ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 101


__ADS_3

benar dugaan Chaterine, orang di atas gedung melancarkan aksi nya dan membuat mereka berlari ke arah berlawanan, Leon menarik tangan Chaterine agar pergi bersama dengan nya dan Alvin, sedangkan angel bersama dengan tunangannya.


tidak butuh waktu lama anak buah Leon berhasil meringkus orang yang berada di atas gedung itu dan membawanya ke markas Kings,


kini mereka kembali pulang, di sepanjang perjalanan, angel terus melirik ke arah Chaterine. begitu juga dengan yang lainnya.


"ada apa angel?" tanya Chaterine, ia terganggu dengan tatapan yang di berikan oleh angel.


"kamu tahu dari mana soal orang-orang tadi."


"hanya firasat saja, tidak perlu di pikirkan."jawab Chaterine dengan berbohong, ia kembali terdiam dan itu membuat angel menjadi curiga terhadap nya.


"ada apa?"tanya Angel dengan menatap wajah Chaterine dengan tajam, entah hanya perasaan nya atau apa, tapi kini ekspresi wajah Chaterine tidak seperti biasanya.


"keluar, mau sampai kapan kalian bersembunyi."ujar Chaterine dengan dingin, setelah itu muncul lah tiga orang memakai pakaian serba hitam dan memakai topeng yang sudah berdiri di depan nya.


"nona"sapa mereka, angel bahkan terkejut dengan apa yang ia lihat. sedangkan Leon melihat penampilan mereka dengan seksama dan entah mengapa cara pakainya mengingat kan nya kembali pada anggota black wolf.


"ada apa?"


"tuan muda membuat masalah lagi."jawab mereka dengan hati-hati, Chaterine menghela nafas berat saat mendengar perkataan anak buahnya.


"kali ini apa yang ia perbuat."

__ADS_1


"tuan muda menculik seorang gadis kecil dan di bawa ke mansion nya."


"hmm biarkan saja, aku akan mengurus anak itu nanti.cepat pergi dan jangan sampai musuh mengetahui jejak kalian di sini."ujar nya dan meninggalkan anak buah nya yang sedang menundukkan kepalanya, mereka merasa lega karena nona mereka tidak mengamuk pagi ini.


"siapa mereka?"tanya Angel dengan penasaran, Chaterine menghentikan langkahnya dan menatap wajah angel yang sedang terlihat kebingungan.


"anak buah ku." jawab Chaterine dengan tersenyum kecil, ia harus membahas tentang kepergian nya ke Jerman. ia tidak ingin menundanya lagi, jika sampai di tunda lagi bisa di pastikan perusahaan nya akan segera bangkrut.


"Chaterine, apa kamu masih tertarik untuk kuliah lagi?"


"masih, rencana nya setelah lulus aku ingin segera berangkat."tentu saja jawaban Chaterine membuat Leon tidak senang, tapi ia tidak mungkin melarang nya.


skip


"Dady, Chaterine mau bicara sama Dady sebentar."ujar Chaterine yang berdiri di belakang tubuh Dady Axel, sepertinya Leon tahu jika tunangan nya ingin membahas tentang kuliah nya.


"ada apa sayang? apakah pentin?"tanya Dady Axel sambil menarik pelan tangan Chaterine, agar duduk di samping nya.


"iya, dady, Chaterine ingin pergi ke Jerman." jawab nya, Samuel yang mendengar perkataan dari sang adik sangat marah, bahkan ia menatap tajam ke arah Chaterine.


"selain Jerman Dady akan memberikan izin."ujar Axel dengan cepat, mereka tidak mungkin membiarkan Chaterine kembali lagi ke tempat di mana awal kehancuran keluarga nya terjadi.


"Chaterine tetap memilih Jerman dad, Chaterine ingin pergi ke sana."

__ADS_1


"sudah Dady katakan, kamu tidak boleh pergi ke Jerman lagi. jangan membuat Dady marah."


"Chaterine hanya ingin pergi ke Jerman dad, setelah selesai Chaterine akan segera pulang." ujar Chaterine yang masih pada pendiriannya, Samuel yang mendengar nya menarik paksa tangan sang adik dan mencengkram kuat.


"sudah cukup, jangan membahas tentang ini lagi. pergi lah ke dalam kamar kamu dan renungkan kesalahan mu kali ini." bentak Samuel, Chaterine terdiam. baru kali ini ia di bentak oleh sang kakak, Samuel yang menyadari jika dia menyakiti tangan sang adik segera melepaskan nya.


sedangkan Chaterine tidak banyak berbicara lagi, ia segera masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu nya.


"maaf Dady, sepertinya Chaterine harus nekat untuk sekarang. tidak mungkin bagi Chaterine membiarkan perusahaan itu bangkrut begitu saja." batin Chaterine, ia berencana akan pergi nanti malam setelah semua orang tertidur.


"kalian menyakiti perasaan Chaterine, jika sampai Chaterine tidak makan. kalian semua tidur di luar!"seru mommy Jovinka dan segera berlalu, ia segera pergi ke kamar putri nya tapi sepertinya putrinya sedang membutuhkan waktu sendiri.


sampai makan malam Chaterine tidak keluar dari dalam kamar nya, sudah beberapa kali Kim memanggil nya namun sang empunya tetap tidak menjawabnya dan tidak keluar dari kamar nya.


sekeras kepala mereka masih ada sang adik yang jauh lebih keras kepala dari mereka semua, Samuel mengusap wajah nya dengan kasar. dia segera bangkit dan pergi ke kamar sang adik, setelah sampai di depan pintu kamar nya tanpa aba-aba Samuel mendobrak pintu kamar sang adik dengan sekali tendangan.


Samuel menarik paksa tangan sang adik dan membawanya untuk makan malam bersama, setelah sampai di tempat makan Samuel tidak melepaskan genggaman tangan nya dan meminta Kim untuk mengambilkan makanan untuk Chaterine.


"di makan, jangan cuma di adik saja." perintah Samuel, Chaterine memaksa makan walau sebenarnya ia tidak berselera untuk makan.


setelah selesai makan Chaterine kembali ke dalam kamar nya, sepertinya dia harus tidur tanpa mengunci pintu malam ini.


Chaterine mempersiapkan segala keperluan nya selama di Jerman, setelah selesai ia menyembunyikan nya agar tidak ada yang mengetahui rencananya.

__ADS_1


di saat semua orang sudah terlelap, Chaterine menyelinap keluar rumah tanpa ketahuan dari orang-orang di rumah nya.butuh waktu untuk nya pergi ke bandara.


__ADS_2