ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 186


__ADS_3

setelah selesai makan salad buah Chaterine menemani kelima putranya untuk tidur, sedangkan Leon masih asyik berbincang-bincang dengan keluarga nya.


hampir tengah malam ia kembali masuk kedalam kamar putra nya terlebih dahulu, ia ingin memastikan jika sang istri masih berada di sana dan benar saja istri nya ikut terlelap tidur dengan kelima putranya.


Leon mencium kening satu persatu putranya dan kemudian ia beralih menggendong Chaterine untuk ke dalam kamar mereka.


"bunny..."panggil Chaterine di sela tidur nya.


Leon menidurkan dengan hati-hati dan barulah ia ikut berbaring di samping sang istri.


"selamat malam sayang."bisik Leon dan menarik Chaterine ke dalam pelukannya.


.


.


.


.


.


.


hari berganti bulan dengan begitu cepat dan tidak terasa kehamilan Chaterine sudah menginjak usia sembilan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.


saat hamil, Leon benar-benar di buat frustasi oleh sang istri yang selalu meminta aneh-aneh dari nya dan untung saja kali ini sang istri sedang tidak mengidam lagi atau dia akan menjadi gila menghadapi ngidam nya sang istri.


"bunny.... yang itu sepertinya bagus."ujar Chaterine dengan menunjuk ke arah tempat tidur bayi, Leon kali ini menemani sang istri berbelanja untuk kebutuhan putri kecilnya dengan di temani kelima calon kakak tentunya.


kelima putranya tidak kalah posesif dan agresif terhadap nya, setiap kali ingin memakan apa saja harus melalui mereka terlebih dahulu dan semua kebutuhan yang di pakai nya juga sama.


mereka sangat ketat menjaga Chaterine dari hal kecil sekalipun, terkadang Chaterine di buat kesal sendiri dengan ulah mereka berlima dan juga sikap suami nya.

__ADS_1


setelah selesai memilih tempat tidur bayi walau dengan perdebatan kecil, akhirnya mereka mengalah kepada sang mommy dan membiarkan nya memilih apapun yang di inginkan oleh sang mommy.


mereka kembali berjalan dan berpindah ke toko pakaian bayi, seperti di tempat sebelum nya mereka juga berdebat tentang warna dan tekstur kainnya.


setelah setengah hari mereka melakukan kegiatan yang melelahkan kini mereka memilih untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar, setelah selesai mereka memilih kembali.


"mommy, istirahatlah saja nanti kami akan bawakan minuman untuk mommy."ujar mereka setelah sampai di rumah dan Leon membantu sang istri ke kamarnya.


"terima kasih ya sayang."ujar Chaterine dengan lembut, sesekali ia meringis saat berjalan. perutnya terkadang terasa sakit, Leon yang melihat nya segera menggendong nya.


"bunny..."


"jika lelah kenapa tidak memberitahu dari tadi sayang."ujar Leon


"maaf bunny."


Leon mendudukkan Chaterine di tepi ranjang dan membantu nya untuk melepaskan sepatu yang di gunakan oleh Chaterine.


"istirahat lah sayang, jangan sampai kamu kelelahan."ujar Leon mengusap kepala Chaterine dengan lembut.


"sama-sama sayang, aku tinggal sebentar ya." ujar nya, Chaterine mengangguk kan kepalanya dan merebahkan tubuhnya. ia benar-benar kelelahan tadi hingga membuat perut nya sedikit nyeri.


tetapi lama kelamaan nyeri itu datang lagi dan hilang lagi, Chaterine menghubungi Nile dengan segera.


"hallo Nile, aku sepertinya ingin melahirkan."ujar Chaterine dengan menahan sakit di bagian perut nya.


"kamu tenanglah, aku akan segera kerumah sakit dan menyiapkan segala nya."ujar Nile yang panik saat mendengar perkataan dari Chaterine.


"terima kasih."ujar Chaterine dan mematikan panggilan telepon nya.


Chaterine berjalan turun dengan berhati-hati dan berpegangan erat tangga yang ia gunakan.


"bunny..."teriak Chaterine memanggil Leon, Leon yang mendengar nya segera pergi naik ke atas untuk melihat keadaan sang istri.

__ADS_1


"ada apa sayang?"


"bunny, aku sepertinya ingin melahirkan."


"ayo kita pergi ke rumah sakit sayang."ujar Leon dengan menggendong Chaterine ala bridal style, untung saja semua keperluan bayi nya sudah di siapkan jauh-jauh hari.


"boy, kita harus segera pergi ke rumah sakit mommy kalian akan segera melahirkan."ujar Leon, Lucas dengan yang lainnya menjadi panik mendengar nya.


Leon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dengan salah satu menggenggam tangan Chaterine untuk memberikan kekuatan, tidak lupa ia memberitahu semua keluarga jika Chaterine akan segera melahirkan.


semua orang menjadi panik, bagaimana tidak panik prediksi nya seharusnya masih satu Minggu lagi tapi justru sekarang ini Chaterine sedang mengalami kontraksi. mereka bergegas pergi ke rumah sakit tempat Chaterine akan melahirkan, sedangkan di luar sudah ada Nile dan beberapa suster yang sudah menunggu kedatangan Chaterine.


setelah tiba Leon menggendong Chaterine dan membaringkan nya di brankar pasien dan segera di dorong keruang yang sudah di siapkan sebelum nya. banyak penjaga black wolf di sana dan bahkan suster yang Nile bawa adalah anggota black wolf.


mereka tidak ingin mengambil resiko saat Chaterine melahirkan, mereka memilih untuk berjaga-jaga dengan ketat. Chaterine di bawa masuk dan bersama dengan Leon. sedangkan putranya menunggu kedatangan keluarga nya yang lainnya.


setelah beberapa menit keluarga sudah berkumpul di depan ruangan pasien, sedangkan Nile di buat pusing dengan Leon yang sedari tadi tidak mau diam dan ingin rasanya Nile memberikan suntikan bius untuk suami adik angkatnya itu.


mereka menunggu hampir satu jam namun belum juga ada yang keluar dari dalam ruangan tersebut hingga membuat mereka semakin khawatir di buat nya, saat mereka tengah khawatir tiba-tiba saja mereka mendengar suara tangisan bayi.


oekkkkk oekkkkk


mereka berpelukan dengan erat setelah mendengarkan nya, Leon menciumi seluruh wajah istrinya nya yang terlihat sangat lelah dan sedikit pucat.


"terima kasih sayang."ujar nya dengan menitikkan air mata, Chaterine tertawa kecil melihat nya. Leon mengingat kan nya tentang Matius saat dirinya akan melahirkan dulu.


"selamat, Chaterine melahirkan seorang putri yang sangat cantik."ujar Nile dengan penuh haru menggendong keponakan nya di dalam gendongan nya. Nile menyerahkan bayi perempuan itu kepada Leon sang Dady.


"lihat lah sayang dia sama cantiknya seperti mu, seperti nya benar kata-kata Alvin dengan yang lainnya jika aku hanya menyumbang benih nya saja selebihnya mereka semua mirip dengan mu."ujar Leon seraya bercanda, Chaterine yang mendengar nya tertawa pelan.


setelah di pindahkan ke ruangan pasien, keluarga berbondong-bondong untuk masuk melihat wajah putri Chaterine.


"sayang apa kalian sudah memberikan nama untuk nya?"tanya para orang tua dengan bersamaan, Chaterine mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


"cleoney banedict crown Van."ujar Chaterine dengan menggabungkan nama keluarga nya dan juga nama keluarga suami nya. seperti kelima putranya yang sama memiliki nama seperti sang adik.


"selamat datang di dalam keluarga banedict dan crown Van baby girl cleoney."ujar mereka serentak dan tersenyum bahagia, Leon menggenggam erat tangan Chaterine seolah-olah ia tidak ingin pisah dengan sang istri.


__ADS_2