
setelah kepergian sang dokter, Leon merebahkan tubuhnya di samping Chaterine dan memeluknya, kembalinya Chaterine membuat nya sangat bahagia.
"aku akan membuat mu mengingat kembali tentang kita sayang, aku janji."gumam nya kemudian mencium kening Chaterine dengan lama dan menarik nya ke dalam pelukannya.
hari sudah malam tetapi sang istri tidak kunjung bangun juga, sedangkan di sisi lain kelima putranya sedang gelisah karena sang mommy belum juga pulang, apalagi ini tidak seperti biasanya mommy nya kerja.
"kak lucas, kenapa mommy belum juga pulang?"tanya Luis yang sudah mengantuk tetapi ia paksa untu menunggu kepulangan sang mommy
"katanya mommy lembur dan pulangnya larut malam, kalian tidur saja."jawab Lucas dengan berbohong sedangkan keempat adiknya hanya bisa mengikuti perintah dari kakak tertua mereka.
"sebenarnya mommy di mana? aku sangat mengkhawatir kan mommy."gumam nya, sudah mencoba untuk melacak keberadaan sang mommy tetapi tidak bisa ia temukan keberadaan, dan terakhir kali ia meretas cctv mommy nya masih terlihat di sebuah restoran bersama dengan kliennya tetapi tidak selang waktu lama ia tidak bisa melihat rekaman cctv itu lagi.
"kak levon, besok kita harus cari mommy bersama-sama, kenapa kak lucas merahasiakan hal ini kepada kita semua?" tanya Luke, sebenarnya mereka sudah tahu tetapi memilih untuk diam.
"kak lucas tidak ingin membuat kita bersedih ataupun khawatir."
"tidurlah, besok kita akan membahas masalah ini dengan kak lucas lagi."
"baiklah kak."jawab Luke, dan benar saja pagi-pagi sekali Lucas sudah di buat pusing dengan keempat adiknya, mau tidak mau dia menceritakan tentang terakhir kalinya cctv merekam sang mommy.
Luis yang mendengar nya merasa sedih, sejak semalam perasaan tidak enak dan selalu kepikiran dengan sang mommy.setelah selesai makan mereka kembali meretas cctv itu dan sepertinya ada seseorang yang sengaja menyabotase nya bahkan cctv di apartemen milik mereka pun juga sama.
mereka pergi keluar untuk mencari keberadaan sang mommy, jika mereka terus saja di rumah mereka tidak akan bisa menemukan keberadaan sang mommy dalam waktu dekat.
satu Minggu sudah mereka mencari keberadaan sang mommy tetapi tetap tidak membuahkan hasil, bahkan tubuh Luis dan Luke yang sedang dalam keadaan panas saja mereka memaksa untuk ikut mencari.
sedangkan satu Minggu ini Leon menahan Chaterine di apartemen miliknya dengan cara memborgol tangan Chaterine ke tangan nya, ia terpaksa melakukan ini karena sang istri terus saja memberontak dan ingin kabur. hari ini ia berniat untuk membawa Chaterine pulang ke rumah.
"Dion, angel, siapa yang kalian bawa pulang"tanya sang mama
"kami menemukan mereka pingsan di jalan ma, jadi kami membawa mereka kembali saja ke sini."
"apa Leon masih tidak datang ke perusahaan?"
"tidak aunty, kami bahkan sudah mencarinya tetapi kami tidak bisa menemukan keberadaan nya."jawab Dion, mereka membawa ke lima anak laki-laki itu ke dalam kamar tidur agar mereka bisa istirahat dengan baik.
"Naomi,."panggil Dady Axel, kedatangan mereka semua untuk melihat Naomi dan juga Leon.
"kakek Axel."panggil Naomi dengan antusias melihat Axel dan keluarga yang lainnya berada di sana.
__ADS_1
"bagaimana kabar Naomi?"
"Naomi baik kakek, kakek mommy pernah tinggalin Naomi di restoran."
"apa itu benar angel?"tanya papa melvin saat mendengar perkataan dari cucu satu-satunya.
"hanya sebentar pa, angel lupa dengan kehadiran Naomi waktu itu."jawab angel dengan gugup.
"mommy...."saat sedang asyik mengobrol mereka di kejutkan dengan teriakkan seseorang, Dion yang baru memperhatikan wajah anak laki-laki itu merasa jika mereka memiliki kemiripan dengan Chaterine.
"sayang kamu sudah bangun, bagaimana dengan keadaan mu sekarang? apa semua nya baik-baik saja?" tanya Angel yang datang menghampiri anak laki-laki itu dan membawa nya duduk bersama dengan yang lainnya.
"kak lucas, kita harus segera cari mommy, Luis dan Luke badan mereka semakin panas."ujar levon yang baru datang dan memberitahukan kondisi ke dua adiknya.
"kakak akan meminta bantuan kepada uncle."ujar Lucas dan di angguki kepala oleh sang adik.
"kak lucas, kak levon."teriak Liam dan mencari keberadaan kedua kakaknya, sedangkan orang dewasa hanya menyimak obrolan mereka.
"ayo kita pergi cari mommy kak, aku sangat khawatir dengan keadaan mommy saat ini."ujar Liam.
"tenanglah Liam, mommy pasti baik-baik saja. tidak akan ada yang bisa menyakiti mommy kita."ujar Lucas yang berusaha untuk menenangkan adiknya.
"kami memiliki nya tapi."jawab levon dengan ragu, Samuel yang melihat mereka sedang waspada hanya tersenyum lebar melihat nya.
"uncle tidak memiliki niat jahat, uncle hanya ingin membantu kalian saja."ujar Samuel, Lucas dan kedua adiknya saling melirik dan kemudian mereka menganggukkan kepala mereka.
saat ingin menyerahkan foto sang mommy mereka di kejutkan dengan suara yang tidak asing bagi mereka.
"ck, lepas, sampai kapan kamu memborgol ku! aku harus pulang!"seru Chaterine yang lagi-lagi di paksa Leon untuk ikut bersama nya.
mereka yang melihat kedatangan Leon dan Chaterine menjadi sangat terkejut, sedangkan Lucas dan kedua adiknya yang melihat nya sangatlah bahagia.
"Chaterine."gumam mereka dengan tidak percaya.
"kamu mau pulang kemana sayang, ini rumah kita dan kita akan tinggal di sini."
"ck, kamu sudah gila, cepat lepaskan borgol nya."
"tidak akan pernah."
__ADS_1
"sepertinya otak kamu sudah mulai tidak bekerja lagi."ujar Chaterine dengan kesal, tetapi pandangan mata nya tertuju kepada tiga anak laki-laki yang berdiri tidak jauh dari nya.
"perketat pengamanan jangan sampai ada seseorang pun yang keluar tanpa izin."perintah Leon dan barulah ia bisa membuka kunci borgolnya dan ia yakin jika istri tidak akan bisa pergi meninggalkan rumah ini tanpa izin dari nya.
"sayang, kenapa kalian bisa berada di sini?"tanya Chaterine dengan menghampiri ketiga putranya, satu Minggu jauh dari putra nya membuatnya sangat sedih.
"kami sedang mencari mommy."perkataan anak kecil itu membuat mereka semakin terkejut, tetapi jika diperhatikan lagi mereka memang memiliki kemiripan.
"jadi selama ini kamu tidak berbohong sayang?"tanya Leon, sedangkan Chaterine mengacuhkan pertanyaan dari Leon. karena dia lah dia harus berpisah dari putra-putra nya.
"mommy."panggil kedua anak laki-laki lainnya dan berlari menuju sang mommy, mereka memeluk erat tubuh sang mommy.
"sayang, kalian sakit."ujar Chaterine dengan cemas,
"maaf mommy tidak memberikan kabar kepada kalian, dan membuat kalian khawatir."
"it's okay mommy, kami senang jika mommy baik-baik saja."jawab mereka serempak dan memeluk tubuh Chaterine.
"ayo kita pulang!"seru Luis, Chaterine mengangguk kan kepalanya. Leon yang melihat nya menjadi tidak suka dan terlihat sangat marah.
"mau kemana sayang?"
"bukan urusan mu, pergilah dari hadapanku."
"jika kamu berani melangkah kan kaki keluar dari dalam rumah ini, percaya atau tidak aku akan mengurung mu di dalam kamar lagi."
"kamu benar-benar sudah gila."ujar Chaterine dengan kesal dan memilih duduk bersama dengan putra nya,.
"sayang apa kamu tidak ingat dengan Dady?"tanya Axel yang sudah berjongkok di depan Chaterine.
Chaterine terdiam dan memegang wajah pria paruh baya di depan nya itu, ada kesedihan yang ia rasakan saat melihat nya.
"maaf uncle tetapi aku tidak bisa mengingat nya."
"Dady sangat merindukan mu sayang?"ujar Axel, sedangkan Lucas yang baru menyadari sesuatu segera menoleh ke arah Leon, apa mungkin pria itu adalah Dady mereka. sepertinya tidak hanya dirinya yang sadar tetapi keempat adiknya juga menyadari hal itu.
"berusaha lah untuk mengingat kembali kami sayang, Dady benar-benar merindukan putri kecil Dady."timpal nya, Chaterine tersenyum lebar mendengar nya. dan kemudian menggangguk-angukan saja kepalanya.
"syukur lah panas kalian sudah turun."ujar Chaterine dengan bernafas lega.
__ADS_1
"kami sakit karena merindukan mommy, jika mommy tidak ada siapa nanti yang bisa Luis jahili setiap pagi."timpal Luis, Chaterine yang mendengar menjewer telinga putra satunya ini.