab Chaterine tegas dan tanpa memikirkan nya terlebih dahulu sebelum dia berbicara, memang ini yang ia inginkan selama ini. agar bisa kuliah di luar negeri sambil memantau perkembangan kondisi perusahaan nya yang ia bangun dari nol Dengan susah payah. "tapi untuk negara nya Chaterine belum bisa memberi tahukan nya kepada kalian, mungkin setelah kelulusan nanti Chaterine memberitahu." ujar Chaterine dengan cepat saat menyadari jika sang kakak ingin bertanya kembali kepada nya.
__ADS_1
"kenapa tidak sekarang saja sayang, memberitahukan pilihan kamu jatuh ke negara mana." ujar Julio dengan mendesak pelan agar sang adik memberitahu mereka terlebih dahulu, jika negara yang di pilih sang adik Jerman, jelas mereka tidak akan menyetujui keinginan itu. lebih baik ia memilih Chaterine kuliah dalam negeri dari pada harus ke Jerman tempat yang menjadi saksi biksu meninggal nya kakek mereka dan hampir kehilangan Chaterine juga di sana.
"rahasia kak! nanti kalau Chaterine sudah benar-benar memikirkan nya akan memberitahu kepada kalian kok." jawab Chaterine tetap tenang walau ia sedang di tatap tajam oleh Julio yang seakan-akan ingin membunuhnya.
Samuel yang melihat ekspresi wajah Julio yang berubah berusaha untuk menenangkan nya, ia tahu jika Julio sedang memikirkan tentang sesuatu yang membuatnya tidak senang.
jika tempat itu adalah tempat di mana awal kehancuran keluarga nya, sangat jelas ia tidak akan pernah setuju, apa lagi tempat itu penuh dengan kenangan pahit sang kakek dan adik nya yang saat itu di buru oleh para mafia yang mengincar nyawa sang kakek, dan harus melibatkan sang adik di dalam nya hingga harus di rawat selama berbulan-bulan di rumah sakit dan di sembunyikan Dari publik tentang identitas adik mereka. sedangkan sang kakek harus meregang nyawa untuk menyelamatkan Chaterine dari mereka.
Chaterine yang melihat raut wajah kedua kakaknya menjadi gelap, ia berdiri dan berjalan menuju di belakang tubuh kedua kakaknya. dan berkata sesuatu yang membuat mereka semua sangat shock mendengar nya.
__ADS_1
"sampai kapan kita harus menghindari masa lalu kak! jika kita terus saja berjalan melihat ke belakang,kita tidak akan bisa maju ke depan dengan pasti." ujar Chaterine dingin, baru kali ini ia memperlihatkan kepribadian aslinya di depan semua anggota keluarga nya. Chaterine menarik nafas panjang sebelum ia melanjutkan nya.
"jika mereka masih mencari keberadaan Chaterine, tentu Chaterine akan menunjukkan diri Chaterine di depan wajah mereka. jika perlu saat itu juga Chaterine akan membalas semua perbuatannya kepada kakek, karena mereka semua aku kehilangan kakek untuk selamanya." imbuhnya dengan menahan amarahnya, jika saat itu ia dalam kondisi tubuh yang baik, Chaterine pasti akan bisa menolong sang kakek walau dirinya masih kecil waktu itu. setidaknya ia bisa menolong sang kakek dari para pembunuh itu. walau masih kecil waktu itu, kekuatan fisik Chaterine tidak kalah dengan orang dewasa dan terutama keahlian nya dalam menembak juga jangan di ragukan lagi.
jika saat itu tubuh nya sedang tidak terpengaruh oleh obat yang mana membuat tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga, dan harus menyaksikan orang-orang itu menyiksa sang kakek hingga tewas di hadapan nya. bahkan setelah tewas mereka semua masih saja tidak melepaskan sang kakek dan itulah membuat Chaterine menjadi sosok gadis yang kejam saat dirinya menjadi mafia dan selalu memburu para pembunuh yang sudah menyiksa sang kakek.
Chaterine memejamkan matanya saat mengingat kembali saat kejadian yang menimpa sang kakek, ia segera berlari menuju lift dan segera menekan tombol paling atas menuju kamar nya. Samuel yang mendengar perkataan Chaterine dan melihatnya berlari pun tanpa berpikir panjang ia segera pergi menyusul adik nya.
mereka memang masih belum bisa melupakan kejadian yang menimpa sang kakek dan adiknya saat di Jerman, terlebih lagi saat mereka menemukan tubuh sang kakek dan Chaterine penuh dengan luka sayatan dan tembakan. tapi mereka melupakan satu hal, dari kejadian itu hanya satu orang yang sangat terluka yaitu Chaterine, tidak hanya trauma yang mereka tinggalkan untuk sang adik namun juga meninggalkan bekas luka yang mendalam.
__ADS_1